Junta Militer Myanmar Serang Basis Pemberontak di Wilayah Barat

Yangon, Beritasatu.com- Junta militer Myanmar menyerang basis pemberontak di Chin, wilayah barat Myanmar. Seperti dilaporkan Associated Press, pada Minggu (16/5/2021), Kedutaan besar Amerika Serikat (AS) dan Inggris di Myanmar telah menyatakan keprihatinan tentang laporan serangan sengit pemerintah.

“Pertempuran itu dimulai sekitar pukul 6 Sabtu pagi ketika pasukan pemerintah yang diperkuat oleh helikopter mulai menembaki bagian barat kota Mindat, menghancurkan beberapa rumah,” kata juru bicara Pasukan Pertahanan Chinland.

Pasukan Pertahanan Chinland adalah kelompok milisi yang dibentuk secara lokal yang menentang kudeta Februari yang menggulingkan pemerintahan terpilih Aung San Suu Kyi.

Helikopter juga mengambil bagian dalam serangan itu, menurut juru bicara itu, yang berbicara dengan syarat anonim karena alasan keamanan.

"Kota Mindat sekarang dikepung dan bersiap untuk serangan habis-habisan oleh pasukan junta dari udara dan darat," bunyi pernyataan dari Organisasi Hak Asasi Manusia Chin.

Baca Juga: Perbankan Myanmar Nyaris Kolaps, Masyarakat Berbondong-bondong Tarik Uang

Pemerintah Persatuan Nasional bayangan, yang dibentuk oleh anggota parlemen yang diblokir oleh tentara untuk mengambil kursi mereka di Parlemen, memperingatkan bahwa “dalam 48 jam ke depan.

“Kota Mindat berpotensi menjadi medan pertempuran dan ribuan orang menghadapi bahaya pengungsian. Banyak yang telah meninggalkan kota berpenduduk sekitar 50.000 orang itu,” kata seorang penduduk yang dihubungi melalui telepon yang juga melarikan diri.

Administrasi Rakyat Kotapraja Mindat, kelompok oposisi lainnya, mengklaim bahwa 15 pemuda telah ditahan oleh pasukan pemerintah dan digunakan sebagai tameng manusia. Dikatakan, sedikitnya lima pembela kota itu tewas dalam bentrokan dan sedikitnya 10 orang lainnya cedera.

Baca Juga: Junta Myanmar Umumkan Darurat Militer Setelah Serangan di Bank dan Polisi

Tak satu pun dari rincian ini dapat diverifikasi secara independen. Tetapi siaran televisi pemerintah Myanmar pada Sabtu malam melaporkan bahwa pertempuran sedang berlangsung, dan mengakui bahwa para pembela kota telah melakukan perlawanan keras terhadap tentara.

"Penggunaan senjata perang oleh militer terhadap warga sipil, termasuk minggu ini di Mindat, adalah demonstrasi lebih lanjut dari kedalaman yang akan ditenggelamkan rezim untuk memegang kekuasaan. Kami meminta militer untuk menghentikan kekerasan terhadap warga sipil," kata Kedutaan Besar Inggris di Twitter.

Sementara Kedutaan Besar AS menyatakan pihaknya menyadari meningkatnya kekerasan di Mindat, termasuk laporan tentang penembakan militer terhadap warga sipil. Kedubes AS mendesak agar bukti kekejaman dikirim ke penyelidik PBB.



Penulis: Unggul Wirawan / WIR
Sumber: BeritaSatu.com

#Myanmar #Kudeta Myanmar #Junta Militer #Aung San Suu Kyi #Amerika Serikat #Inggris

BAGIKAN

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI

Bunuh Diri Hummels Antar Prancis Tundukkan Jerman

Portugal Menang, Ronaldo Buat 4 Rekor

Ronaldo Dua Gol, Portugal Bungkam Hungaria 3-0

Menit 87 Ronaldo Perbesar Keunggulan Portugal

Menit 83, Raphael Guerreiro Bawa Portugal Unggul

Video Viral Pecah Kaca Truk Ternyata Keributan Antar Sopir

Setelah 17 Tahun, Perang Dagang AS- Uni Eropa Mereda

Bank Dunia dan Uni Afrika Distribusikan Vaksin Covid-19

Korban Mafia Tanah 45 Hektare Berharap Hakim Tolak Pembelaan Dua Tersangka

Babak Pertama, Hungaria vs Portugal Masih Tanpa Gol

BERITA TERPOPULER