Salah Amputasi Kaki Pasien, Ahli Bedah Didenda Rp 43 Juta

Wina, Beritasatu.com- Pengadilan Austria telah mendenda seorang ahli bedah 2.700 euro (Rp 43 juta) karena keliru mengamputasi kaki seorang pasien.

“Ahli bedah berusia 43 tahun itu didenda di Pengadilan Regional Linz pada Rabu, dengan setengah dari jumlah itu ditangguhkan, karena melakukan kelalaian yang merugikan tubuh,” kata Walter Eichinger, wakil presiden pengadilan, kepada CNN pada Kamis (2/12/2021).

Pada 18 Mei, ahli bedah, yang bekerja di satu klinik di Freistadt, melakukan klarifikasi yang tidak memadai dengan catatan medis yang ada dan dokumentasi foto.

“Klarifikasi itu dilakukan sebelum operasi untuk rencana amputasi paha kiri dan dengan demikian menandai kaki kanan untuk operasi. intervensi,” kata Eichinger, Kamis.

Baca Juga: Cegah Amputasi Kaki Akibat Komplikasi Diabetes

“Paha kanan kemudian diamputasi tanpa indikasi medis,” kata Eichinger.

Menurut Eichinger, pengadilan memberikan ganti rugi US$ 5.666 (Rp 81,4 juta) kepada janda pasien, yang meninggal sebelum tanggal pengadilan, karena alasan yang tidak terkait dengan amputasi.

Baik terdakwa maupun jaksa memiliki waktu hingga pukul 12 malam. pada 6 Desember untuk mengajukan banding atas keputusan tersebut. Jika tidak, keputusan pengadilan akan bersifat final mulai 7 Desember.

Baca Juga: Tak Punya Biaya, Seorang Pria Amputasi Kakinya Sendiri

Pada Mei, rumah sakit mengeluarkan pernyataan menyusul insiden tersebut, yang disebutnya sebagai kesalahan tragis, yang disebabkan oleh kesalahan manusia.

Setelah kesalahan itu, pria itu juga harus menghilangkan kaki yang benar di atas lutut.

“Kami juga ingin menegaskan bahwa kami akan melakukan segalanya untuk mengungkap kasus ini, untuk menyelidiki semua proses internal dan menganalisisnya secara kritis. Setiap langkah yang diperlukan akan segera diambil,” kata pihak rumah sakit saat itu.



Penulis: Unggul Wirawan / WIR
Sumber: BeritaSatu.com

#Ahli Bedah #Salah Amputasi #Amputasi Kaki #Austria

BAGIKAN

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI

2021, KPK Tangkap 123 Tersangka dengan Pengembalian Negara Rp 416,9 M

KSP Harus Optimalkan Lahan Perumahan Krakatau Steel Menjadi Lebih Modern

KIPI pada Anak Cenderung Lebih Rendah Dibanding Dewasa dan Lansia

Singapura Dukung Presidensi G-20 Indonesia

Digelar 14 Februari 2024, Ketua DPR Harap Persiapan Pemilu Bisa Lebih Matang

10.000 Lebih Kasus, Turunan Varian Omicron BA.2 Terdeteksi di 47 Negara

Bentrok di Maluku Tengah, 1 Polisi Alami Luka Tembak di Pipi

DPP PDIP Tak Pecat Arteria Dahlan, Ini Alasannya

30 Tahun Berselisih, Arab Saudi dan Thailand Pulihkan Hubungan Diplomatik

Epidemiolog: Negara Perlu Perkuat Pembatasan Sosial Cegah Peningkatan Covid-19

BERITA TERPOPULER