Biden Batalkan Rencana Taman Nasional Pahlawan Amerika

Washington, Beritasatu.com- Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden membatalkan rencana pembangunan Taman Nasional Pahlawan Amerika pada Jumat (14/5/2021). Biden menilai rencana tersebut hanya omong kosong.

Biden mencabut perintah eksekutif mantan presiden Donald Trump yang ditujukan untuk kebijakan moderasi perusahaan media sosial dan mencap bantuan luar negeri Amerika.

Dalam perintah eksekutif sendiri, Biden menghapus gugus tugas yang dibentuk Trump untuk membuat monumen baru, yang diusulkan mantan presiden tahun lalu.

Taman nasional akan menampilkan pahatan puluhan tokoh sejarah Amerika, termasuk presiden, atlet, dan ikon budaya pop, yang dibayangkan oleh Trump sebagai "taman luar ruangan yang luas yang akan menampilkan patung-patung orang Amerika terhebat yang pernah hidup."

Trump menyusun sendiri daftar 30-plus, termasuk Davy Crockett, Billy Graham, Whitney Houston, Harriet Tubman dan Antonin Scalia. Tetapi tidak ada situs yang dipilih dan taman itu tidak pernah didanai oleh Kongres.

Baca Juga: Biden: Separuh Pemimpin Dunia Minta Bantuan Vaksin Covid-19 dari AS

Trump berulang kali mengutuk penodaan dan penggulingan patung bersejarah oleh para demonstran selama protes terhadap ketidakadilan rasial dan kebrutalan polisi menyusul kematian George Floyd di Minneapolis tahun lalu.

Perintah eksekutif Trump yang mendirikan taman tersebut mengatakan bahwa prioritas harus diberikan pada monumen kepada mantan presiden, kepada individu dan peristiwa yang berkaitan dengan penemuan Eropa di Amerika Utara, pendirian Amerika Serikat, dan penghapusan perbudakan.

"Tidak seorang pun akan menjalani kehidupan yang sempurna, tetapi semua akan berharga untuk dihormati, diingat, dan dipelajari," kata perintah yang sekarang dibatalkan itu.

Baca Juga: Dicekal Medsos, Trump Luncurkan Situs Internet Baru

Perintah Biden juga mencabut perintah Trump pada Mei 2020 yang meminta Departemen Kehakiman dan Komisi Perdagangan Federal untuk menyelidiki perusahaan media sosial karena melabeli atau menghapus postingan atau seluruh akun yang diklaim Trump sebagai pembatasan kebebasan berbicara. Perintah itu datang sebelum Trump sendiri dihapus dari platform seperti Twitter dan Facebook setelah pemberontakan 6 Januari di Capitol.

Presiden juga mengakhiri perintah Trump pada Desember 2020 untuk mencap semua bantuan luar negeri AS dengan satu "logo yang mewujudkan nilai-nilai dan kemurahan hati rakyat Amerika".



Penulis: Unggul Wirawan / WIR
Sumber: BeritaSatu.com

#Amerika Serikat #Joe Biden #Donald Trump #Presiden AS

BAGIKAN

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI

Mancini Yakin Italia Bakal Kian Bersinar

Bunuh Diri Hummels Antar Prancis Tundukkan Jerman

Portugal Menang, Ronaldo Buat 4 Rekor

Ronaldo Dua Gol, Portugal Bungkam Hungaria 3-0

Menit 87 Ronaldo Perbesar Keunggulan Portugal

Menit 83, Raphael Guerreiro Bawa Portugal Unggul

Video Viral Pecah Kaca Truk Ternyata Keributan Antar Sopir

Setelah 17 Tahun, Perang Dagang AS- Uni Eropa Mereda

Bank Dunia dan Uni Afrika Distribusikan Vaksin Covid-19

Korban Mafia Tanah 45 Hektare Berharap Hakim Tolak Pembelaan Dua Tersangka

BERITA TERPOPULER