AS dan Tiongkok Setuju Atasi Segera Krisis Iklim

Shanghai, Beritasatu.com- Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok setuju untuk mengatasi krisis iklim dengan segera. Seperti dilaporkan Al Jazeera, Minggu (18/4/2021), AS dan Tiongkok sepakat tentang perlunya komitmen iklim yang lebih kuat sebelum putaran baru pembicaraan internasional di Glasgow.

Tiongkok dan AS adalah dua penyumbang polusi karbon terbesar di dunia. Dua negara telah sepakat untuk bekerja sama dengan negara lain untuk memerangi perubahan iklim.

Pernyataan bersama pada Minggu (18/4/2021) menyusul pembicaraan dua hari antara utusan iklim Tiongkok Xie Zhenhua dan mitranya dari AS, John Kerry, di Shanghai.

"Amerika Serikat dan Tiongkok berkomitmen untuk bekerja sama satu sama lain dan dengan negara lain untuk mengatasi krisis iklim, yang harus ditangani dengan keseriusan dan urgensi yang dituntutnya," kata pernyataan bersama.

Perjalanan Kerry ke Shanghai menandai perjalanan tingkat tertinggi ke Tiongkok oleh seorang pejabat AS sejak Presiden Joe Biden menjabat pada Januari.

Baca Juga: Pertama di Dunia, Selandia Baru Luncurkan Aturan Perubahan Iklim

Biden mengatakan memerangi pemanasan global adalah salah satu prioritas tertingginya. Dia meminta AS bergabung kembali dengan kesepakatan iklim Paris pada periode awal masa kepresidenannya. Biden juga membatalkan penarikan yang diperintahkan oleh pendahulunya, Donald Trump.

Dalam pernyataan bersama, AS dan Tiongkok juga akan terus membahas tindakan nyata pada tahun 2020-an untuk mengurangi emisi yang bertujuan menjaga batas suhu yang sesuai dengan Perjanjian Paris.

Baca Juga: Banyak Bencana Alam, Spiritualis Nusantara Anjurkan Selamatan Bumi

Dalam kesepakatan Paris, negara-negara menyetujui pada 2015 untuk terus meningkatkan suhu global hingga di bawah 1,5 derajat Celcius.

Tiongkok dan AS adalah penyumbang polusi karbon terbesar di dunia, mengeluarkan hampir setengah dari asap bahan bakar fosil yang menghangatkan atmosfer planet.

Kerja sama Tiongkok dan AS adalah kunci keberhasilan upaya global untuk mengekang perubahan iklim. Tetapi hubungan yang rusak atas hak asasi manusia, perdagangan, dan klaim teritorial Tiongkok ke Taiwan dan Laut China Selatan telah mengancam untuk merusak upaya tersebut.



Penulis: Unggul Wirawan / WIR
Sumber: BeritaSatu.com

#Amerika Serikat #Tiongkok #Perubahan Iklim

BAGIKAN

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI

Lusa, MKD DPR Gelar Pleno Bahas Azis Syamsuddin

Tahanan BNN Sumut Kabur Setelah Siram Petugas dengan Air Cabai

Pengganti Zidane, Nama Raul dan Joachim Low Masuk Daftar

Puncak Pergerakan Pengguna KRL Masa Libur Lebaran pada Siang Hari

Enam Desa di Aceh Tenggara Diterjang Banjir Bandang

Lima Gol di Selhurst Park, Palace Tumbangkan Villa

Menengok Penampilan Masa Muda Crazy Rich asal Malang

Babak I, West Bromwich vs Liverpool Bermain Imbang

Banjir di Nagan Raya, Ratusan Rumah di 6 Desa Masih Terendam

23.455 Wisatawan Kunjungi Pantai Glagah Kulon Progo Saat Libur Lebaran

BERITA TERPOPULER