Afrika Selatan Laporkan 10.000 Kasus Baru Covid

Johannesburg, Beritasatu.com- Afrika Selatan (Afsel) melaporkan 10.017 kasus baru Covid-19. Seperti dilaporkan Reuters, Kamis (22/5/2022), Institut Nasional untuk Penyakit Menular Afrika Selatan menyebut lonjakan itu belum pernah terjadi sejak Januari.

Otoritas kesehatan telah memperingatkan Afrika Selatan mungkin memasuki gelombang kelima infeksi yang didorong oleh sub-varian BA.4 dan BA.5 Omicron. Afrika Selatan telah mencatat kasus dan kematian virus corona terbanyak di benua Afrika dan baru keluar dari gelombang keempat pada Januari.

Para ahli telah memperkirakan gelombang kelima bisa dimulai selama bulan-bulan musim dingin di belahan bumi selatan, sekitar bulan Mei atau Juni.

Hanya di bawah 50 persen dari populasi orang dewasa Afrika Selatan sekitar 40 juta telah menerima setidaknya satu dosis vaksin Covid, dengan 45 persen orang dewasa divaksinasi penuh.

Baca Juga: Kasus Covid Afrika Tembus 11,4 Juta

Laju vaksinasi telah melambat dalam beberapa bulan terakhir, dengan para pejabat memperingatkan bahwa vaksin berisiko dibuang.

Seperti dilaporkan Xinhua, Kamis (12/5), Abdou Salam Gueye, direktur darurat. kesiapsiagaan dan tanggapan di kantor regional WHO mengatakan Afrika telah mencatat 52.878 kasus Covid-19 dalam pekan yang berakhir pada 8 Mei, naik 38 persen dari minggu sebelumnya, karena Afrika Selatan menyumbang 87 persen dari kasus yang tercatat di benua itu pada periode yang sama.

"Lonjakan saat ini didorong oleh varian Omicron di tengah kesehatan masyarakat dan langkah-langkah sosial yang santai," papar Gueye pada konferensi pers  daring yang diadakan di Brazzaville, ibu kota Republik Kongo.

Baca Juga: WHO: Dua Pertiga Orang di Afrika Mungkin Mengidap Covid

Menurut Gueye, peningkatan di Afrika Selatan sebagian besar diamati di Afrika Selatan di mana kasus yang tercatat mingguan telah meningkat empat kali lipat dalam tiga minggu terakhir. Selain Afrika Selatan, Eswatini dan Namibia juga mencatat peningkatan kasus, dengan keduanya melaporkan 50 persen lebih banyak kasus baru dalam dua minggu terakhir dibandingkan dengan dua minggu sebelumnya.

Sejak April 2022, Afrika Selatan telah mencatat 1.369 kasus sub-varian Omicron BA.2, 703 kasus sub-varian BA.4, dan 222 kasus sub-varian BA.5, menurut penilaian terbaru WHO.

Namun, BA.4 dan BA.5 tetap yang paling mengkhawatirkan karena dua sub-varian mengandung jumlah mutasi terbesar, dan masih belum jelas bagaimana t hai memengaruhi kekebalan, catat pernyataan WHO di akhir konferensi pers.



Penulis: Unggul Wirawan / WIR
Sumber: BeritaSatu.com

#Afrika Selatan #Kasus Baru Covid #Omicron #Covid-19 #WHO

BAGIKAN

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI

Wahana Antariksa Tiongkok Rekam Gambar Seluruh Planet Mars

KAI Commuter Gelar Kampanye Cegah Tindak Kekerasan

Hikmahbudhi Sayangkan Renovasi Wihara di Sukabumi Ditolak Ormas

Listrik PLN Kini Terangi Kampung Boldon di Papua Barat

Tiba di Kyiv Ukraina, Misi Perdamaian Jokowi Dimulai

Airlangga Hartarto Bahas Sepak Bola Bersama Ronaldinho

Bantuan untuk Korban Banjir Pamijahan Terkendala Medan

Analis Bloomberg Prediksi Pendapatan SILO Terus Tumbuh pada Tahun Ini

Ke Ukraina Bawa Misi Perdamaian, Jokowi: Semoga Dimudahkan

Konstitusi Uzbekistan Jamin Perlindungan Hak Warga Negara

BERITA TERPOPULER