Uganda Cabut Sejumlah Pembatasan Covid-19

Kampala, Beritasatu.com- Otoritas Uganda mencabut beberapa pembatasan Covid-19 setelah 42 hari diterapkan, sementara pembatasan yang lain tetap berlaku. Seperti dilaporkan VOA, Sabtu (31/7/2021), karantina sekolah di Uganda tetap diberlakukan.

Menurut pemerintah, beberapa pekerja penting termasuk petugas kesehatan, petugas keamanan, guru, dan warga yang berusia di atas 45 tahun,wajib divaksinasi.

Jumat malam, Presiden Uganda Yoweri Museveni mengumumkan pencabutan sebagian karantina Covid-19 setelah 42 hari. Museveni mengatakan keputusan itu dibuat oleh Gugus Tugas Nasional setelah mempertimbangkan penurunan kasus, tingkat positif dan penerimaan rumah sakit.

Di antara faktor-faktor lain, gugus tugas juga mempertimbangkan tingkat kepatuhan terhadap keselamatan, prosedur oleh penduduk dan efek dari karantina terus menerus terhadap ekonomi dan penduduk. Namun, masih ada pembatasan bahkan dengan pencabutan sebagian karantina ini.

Baca Juga: Terkecoh Vaksin Covid Palsu, 812 Warga Uganda Cuma Disuntik Air

“Jam malam dipertahankan pukul 19.00. Nomor dua, boda bodas (ojek motor) sekarang diperbolehkan beroperasi hingga pukul 18.00. Mereka sekarang diizinkan membawa satu penumpang. Sekolah harus tetap ditutup sampai vaksinasi yang memadai dari populasi anak-anak berusia 12 hingga 18 tahun yang memenuhi syarat telah dilakukan,” kata Museveni. 

Pusat-pusat bisnis sekarang diharuskan membersihkan jalur melalui kios-kios yang disewa dan tempat-tempat ibadah tetap ditutup selama 60 hari lagi. Selain itu, acara olahraga luar ruangan akan diadakan tanpa penonton, dan bar serta kegiatan olahraga dalam ruangan tetap ditutup sampai populasi cukup divaksinasi.

Dengan pencabutan sebagian penguncian ini, Museveni mengatakan Otoritas Perencanaan Nasional dan pejabat gugus tugas memproyeksikan bahwa kasus dapat dikurangi menjadi 85 per hari pada minggu ketiga dan 66 kasus per hari pada hari ke-28. Pejabat mendesak penduduk untuk mematuhi prosedur keselamatan standar untuk mengekang penyebaran virus corona.

Baca Juga: Hadapi Lonjakan Kasus Covid-19, Uganda Berlakukan Lagi Karantina

Pada 29 Juli, Uganda telah mendaftarkan 252 kasus baru dengan 29 kasus kematian dalam 48 jam sebelumnya. Kasus terkonfirmasi kumulatif mencapai 93.927 kasus.

Angkutan umum telah diizinkan untuk beroperasi kembali dengan separuh jumlah penumpang normal dan kendaraan pribadi hanya diperbolehkan mengangkut tiga penumpang.

Menteri Kesehatan Uganda Jane Ruth Aceng mengatakan program vaksinasi massal Covid-19 terhambat oleh kekurangan vaksin secara global karena permintaan melebihi produksi.

Aceng mengatakan pemerintah Uganda telah mengeluarkan daftar vaksin yang dapat digunakan di negara itu termasuk Astrazeneca, Johnson dan Johnson, Pfizer-Biontech, Sinopharm, Sinovac, Sputnik V, Sputnik Light dan Moderna, menambahkan bahwa pejabat Kementerian Kesehatan melakukan segala kemungkinan. untuk mendapatkan vaksin.

Baca Juga: Uganda Gelar Vaksinasi Covid-19 untuk 1,4 Juta Pengungsi

“Strategi Pemerintah Uganda adalah vaksinasi massal dari populasi yang memenuhi syarat sebanyak 22 juta orang, mewakili 49,8% sebagai sarana pengendalian pandemi yang optimal dan pembukaan penuh perekonomian. Selain itu, pertimbangan akan diberikan kepada anak-anak berusia 12 hingga 15 tahun dengan penyakit penyerta,” kata Aceng.

Dalam sambutan resmi, Museveni mengatakan sekolah harus terus mengajar secara daring, sesuatu yang membuat banyak sekolah dan siswa miskin tidak masuk.

Ismail Kisule, seorang guru sekolah swasta mengatakan tahun lalu sulit karena pendapatannya dipotong.

“Sejak lockdown pertama, kami tidak punya harapan untuk kembali mengajar. Artinya, kami belum dibayar. Jadi, ketika pemerintah mengatakan mereka akan menunggu sampai mereka memvaksinasi lebih banyak orang agar kami dapat melanjutkan pekerjaan, akan memperburuk situasi kami dan memaksa kami untuk berhenti mengajar,” keluh Kisule.

 



Penulis: Unggul Wirawan / WIR
Sumber: BeritaSatu.com

#Uganda #Pembatasan #Covid-19 #Yoweri Museveni

BAGIKAN

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI

Sidang Perdana Perkara Suap 2 Eks Pejabat Ditjen Pajak Tunggu Jadwal Pengadilan

PPK Kemayoran Konsisten Memanfaatkan Wisma Atlet sebagai Satu RSD Covid - 19

Mengejutkan, Conor McGregor Bisa Kembali Naik Octagon Akhir Tahun Ini

Jawa Barat Ekspor Ubi Jalar ke Pasar Singapura

Jadi Pusat Vaksin Global, Puan: Indonesia Dapat Banyak Manfaat

Keberagaman di Indonesia Anugerah dari Tuhan

Pakar: Vonis Gugatan Polusi Udara Jakarta, Bukan Solusi Perbaiki Lingkungan

Masterpiece Auction Lelang Karya-karya Maestro Asia Tenggara

Wagub DKI: Kelanjutan Bansos Tunai Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat

BNN Hadiri Pertemuan Internasional Asod

BERITA TERPOPULER