Banjir di Afganistan, 113 Orang Tewas dan Puluhan Hilang

Kabul, Beritasatu.com- Korban tewas akibat banjir di provinsi Nuristan, Afganistan mencapai 113 orang dan puluhan lainnya hilang. Seperti dilaporkan Al Jazeera, operasi penyelamatan masih berlangsung pada Minggu (1/8/2021).

Bencana banjir melanda, beberapa hari setelah hujan lebat mengguyur distrik Kamdesh di provinsi terpencil yang dikuasai Taliban, sekitar 200 kilometer sebelah timur laut ibu kota, Kabul, pada Rabu.

Kepada kantor berita dpa, Abdul Samai Zarbi, juru bicara Otoritas Manajemen Bencana Nasional Afganistan (ANDMA), mengatakan bahwa lebih dari 170 rumah telah hancur "sebagian atau seluruhnya", memengaruhi sekitar 300 keluarga.

Sementara memberikan data korban cedera 34 orang, Zarbi mencatat angka itu masih awal dan dapat berubah.

Baca Juga: Akibat Penyiksaan dan Pembunuhan, Taliban Dituding Tidak Ingin Perdamaian di Afganistan

Banjir juga menghancurkan satu jembatan utama di distrik tersebut, menurut otoritas bencana, yang mengatakan tidak mampu memberikan dukungan penting seperti makanan, tempat tinggal sementara dan dukungan medis kepada para korban.

“Sayangnya [karena] daerah itu berada di bawah kendali Taliban, kami tidak dapat mengirim tim provinsi kami ke daerah itu,” Tamim Azimi, juru bicara kementerian negara Afganistan untuk manajemen bencana, mengatakan kepada kantor berita AFP.

Namun, tim survei dari Masyarakat Bulan Sabit Merah Afganistan telah melakukan perjalanan ke daerah tersebut untuk menilai kerusakan dan dukungan yang dibutuhkan.

Baca Juga: Kepada Tiongkok, Taliban Janji Afganistan Tak Akan Jadi Basis Separatis

Melaporkan dari Kabul, Charlotte Bellis dari Al Jazeera mengatakan PBB juga berusaha mengakses distrik tersebut untuk memberikan bantuan, termasuk air minum bersih.

Taliban telah merebut sebagian besar wilayah pedesaan dan merebut penyeberangan perbatasan utama sejak awal Mei ketika pasukan asing pimpinan AS memulai penarikan terakhir dari Afganistan yang sekarang hampir selesai.

Dengan para milisi mendapatkan lebih banyak kendali atas daerah-daerah seperti itu, kata Bellis, situasi di Nuristan menghadirkan “ujian nyata” bagi Taliban atas jenis dukungan yang dapat diberikannya kepada orang-orang yang terkena dampak “situasi semacam ini” jika mereka ingin tetap berada di sana.

Baca Juga: Trauma Dijajah Taliban, Warga Afganistan Mengungsi ke Turki

Afganistan sering dilanda banjir musiman yang merusak rumah, lahan pertanian, dan infrastruktur publik.

Pada Agustus 2020, lebih dari 150 orang meninggal di 13 provinsi akibat banjir bandang.

Menurut PBB, konflik selama beberapa dekade, ditambah dengan degradasi lingkungan dan investasi yang tidak memadai dalam pengurangan risiko bencana telah berkontribusi pada meningkatnya kerentanan warga Afganistan terhadap bencana alam.

Rata-rata, bencana alam berdampak pada 200.000 orang setiap tahun di negara ini.



Penulis: Unggul Wirawan / WIR
Sumber: BeritaSatu.com

#Afganistan #Banjir #Taliban

BAGIKAN

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI

Maman: Beragama dan Bernegara dalam Satu Napas NKRI untuk Lawan Ideologi Transnasional

Sidang Perdana Perkara Suap 2 Eks Pejabat Ditjen Pajak Tunggu Jadwal Pengadilan

PPK Kemayoran Konsisten Memanfaatkan Wisma Atlet sebagai Satu RSD Covid-19

Mengejutkan, Conor McGregor Bisa Kembali Naik Octagon Akhir Tahun Ini

Jawa Barat Ekspor Ubi Jalar ke Pasar Singapura

Jadi Pusat Vaksin Global, Puan: Indonesia Dapat Banyak Manfaat

Keberagaman di Indonesia Anugerah dari Tuhan

Pakar: Vonis Gugatan Polusi Udara Jakarta, Bukan Solusi Perbaiki Lingkungan

Masterpiece Auction Lelang Karya-karya Maestro Asia Tenggara

Wagub DKI: Kelanjutan Bansos Tunai Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat

BERITA TERPOPULER