Jelang Seminggu Gunakan Bitcoin, Begini Kondisi El Salvador

San Salvador, Beritasatu.com - El Salvador menjadi negara pertama di dunia yang menerima bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah, mulai Senin (6/9/2021). Hampir seminggu berjalan, kebijakan yang diharapkan dapat menghemat biaya remitansi sekitar US$ 400 juta itu tidak berjalan mulus.

Presiden Nayib Bukele menjanjikan US$ 30 (sekitar Rp 425.325) dalam bentuk bitcoin untuk setiap warga negara yang mengadopsi mata uang tersebut. Selain bitcoin, El Salvador menggunakan dolar AS sebagai mata uang resmi. Tampak antrian warga di ATM-ATM yang ingin menukarkan bitcoin dengan uang tunai, tetapi ternyata banyak ATM yang tidak berfungsi. Menurut keterangan petugas, hanya tiga orang yang berhasil menukarkan bitcoin mereka dengan uang tunai.

Salah satunya, adalah Francisco Aleman. Menurut Financial Times, Aleman mengumpulkan insentif bitcoin dari anggota-anggota keluarganya. Aleman berhasil mengumpulkan US$ 120, tetapi ketika ditukar, nilai tukar bitcoin turun sehingga nilainya berkurang jadi US$ 118.

Baca Juga: Bitcoin Jadi Alat Pembayaran Sah, Bukele Klaim Warga Akan Banyak Akses Layanan Bank

"Menurut saya ini hal yang bagus. Orang-orang yang ingin menggunakan bitcoin akan tetap menggunakannya, tetapi yang hanya ingin insentif tidak akan menggunakan bitcoin. Pada akhirnya semua akan teregulasi," kata pelajar berusia 24 tahun itu.

Toko-toko, restoran, hingga salon sekarang harus menerima bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah.

Warga bisa mengunduh dompet digital Chivo untuk mendapatkan insentif bitcoin US$ 30. Untuk membeli produk, warga bisa memindai QR Code untuk menyelesaikan transaksi secara instan.

Untuk menunjang aplikasi ini, Pemerintah telah menginvestasikan US$ 200 juta, termasuk membuat mesin ATM dan membayar komisi transaksi.

Baca Juga: Sejumlah Fakta Menarik di Balik El Salvador Legalkan Bitcoin

Berbagai kalangan, mulai dari ekonom, lembaga pemeringkat kredit, hingga IMF, memperingatkan bahwa apa yang dilakukan Bukele adalah hal yang berisiko tinggi karena volatilitas bitcoin yang tinggi.

Menjelang seminggu kebijakan Bukele, aplikasi Chivo mengalami masalah seperti tidak dapat diakses. Demonstrasi menentang kebijakan coba-coba Bukele juga terjadi di ibu kota.

Perusahaan multinasional di El Salvador, seperti Pizza Hut dan Starbucks mulai menerima bitcoin. Insentif bitcoin US$ 30 yang diharapkan dapat digunakan sebagai alat pembayaran ternyata ditukarkan dengan uang tunai oleh warga.

Hampir seminggu berjalan, salah satu bank terbesar El Salvador mengatakan transaksi harian menggunakan bitcoin sangat rendah, atau kurang dari 0,0001% dari keseluruhan transaksi harian. Hingga Kamis lalu, masih banyak jaringan supermarket yang belum menerima bitcoin.

Tokoh-tokoh pengusaha juga memilih diam dan "wait and see". Salah seorang eksekutif perbankan mengatakan bahwa mereka mencoba menjalankan kebijakan baru ini secara konservatif. Dia mengatakan banknya sudah memiliki perjanjian dengan perusahaan penukaran bitcoin internasional untuk langsung menukarkan bitcoin ke dolar.

Patrick Murray, salah satu pendiri aplikasi e-commerce Tuyo, mengkritik pemerintah karena mewajibkan perusahaan-perusahaan menerima bitcoin dan kegagalan mengajak banyak perusahaan menerima bitcoin.

"Banyak yang menentang kebijakan yang dibuat atas nama bitcoiin ini. Kebijakan ini membuat kami terkenal karena hal yang salah," kata Murray.

Tidak semua menentang kebijakan Bukele. Ada juga warga yang senang karena berhasil menerima remitansi tanpa potongan biaya komisi yang tinggi. Setelah dua hari mencoba, Kiara Hueso, tenaga pemasaran produk kecantikan, mengaku senang karena berhasil menarik US$ 75 yang dikirimkan ayahnya dari AS setelah dua hari mencoba.



Penulis: Faisal Maliki Baskoro / FMB
Sumber: Financial Times

#Bitcoin #El Salvador #Beritasatu Bisnis #Cryptocurrency

BAGIKAN

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI

Asproksi Bekasi Diharapkan Berkontribusi Tingkatkan Standar Produk Kesehatan

Sejalan Mata Uang Asia, Awal Perdagangan Rupiah Melemah 20 Poin

Cerita Bima Arya Minta Tips Bangun Kota Bahagia ke Dubes Finlandia

Bisnis Makanan dan Minuman Rendah Kalori Mampu Bertahan Saat Pandemi

Pagi dan Sore Ini Jakarta Diguyur Hujan

BPBD Minta Warga Laporkan Bila Ada Bencana yang Terjadi di Kota Tangerang

Kemtan Raih Penghargaan Tertinggi Keterbukaan Informasi Publik 2021

Pemkot Tangerang Uji Coba Penerapan PeduliLindungi di Dua Pasar Tradisional

IHSG Cenderung Flat di Sekitar Garis Datar pada Awal Sesi

Pilih Tiongkok, 5 Pesepakbola Top Ini Rela Hengkang demi Uang

BERITA TERPOPULER