Polisi India Cegah Pembuangan Mayat Korban Covid-19 di Sungai Gangga

Mumbai, Beritasatu.com- Otoritas India mengerahkan aparat kepolisian untuk menghentikan praktik pembuangan mayat korban Covid-19 di sungai Gangga. Seperti dilaporkan Reuters, pada Sabtu (15/5/2021), kasus kematian harian Covid-19 di India tetap mendekati 4.000.

"Kami telah menempatkan pasukan polisi di sungai dan juga telah mengirim komunikasi ke otoritas lokal bahwa praktik ini dihentikan," kata Navneet Sehgal, juru bicara negara bagian Uttar Pradesh.

Dalam 24 jam terakhir, , data kementerian kesehatan menunjukkan India mengalami 326.098 infeksi baru, menambah penghitungannya menjadi 24,37 juta, dengan 3.890 kematian, dengan korban 266.207.

Seorang pejabat pemerintah mengatakan polisi terus berpatroli di tepi Sungai Gangga di negara bagian terpadat di India, Uttar Pradesh, untuk menghentikan pembuangan mayat di sungai.

"Kami terus menemukan 10 hingga 20 mayat sesekali," kata Navneet Sehgal, juru bicara negara bagian utara, yang populasinya lebih banyak penduduk daripada Brasil, kepada Reuters.

Baca Juga: Varian Covid B1617 Asal India Menyebar ke Seluruh Dunia

Sehgal menyangkal laporan di surat kabar Asian Age, mengutip sumber-sumber pemerintah federal, bahwa hampir 2.000 mayat korban virus yang mungkin telah ditarik dari sungai dalam seminggu terakhir atau lebih.

Beberapa desa di tepi sungai tidak mengkremasi jenazah mereka sesuai dengan tradisi Hindu selama periode tertentu yang memiliki makna religius, tambahnya.

Infeksi virus di negara bagian secara resmi memuncak akhir bulan lalu tetapi para ahli mengatakan lebih banyak kasus tidak terdeteksi di desa-desa yang menampung sebagian besar dari 240 juta orang di negara bagian itu.

Baca Juga: Otoritas India Pasang Jaring di Sungai Gangga untuk Evakuasi Mayat

Kasus terus menurun di beberapa negara bagian India yang dilanda lonjakan awal infeksi, seperti negara bagian terkaya di Maharashtra dan ibu kota New Delhi, setelah mereka memberlakukan karantina yang ketat.

Di Jenewa, kepala Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan India adalah masalah besar, dengan tahun kedua pandemi ditetapkan menjadi lebih mematikan daripada tahun pertama.

Pernyataan Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam pertemuan daring muncul setelah Perdana Menteri India Narendra Modi membunyikan alarm pada hari Jumat atas penyebaran penyakit Covid-19 yang cepat melalui pedesaan yang luas.



Penulis: Unggul Wirawan / WIR
Sumber: BeritaSatu.com

#India #Sungai Gangga #Korban Covid-19 #Covid-19 #Uttar Pradesh

BAGIKAN

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI

Jerman Tumbang, Loew Tak Mau Salahkan Tim

Prancis Taklukkan Jerman, Ini Komentar Deschamps

Mancini Yakin Italia Bakal Kian Bersinar

Bunuh Diri Hummels Antar Prancis Tundukkan Jerman

Portugal Menang, Ronaldo Buat 4 Rekor

Ronaldo Dua Gol, Portugal Bungkam Hungaria 3-0

Menit 87 Ronaldo Perbesar Keunggulan Portugal

Menit 83, Raphael Guerreiro Bawa Portugal Unggul

Video Viral Pecah Kaca Truk Ternyata Keributan Antar Sopir

Setelah 17 Tahun, Perang Dagang AS- Uni Eropa Mereda

BERITA TERPOPULER