Pfizer dan BioNTech Menguji Vaksin Khusus Omicron

New York, Beritasatu.com- Pfizer dan BioNTech menyatakan pada Selasa (25/1/2022) sedang memulai uji klinis vaksin Covid-19 versi baru khusus menarget Omicron.

Seperti dilaporkan Reuters, perusahaan berencana untuk menguji respon imun yang dihasilkan oleh vaksin berbasis Omicron baik sebagai rejimen tiga dosis pada orang yang tidak divaksinasi dan sebagai dosis vaksin penguat untuk orang yang telah menerima dua dosis vaksin asli produksi awal.

Pfizer dan BioNTech juga menguji dosis keempat vaksin saat ini terhadap dosis keempat vaksin yang berbasis Omicron pada orang yang menerima dosis ketiga vaksin Pfizer-BioNTech tiga hingga enam bulan sebelumnya.

Baca Juga: CDC: Vaksin Penguat Pfizer dan Moderna Efektif 90 Persen Lawan Omicron

Perusahaan berencana untuk mempelajari keamanan dan tolerabilitas vaksin di lebih dari 1.400 orang yang akan terdaftar dalam uji coba.

"Sementara penelitian saat ini dan data dunia nyata menunjukkan bahwa vaskin penguat terus memberikan perlindungan tingkat tinggi terhadap penyakit parah dan rawat inap dengan Omicron, kami menyadari perlunya bersiap jika perlindungan ini berkurang seiring waktu dan berpotensi membantu mengatasi Omicron dan varian baru di masa depan," kata kepala penelitian dan pengembangan vaksin Pfizer, Kathrin Jansen.

Pfizer menyatakan bahwa rejimen dua dosis dari vaksin asli mungkin tidak cukup untuk melindungi terhadap infeksi dari varian Omicron, dan bahwa perlindungan terhadap rawat inap dan kematian mungkin berkurang.

Baca Juga: Hadapi Omicron, Vaksin Sputnik V Lebih Baik Dibanding Pfizer

Namun, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS menyatakan dosis ketiga vaksin mRNA seperti vaksin Pfizer-BioNTech telah memberikan perlindungan 90 persen terhadap rawat inap karena Covid-19.

Beberapa negara sudah mulai menawarkan dosis vaksin penguat atau tambahan, tetapi penelitian terbaru dari Israel menunjukkan bahwa sementara dosis keempat vaksin mRNA meningkatkan antibodi, levelnya tidak cukup tinggi untuk mencegah infeksi oleh varian Omicron.

Kepala Eksekutif BioNTech Ugur Sahin mengatakan kepada Reuters pada bulan November bahwa regulator kemungkinan tidak akan memerlukan pengujian vaksin berbasis Omicron pada manusia karena BioNTech dan Pfizer telah membuat versi vaksin untuk menargetkan varian Alpha dan Delta sebelumnya, dengan uji klinis terus berlanjut.

Baca Juga: Studi: Dosis Keempat Vaksin Pfizer Gagal Tangkal Omicron

Namun, perdebatan tampaknya telah bergeser ketika Badan Obat Eropa (EMA) menyatakan pada Jumat bahwa regulator internasional sekarang lebih suka studi klinis dilakukan sebelum persetujuan vaksin baru.

“Studi-studi ini harus menunjukkan bahwa antibodi penetralisir dalam darah peserta lebih unggul daripada yang ditimbulkan oleh vaksin saat ini. Fitur lain yang diinginkan dari vaksin yang ditingkatkan adalah untuk melindunginya dari varian lain yang menjadi perhatian,” kata EMA.

Varian Omicron telah menggantikan varian Delta sebagai garis keturunan dominan di banyak bagian dunia. Omicron sendiri sekarang terpecah menjadi subvarian yang berbeda, salah satunya, BA2, yang menimbulkan kekhawatiran khusus.



Penulis: Unggul Wirawan / WIR
Sumber: BeritaSatu.com

#Pfizer #BioNTech #Omicron #Vaksin Khusus Omicron #Vaksin Covid-19

BAGIKAN

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI

Prilly Latuconsina Masuk Daftar Forbes Under 30 Asia 2022

Letakkan Pancasila Sebagai Nilai Dasar dan Universal

Bahas Rusia-Ukraina, GMKI Adakan Webinar Internasional

Puan: Saatnya Kaum Perempuan Lebih Berperan dalam Politik

Cegah PMK di Lampung, Apkasi Setop Pasokan Sapi dari Luar Daerah

Menpora: Prestasi di SEA Games, Bukti DBON di Jalur Tepat

Pemkab Bogor Telusuri Asal Penyakit Mulut dan Kuku pada Sapi

Menhub: Jalur KA Solo Balapan-Palur Beroperasi Juli 2022

Saran Guru Besar Unpad soal Polemik Penjabat Kepala Daerah

Biotek Farmasi Hadirkan Keunggulan Bioteknologi Originator

BERITA TERPOPULER