Ketahanan BBM Nasional Makin Kuat Setelah RU Dumai Produksi Pertamax

Jakarta, Beritasatu.com – Dalam rangka meningkatkan ketahanan stok bahan bakar minyak (BBM) ramah lingkungan secara nasional, Pertamina Refinery Unit (RU) II Dumai berhasil melakukan lifting perdana produk Pertamax pekan lalu. Kegiatan itu ditandai pengangkutan produk Pertamax sebanyak 45.000 barel dengan Kapal MT Kirana Dwitya untuk dikirim ke RU III Plaju.

Produksi High Octane Mogas Component (HOMC) Pertamax dilakukan dalam rangka memenuhi kebutuhan migas nasional, khususnya Pertamina area Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). Produksi Pertamax diharapkan akan meningkatkan pencapaian yield valuable Product RU II. Selain itu, menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin tinggi terhadap produk BBM ramah lingkungan.

Baca Juga: BBM Non-Subsidi Pertamina Punya Teknologi Antikarat Mesin

Direktur Energy Watch Mamit Setiawan mengapresiasi capaian Pertamina melalui Refinery Unit (RU) II Dumai berhasil melakukan lifting perdana produk Pertamax. "Ini membuktikan kemampuan kilang-kilang Pertamina memproduksi BBM dengan RON tinggi semakin besar. Hal ini bisa membantu Pertamina dalam menjalankan program langit biru secara merata di berbagai wilayah," kata dalam keterangannya dikutip Kamis (15/4/2021).

Keberhasilan RU II dalam memproduksi Pertamax, kata Mamit, merupakan langkah nyata bahwa Pertamina berhasil melakukan upgrading kilang, sehingga kemampuan untuk memproduksi berbagai macam BBM semakin lengkap. "Keberhasilan Pertamina memproduksi Pertamax ini sekaligus merupakan upaya untuk memperkuat pasokan BBM nasional, terutama untuk di BBM dengan RON yang lebih tinggi," kaat Mamit.

Baca Juga: 8 Kota Ikut Program Langit Biru Pertamina

Apalagi program langit biru terus dijalankan di berbagai daerah. Hal ini juga bisa mengurangi beban impor untuk produk BBM yang sudah jadi. Untuk itu, lanjut Mamit, Pertamina harus terus bisa menjaga pasokan BBM ramah lingkungan, sehingga masyarakat tidak sulit untuk mendapatkan BBM tersebut.

Sementara pengamat ekonomi energi UGM Fahmi Radhi mengatakan, untuk hasilkan Pertamax dan BBM Euro-4, Pertamina harus melakukan upgrading di kilang yang ada. Bahkan jika perlu bangun kilang baru. Sebagai kilang yang sudah berumur, RU Dumai kata Fahmi sebenarnya didesain tidak untuk hasilkan Pertamax dan Euro-4. Kalau pun mampu produksi, kapasitas produksinya cukup terbatas. Karena itu dalam jangka panjang Pertamina tetap perlu membangun kilang baru. "Seperti yang direncanakan di Cilacap, Bontang dan Tuban, perlu terus didorong supaya terwujud," katanya.



Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo / WBP
Sumber: BeritaSatu.com

#Kilang Dumai #Pertamax #BBM #Pertamina #Ketahanan Energi

BAGIKAN

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI

Sundulan Kiper Alisson Jaga Asa Liverpool Lolos ke Liga Champions

Lusa, MKD DPR Gelar Pleno Bahas Azis Syamsuddin

Tahanan BNN Sumut Kabur Setelah Siram Petugas dengan Air Cabai

Pengganti Zidane, Nama Raul dan Joachim Low Masuk Daftar

Puncak Pergerakan Pengguna KRL Masa Libur Lebaran pada Siang Hari

Enam Desa di Aceh Tenggara Diterjang Banjir Bandang

Lima Gol di Selhurst Park, Palace Tumbangkan Villa

Menengok Penampilan Masa Muda Crazy Rich asal Malang

Babak I, West Bromwich vs Liverpool Bermain Imbang

Banjir di Nagan Raya, Ratusan Rumah di 6 Desa Masih Terendam

BERITA TERPOPULER