Iran Akhirnya Validasi Vaksin Covid Johnson & Johnson

Teheran, Beritasatu.com- Otoritas kesehatan Iran akhirnya memvalidasi vaksin Covid-19 Johnson & Johnson buatan Amerika Serikat (AS). Seperti dilaporkan RT, Kamis (16/9/2021), Iran sebelumnya melarang masuk dan penggunaan semua vaksin buatan AS.

Regulator obat-obatan Iran telah mengumumkan vaksin Covid Johnson & Johnson telah ditambahkan ke gudang persediaan Iran untuk penggunaan darurat. Penambahan ini dilakukan meskipun ada larangan impor terhadap vaksin yang dibuat oleh Inggris dan AS awal tahun 2021.

Pada Kamis, kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Iran, Mohammad Reza Shanehsaz, dikutip oleh media pemerintah mengatakan bahwa vaksin corona dosis tunggal Johnson & Johnson telah disetujui.

Baca Juga: Kasus Kematian Akibat Covid di Iran Tembus 100.000

Shanehsaz menambahkan untungnya, sekeranjang vaksin virus corona yang terdaftar di Iran menjadi sangat beragam dan besar. Saat ini, Iran bergegas mengamankan lebih banyak dosis untuk meningkatkan kampanye inokulasinya.

Vaksin sekali pakai lainnya, Sputnik Light Rusia, juga mendapat "lampu hijau" oleh Teheran pada Kamis (16/9).

Saat ini, Iran mengalami gelombang kelima dari pandemi Covid-19, didorong oleh varian Delta yang lebih menular. Jumlah infeksi baru, bagaimanapun, agak menurun sejak bulan lalu, ketika Iran mengalami banyak kasus infeksi dan beberapa hari kematian yang memecahkan rekor.

Baca Juga: Akibat Covid, Satu Warga Iran Meninggal Tiap Dua Menit

Persetujuan vaksin Covid Johnson & Johnson adalah putaran balik kebijakan Iran awal tahun ini, ketika Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei melarang impor vaksin yang dibuat oleh Inggris dan AS karena kurangnya kepercayaan, karena kedua negara Barat itu mencatat angka kematian tertinggi di dunia. Namun, republik Islam itu telah meluncurkan Astrazeneca untuk digunakan, dan menyerukan lebih banyak impor vaksin asing pada 11 Agustus.

Teheran sebelumnya juga mengecam Washington. Pejabat Iran mengatakan sanksi berat AS telah memblokir akses Iran ke vaksin dan pasokan utama lainnya. Dia menjuluki tindakan semacam itu sebagai "terorisme medis."

Iran telah memberikan lebih dari 27 juta dosis pertama vaksin, sementara hampir 13,3 juta orang dari 83 juta populasi Iran telah divaksinasi lengkap. Iran menjadi negara Timur Tengah yang paling terpukul oleh Covid-19.



Penulis: Unggul Wirawan / WIR
Sumber: BeritaSatu.com

#Iran #Vaksin Covid-19 #Johnson & Johnson #Amerika Serikat #Varian Delta #Covid-19 #Ayatollah Ali Khamenei

BAGIKAN

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI

Pilih Tiongkok, 5 Pesepakbola Top Ini Rela Hengkang Demi Uang

IHSG Rawan Koreksi, Pantau AGRO, SAME, FREN, dan ACES

Hapuskan Ketentuan Swab PCR Saat Naik Pesawat Menggema di Media Sosial

Piala Liga: Chelsea ke Perempat Final, Tuchel Lega

Fokus Pasar: Prospek CPO Curi Perhatian Investor

2035, Singapura Akan Impor 30% Energi dari Sumber Rendah Karbon

Harga PCR Sebaiknya di Bawah Rp 200.00 dan Diberlakukan di Semua Moda

Bertemu Gubernur Kalbar, Wanita Emas Bicarakan Sosialisasi Ekonomi Digital

Pertumbuhan Penjualan Lahan Industri LPCK Dongkrak Kinerja LPKR

Terima Dubes Prancis, Menkominfo Bahas Kerja Sama Infrastruktur TIK

BERITA TERPOPULER