2 Bulan Operasional, Bus BTS Kota Bogor Digunakan 334.804 Penumpang

Bogor, Beritasatu.com - Selama beroperasi 2 bulan, bus program buy the service (BTS) Kota Bogor atau Biskita Trans Pakuan telah melayani 334.804 penumpang di 4 koridor.

Berdasarkan data evaluasi Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) menunjukkan pada tahun 2021 layanan Biskita Trans Pakuan sangat diminati masyarakat Bogor.

Sejak beroperasi pada awal November 2021, Biskita melayani 4 koridor yakni koridor 1 dengan trayek Terminal Bubulak-Cidangiang, koridor 2 dengan trayek Teminal Bubulak-Cidangiang-Ciawi, koridor 5 trayek Ciparigi-Stasiun Bogor, dan koridor 6 Parung Banteng-Air Mancur.

"Hal ini ditandai dengan tingginya load factor pada setiap koridor layanan tersebut," ucap Humas BPTJ, Budi Rahardjo, Minggu (23/1/2022).

Baca Juga: Kemarin Gagal Beroperasi, Bima Arya Janjikan Bus BTS Meluncur Pekan Depan

Untuk koridor Stasiun Bogor -Terminal Ciparigi yang diluncurkan pertama kali secara keseluruhan telah melayani penumpang sebanyak 163.594 orang. Pada koridor ini load factor mencapai angka 69%.

Sementara untuk koridor dengan rute Parung Banteng–Air Mancur tercatat melayani penumpang sebanyak 81.978 orang dengan load factor sekitar 52 %.

Selanjutnya untuk koridor Terminal Bubulak-Cidangiang secara keseluruhan telah dimanfaatkan sebanyak 33.433 penumpang. Pada koridor ini, sepanjang pengoperasiannya pada tahun 2021 mencapai load factor sebesar 65 %.

Adapun total penumpang pada koridor dengan rute terpanjang, yakni dari Terminal Bubulak hingga Ciawi, jumlah penumpangnya mencapai 55.799 orang. Untuk koridor ini memiliki load factor tertinggi di antara semua koridor, yaitu sebesar 119%.

Secara keseluruhan jumlah penumpang Biskita Trans Pakuan sejak tanggal 2 November hingga 31 Desember 2021 di 4 koridor yang telah beroperasi telah melayani 334.804 penumpang dengan load factor mencapai rata-rata 68%.

Baca Juga: Bus BTS Kota Bogor Kembali Beroperasi

Budi menerangkan, layanan Biskita Trans Pakuan di Kota Bogor merupakan bagian dari program subsidi pengembangan angkutan umum massal perkotaan dari Pemerintah Pusat untuk wilayah Bodetabek.

"Subsidi diberikan dalam bentuk skema BTS guna penyelenggaraan layanan angkutan umum massal perkotaan berbasis bus (Bus Rapid Transit/BRT) menggantikan angkutan umum perkotaan konvensional," terang Budi.

Kota Bogor terpilih sebagai pilot project BTS di Bodetabek, di mana soft launching layanan ini telah dilakukan sejak 2 November 2021 lalu. Secara keseluruhan terdapat 4 koridor layanan Biskita Trans Pakuan dengan jumlah armada bus sebanyak 49 unit.



Penulis: Vento Saudale / JAS
Sumber: BeritaSatu.com

#Bus BTS #Trans Pakuan #BPTJ #Bus Trans Pakuan #Kota Bogor

BAGIKAN

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI

Saran Guru Besar Unpad soal Polemik Penjabat Kepala Daerah

Biotek Farmasi Hadirkan Keunggulan Bioteknologi Originator

Kerja Sama IPEF Diluncurkan, Ini Harapan Pelaku Usaha

2 Warga Jepang Meninggal selama Lockdown di Shanghai

Kebijakan People First Jadi Kunci Utama Pemulihan Ekonomi

Warga Jakarta dan Relawan Deklarasi Dukungan untuk Ganjar

Panitia: Biaya Penyelenggaraan Formula E Jakarta Rp 130 M

Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas ke Arah Barat Daya

Festival Kopi PDI Perjuangan Bakal Pecahkan Rekor MURI

Kartini Cup Ajang PCI Tingkatkan Kualitas Tim Kriket Putri U-19

BERITA TERPOPULER