Pilih Tiongkok, 5 Pesepakbola Top Ini Rela Hengkang demi Uang

Jakarta, Beritasatu.com – Pada suatu waktu, tampaknya semua bintang sepakbola top memiliki kemungkinan untuk bergabung dengan klub di Tiongkok seperti halnya mereka pindah ke Liga Premier, La Liga, atau Serie A.

Pada tahun 2016 klub-klub yang tergabung dalam Liga Super Tiongkok memiliki dana yang mencengangkan.

Sejulah bintang top seperti Oscar dan Ramires akhirnya rela berpaling dari Inggris ke Tiongkok demi mendapatkan pemasukan yang lebih besar. Mereka tidak lagi memikirkan soal masa depan kariernya.

Banyak dari mereka yang justru memilih menghancurkan kariernya dengan mengejar uang di Tiongkok.

Berikut 5 Pemain yang memilih hengkang ke Tiongkok

1. Oscar
Gelandang Brasil Oscar menyelesaikan transfer £60 juta yang menakjubkan untuk bergabung dengan Shanghai SIPG di musim 2016/17. Di Shanghai, Oscar mendapat bayaran 20 juta pound per tahunnya.

Di klub barunya itu, Oscar bersinar dengan mencetak 48 gol dan assist 86, Dia membantu Shanghai memenangkan Liga Super China dan Piala Super FA China.

Sayangnya kariernya di Timnas Brasil juga sepertinya berakhir seiring kepindahan ke Tiongkok. Dia tidak pernah lagi dipanggil untuk tim nasional Brasil sejak meninggalkan Stamford Bridge.

Namun Oscar tidak menyesali keputusannya main di Tiongkok. “Saya tidak berpikir untuk meninggalkan China. Ada proyek besar bagi saya di sini. Setiap pemain sepakbola, atau setiap orang yang bekerja, ingin mendapatkan uang untuk membantu keluarga mereka,” katanya kepada The Guardian.

2. Graziano Pelle
Setelah menjadi pencetak gol andal di Premier League, Graziano Pelle hengkang dari Southampton ke Shandong Luneng. Pada saat kepindahannya, ia menjadi pemain dengan bayaran tertinggi kelima di dunia sepakbola, dengan gaji tahunan £ 13 juta. Tidak mengherankan, ia terus mencetak gol secara teratur untuk klub barunya, mencetak 51 gol dalam 101 penampilan Liga Super.

Setelah memenangkan Piala FA China, Pelle meninggalkan Shandong di akhir kontraknya, sebelum menghabiskan enam bulan di Parma.

Pemain berusia 36 tahun saat ini tanpa klub setelah mencetak hanya sekali dalam 13 penampilan untuk tim Italia.

3. Alex Teixera
Setelah awal yang menakjubkan di musim 2015/2016, yang membuatnya mencetak 22 gol dalam 15 pertandingan untuk Shakthar Donetsk, Alex Teixeira menarik minat banyak klub top seperti Liverpool. Alih-alih pindah ke Merseyside, Teixera justru memilih bergabung dengan klub Jiangsu Suning pada Januari 2016. Dia terus menjadi pemain mematikan di depan gawang klub, membawa mereka meraih gelar Liga Super Tiongkok pada 2020.

Namun di tengah meningkatnya masalah keuangan, Teixeria tidak diberikan kontrak baru, meninggalkan Tiongkok untuk bergabung dengan klub Turki Besiktas pada Januari.

4. Ramires
Seorang pemain penting Chelsea yang memenangkan Liga Inggris, Liga Champions, Liga Europa dan Piala FA, membuat keputusan mengejutkan ketika memilih untuk pindah ke Tiongkok.

Pemecatan Jose Mourinho membuat waktu bermainnya berkurang di The Blues, sehingga pemain Brasil itu memilih untuk pindah ke Jiangsu Suning. Dia gagal memenangkan trofi selama waktunya di Tiongkok sebelum kembali ke tanah airnya untuk bermain untuk Palmeiras, yang dia tinggalkan setelah hanya setahun.

“Saya melihat banyak orang mengatakan bahwa saya datang ke Tiongkok hanya untuk uang, tapi itu tidak benar,” katanya kepada Goal untuk membela kepindahannya.

“Jika Anda melihat situasi yang saya alami di Chelsea pada saat transfer, Anda akan melihat bahwa saya adalah pilihan terakhir [Guus] Hiddink di posisi saya dan ini sangat membuat saya frustrasi.”

5. Gervinho
Setelah bermain di Arsenal dan AS Roma, Gervinho membuat kejutan pindah ke Hebei China Fortune, yang baru saja dipromosikan ke Liga Super Tiongkok. Dia baru berusia 28 tahun ketika dia pindah ke Asia dengan biaya sekitar £ 15 juta, meskipun hanya akan membuat 29 penampilan dalam tiga musim untuk klub.

Pemain asal Pantai Gading itu juga dijanjikan bonus gol £ 130.000 meskipun ia hanya mampu mengemas empat gol. Gervinho kembali ke Italia untuk bermain untuk Parma setelah dua setengah tahun di Tiongkok, meskipun ia mempertahankan level sepakbola di negara itu.

“Semua orang mengira saya pergi ke Tiongkok untuk pensiun dan dibayar. Mereka mengira saya sedang berlibur selama beberapa tahun. Anda mendapatkan banyak – saya mendapat gaji besar – tetapi kemudian Anda harus membuktikan bahwa Anda layak mendapatkannya, ”katanya kepada The Guardian.



Penulis: Iman Rahman Cahyadi / CAH
Sumber: Daily Star

#Sepakbola Tiongkok #Transfer Pemain #Klub Tiongkok

BAGIKAN

BERITA TERKINI

Turnamen IYC dan Soft Launching JIS Ditunda

PN Jaksel Tolak Adili Gugatan Sri Untari Bisowarno

Taliban Terbitkan Dekrit Perlindungan Hak Perempuan

Kapolri: Pertahankan Capaian Positif Penanganan Covid-19

Wapres Resmikan Monumen Pahlawan Covid-19 Jawa Barat

Meski Diadang Pandemi, Exquise Patisserie Tambah Gerai Baru

ERT Putra Perkasa Abadi Juara Umum IFRC 2021

PB ISSI Kirim Atlet Berlatih ke Swiss

Varian Omicron Mengancam Pemulihan Ekonomi Dunia

Mine Perfumery Kembali Berinovasi Abadikan Momen 2021

BERITA TERPOPULER