Mantan Kanselir Austria Kurz Mundur dari Politik

Wina, Beritasatu.com- Mantan kanselir Austria, Sebastian Kurz, telah mengumumkan kepergiannya dari dunia politik. Seperti dilaporkan RT, Kamis (2/12/2021), Kurz pernah menjabat sebagai kanselir Austria dari 2017 hingga 2019, dan kemudian dari 2020 hingga musim gugur ini.

Berbicara pada konferensi pers di Wina pada Kamis (2/12), Kurz mengatakan akan secara resmi mengundurkan diri sebagai ketua Partai Rakyat Austria pada Jumat (3/12). Dia membebaskan dirinya dari semua tugas politik lain dalam beberapa minggu mendatang.

Kurz menyebut kedatangan putranya yang baru lahir sebagai salah satu faktor kunci yang membuatnya mempertimbangkan kembali prioritasnya. Mantan rektor itu menambahkan, hingga saat ini dia telah mengabdikan hampir seluruh waktunya untuk jabatan politik yang dia pegang.

Baca Juga: Akibat Tuduhan Korupsi, Kanselir Austria Mengundurkan Diri

Lebih jauh, Kurz juga menyebutkan tekanan terus-menerus dan tuduhan korupsi yang ditujukan kepadanya selama beberapa bulan terakhir. Dia mengakui bahwa "perburuan penyihir" telah mengurangi kegembiraannya terhadap politik.

Kurz memenuhi syarat pernyataannya, bagaimanapun, dengan mengatakan bahwa kepergiannya tidak boleh dilihat sebagai pengakuan bersalah. Kurz menantikan hari ketika dia akan dapat membuktikan di depan pengadilan bahwa semua tuduhan terhadapnya adalah palsu.

Lebih jauh, pria berusia 35 tahun itu mengaku “bukan orang suci, atau penjahat,” melainkan hanya “manusia dengan kekuatan dan kelemahan, dengan kesalahan dan konsekuensi.”

Baca Juga: Hadapi Tuduhan Korupsi, Kanselir Austria Batal ke Israel

Pada 9 Oktober, Kurz mengumumkan keputusannya untuk meninggalkan kantor kanselir di tengah penyelidikan korupsi yang sedang berlangsung. Tindakan itu menandai berakhirnya masa jabatan kedua Kurzz, yang dimulai pada Januari 2020 setelah Partai Rakyat yang konservatif dan Partai Hijau menyegel kesepakatan koalisi.

Kepergian Kurz terjadi setelah kantor kejaksaan Austria untuk kejahatan ekonomi dan korupsi mengumumkan penyelidikan terhadap kanselir saat itu dan sejumlah rekan dekatnya. Mereka dicurigai memanipulasi jajak pendapat dan menggunakan uang publik untuk mengamankan liputan yang menguntungkan dari kebijakan Kurz di media antara 2016 dan 2018.

Liputan itu bertujuan meningkatkan peluangnya untuk terpilih sebagai pemimpin partai, dan selanjutnya, kanselir. Secara konsisten, Kurz membantah melakukan kesalahan dan hanya dipaksa untuk mundur setelah mitra koalisinya dari Partai Hijau mengeluarkan ultimatum.



Penulis: Unggul Wirawan / WIR
Sumber: BeritaSatu.com

#Austria #Sebastian Kurz #Mantan Kanselir Austria #Korupsi

BAGIKAN

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI

DPP PDIP Tak Pecat Arteria Dahlan, Ini Alasannya

30 Tahun Berselisih, Arab Saudi dan Thailand Pulihkan Hubungan Diplomatik

Epidemiolog: Negara Perlu Perkuat Pembatasan Sosial Cegah Peningkatan Covid-19

Jadi Calon Tunggal, Tedros Bakal Lanjutkan Pimpin WHO

Masyarakat Bekasi Bentuk Malidi sebagai Garda Terdepan Tumpas Hoax

Jaga Kerahasiaan Pengguna, Aplikasi Teman Diabetes Raih Sertifikasi

Mustika Ratu Harapkan Insentif Pengembangan Industri Ekstraksi

Tahapan Pemilu 2024

KPK: Korban Kerangkeng Bupati Langkat Mengaku Pekerja Sawit

WHO Mulai Selidiki Karakteristik Turunan Varian Omicron, BA.2

BERITA TERPOPULER