Jadi Calon Tunggal, Tedros Bakal Lanjutkan Pimpin WHO

Jenewa, Beritasatu.com – Direktur Jenderal (Dirjen) Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus dipastikan melanjutkan kepemimpinannya untuk masa jabatan kedua. Pengumuman ini disampaikan setelah pemungutan suara prosedural Selasa (25/1/2022), menjadikan Tedros satu-satunya calon menjelang pemilihan kepemimpinan pada Mei 2022.

Sebagai pemimpin asal Afrika pertama dari badan kesehatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tersebut, ia mengatakan sangat berterima kasih atas dukungan baru. Sebelumnya, dewan eksekutif WHO mengadakan pemungutan suara rahasia yang menyetujui pencalonan Tedros sebagai calon tunggal untuk jabatan itu.

Tedros, salah satu tokoh yang paling dikenal dalam pertempuran global melawan Covid-19, mengakui bahwa masa jabatan lima tahun pertamanya menantang dan sulit. Menurutnya, adalah kehormatan besar untuk diberi kesempatan melanjutkan pertarungan.

Baca Juga: WHO Imbau Jangan Anggap Sepele Omicron

Dengan demikian, mantan menteri kesehatan dan urusan luar negeri Ethiopia itu diperkirakan dipilih kembali. Yakni ketika 194 negara anggota WHO memberikan suara mereka untuk pemilihan dirjen berikutnya pada Mei 2022.

Sejak Covid-19 meledak ke panggung global lebih dari dua tahun lalu, Tedros (56) yang spesialis malaria telah menerima banyak pujian atas caranya memimpin WHO melewati krisis.

Negara-negara Afrika khususnya senang dengan perhatian yang diberikan ke benua itu. Tedros juga mendorong kampanye bagi negara-negara miskin untuk mendapatkan bagian yang adil dari vaksin Covid-19.

Namun, sumber utama oposisi datang dari negara asal Tedros. Pemerintah Ethiopia mengecam komentar Tedros tentang situasi kemanusiaan di wilayah asalnya di Tigray yang kini dalam cengkeraman konflik selama 14 bulan terakhir.

[#pagebreak#]

Awal bulan ini Tedros menggambarkan kondisi di sana sebagai neraka. Ia juga menuduh pemerintah mencegah penggunaan obat-obatan dan bantuan penyelamatan jiwa lainnya, untuk menjangkau penduduk setempat yang putus asa. Pemerintah Ethiopia menuntut agar dia diselidiki atas perilaku buruk dan pelanggaran tanggung jawab profesional dan hukum.

Namun, kritik pemerintah negara tersebut tampaknya tidak mendapat banyak dukungan.

"Dia memang telah mengekspresikan dirinya dengan paksa, tetapi apa yang dia katakan sesuai dengan fakta yang diamati oleh kepala semua badan kemanusiaan," kata seorang sumber diplomatik dari negara Barat kepada AFP dengan syarat anonim.

"Tidak ada pelanggaran," tegasnya.

Baca Juga: WHO Mulai Selidiki Karakteristik Turunan Varian Omicron, BA.2

Pihak berwenang Ethiopia telah memblokir Komisi Uni Afrika dari suara bulat mendukung pencalonan Tedros. Tetapi beberapa negara Afrika, termasuk Kenya dan Rwanda, termasuk di antara 28 negara utama yang secara resmi mengajukan nama Tedros.

Pemerintah Amerika Serikat (AS) juga sekarang mendukung dirjen WHO.

Itu menandai perubahan besar dibandingkan pada awal pandemi. Saat itu pemerintahan mantan presiden Donald Trump mulai menarik AS keluar dari WHO, menuduhnya sebagai boneka pemerintah Tiongkok dan membantu menutupi wabah awal.

Penerus Trump, Joe Biden, menghentikan penarikan negaranya dari WHO. Pemerintah AS telah menyuarakan dukungan yang lebih kuat untuk Tedros karena ia telah mengambil nada tegas atas Tiongkok, menuntut transparansi yang lebih besar seputar asal-usul wabah.

Otoritas Tiongkok telah menegur dirjen WHO untuk komentar-komentar itu, tetapi masih menyatakan dukungan atas pencalonannya.

Di luar pandemi, Tedros telah menghadapi rentetan kritik, termasuk dari negara-negara yang mendukung pencalonannya untuk masa jabatan kedua.

[#pagebreak#]

Masa jabatan kedua Tedros kemungkinan akan didominasi oleh tugas berat untuk memperkuat WHO.

Banyak negara menuntut reformasi yang signifikan. Tetapi tingkat dan bentuk perubahannya belum ditentukan. Beberapa negara waspada bahwa WHO yang lebih kuat mungkin dapat melanggar kedaulatan pemerintah.

Tedros juga menyerukan reformasi besar-besaran pembiayaan WHO. Ia memperingatkan bahwa WHO tidak memiliki dana yang dibutuhkan untuk menanggapi berbagai krisis yang harus ditanggapi di seluruh dunia.



Penulis: Grace El Dora / LES
Sumber: AFP

#WHO #Dirjen WHO #Tedros Adhanom Ghebreyesus #Calon Tunggal

BAGIKAN

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI

Guardiola Ingin Manchester City Fokus Lawan Aston Villa

Cristiano Ronaldo Terancam Absen Lawan Crystal Palace

Data Kasus Positif dan Kematian Covid-19 di Jakarta sampai 21 Mei 2022

Data Penerima Vaksin Covid-19 sampai 21 Mei 2022

Kominfo Dorong Generasi Muda Kembangkan UMKM Melalui Platform Digital

Data Kasus Aktif Covid-19 sampai 21 Mei 2022

Ali Ghufron: Achmad Yurianto Berkontribusi Besar pada JKN

Data Prevalensi Tertinggi Covid-19 di 10 Provinsi pada 21 Mei 2022

Data Positivity Rate Covid-19 sampai 21 Mei 2022

Data Kesembuhan Terendah Covid-19 di 10 Provinsi pada 21 Mei 2022

BERITA TERPOPULER