Diresmikan, Kereta Peluru Laos Akan Terhubung ke Tiongkok

Vientiane, Beritasatu.com - Laos mengadakan upacara keagamaan Buddha pada Kamis (2/12/2021) untuk memberkati jalur kereta cepat senilai US$ 6 miliar yang diprakarsai Tiongkok yang menandai salah satu lompatan terbesar menuju modernisasi di negara paling kurang berkembang di Asia. Jalur kereta peluru ini akan menghubungkan kota Kunming di tenggara Tiongkok ke ibu kota Laos, Vientiane, membentang lebih dari 1.000 km, dan melintasi pegunungan dan sistem perairan.

Kantor berita negara Laos KPL pada hari Kamis mengatakan, proyek itu adalah bagian dari strategi pemerintah untuk mengubah Laos "dari negara yang terkurung daratan menjadi negara yang terhubung dengan daratan".

Jalur kereta api, yang diharapkan Tiongkok bakal diperluas ke Singapura, adalah bagian dari Inisiatif proyek Sabuk dan Jalan (BRI) yang ambisius.

Peresmian berlangsung pada Hari Nasional Laos yang jatuh Kamis, di mana para biksu Buddha berdoa di peron kereta api baru dan memberkati gerbong kereta dengan air dan tanda keberuntungan menjelang pembukaan resmi Jumat (3/12/2021) ini.

Dengan populasi 7 juta dan produk domestik bruto hanya US$ 18 miliar pada 2019, Laos yang komunis adalah salah satu negara termiskin di Asia.

Para ekonom telah memperingatkan proyek kereta cepat dapat memperumit tantangannya dalam membayar utang luar negeri, sebagian besar ke Tiongkok.

China memegang 70 persen saham dalam usaha patungan kereta api yang didirikan pada tahun 2015.

Baca Juga: Laos Berharap Kereta Peluru Dorong Peningkatan Ekonomi

Total investasi adalah 50,55 miliar yuan (US$7,93 miliar), menurut sebuah artikel oleh Portal Sabuk dan Jalan Tiongkok awal tahun ini. KPL memasang nilai US$5,98 miliar.

Bagi Nokphone Photsavang (35), yang bekerja di sektor perhotelan, proyek kereta cepat ini akan menjadi keuntungan bagi Laos.

"Saya percaya kereta api akan membawa banyak peluang dan saya menantikan pertumbuhan ekonomi," kata Nokphone.

"Ini juga memudahkan perjalanan antarkota dan akan membawa keluarga lebih dekat."



Penulis: Surya Lesmana / LES
Sumber: CNA/Reuters

#Laos #Tiongkok #Kereta Cepat #Jalur Kereta Cepat

BAGIKAN

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI

Singapura Dukung Presidensi G-20 Indonesia

Digelar 14 Februari 2024, Ketua DPR Harap Persiapan Pemilu Bisa Lebih Matang

10.000 Lebih Kasus, Turunan Varian Omicron BA.2 Terdeteksi di 47 Negara

Bentrok di Maluku Tengah, 1 Polisi Alami Luka Tembak di Pipi

DPP PDIP Tak Pecat Arteria Dahlan, Ini Alasannya

30 Tahun Berselisih, Arab Saudi dan Thailand Pulihkan Hubungan Diplomatik

Epidemiolog: Negara Perlu Perkuat Pembatasan Sosial Cegah Peningkatan Covid-19

Jadi Calon Tunggal, Tedros Bakal Lanjutkan Pimpin WHO

Masyarakat Bekasi Bentuk Malidi sebagai Garda Terdepan Tumpas Hoax

Jaga Kerahasiaan Pengguna, Aplikasi Teman Diabetes Raih Sertifikasi

BERITA TERPOPULER