Bursa Eropa Bervariasi karena Imbal Hasil Obligasi dan Anggaran Inggris

London, Beritasatu.com - Bursa Eropa ditutup melemah pada pedagangan Rabu (3/3/2021) karena investor memantau pergerakan imbal hasil obligasi (Treasury) AS. Investor juga fokus pada pendapatan dan anggaran terbaru Inggris.

Pan-European Stoxx 600 ditutup mendatar setelah sebelumnya naik 0,7%. Indeks FTSE 100 London menguat 0,8% setelah pidato anggaran Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak. Sektor otomotif bertambah 2,6% didukung prospek optimistis Stellantis, sementara utilitas merosot 2,6%.

Sentimen terguncang pada Rabu karena imbal hasil obligasi pemerintah AS 10 tahun naik lagi, melampaui 1,47% setelah Presiden AS Joe Biden mengatakan negaranya akan memiliki pasokan vaksin Covid-19 cukup besar untuk disuntikkan pada orang dewasa pada akhir Mei, 2 bulan lebih awal dari perkiraan sebelumnya.

Di Wall Street, saham teknologi menyeret S&P 500 di tengah kenaikan imbal hasil obligasi, sementara saham terkait dengan pemulihan ekonomi memberikan dukungan pasar.

Baca Juga: Bursa Eropa Menguat karena Imbal Hasil Obligasi AS Stabil

Kembali ke Eropa, Menteri Keuangan Inggris Rabu mengumumkan bahwa pajak perusahaan akan meningkat menjadi 25% pada April 2023 karena pemerintah berupaya memulihkan keuangan publik setelah pandemi Covid-19. Sunak mengumumkan langkah-langkah fiskal senilai £ 65 miliar lebih lanjut untuk tahun 2021/2022, menjadikan total dana pemerintah sejak awal pandemi menjadi £ 407 miliar.

Di sisi data, pembacaan IMP komposit zona euro IHS Markit (indeks manajer pembelian) bulan Februari berada di 48,8, naik dari 47,8 pada Januari dan melebihi ekspektasi analis, tetapi menandakan bahwa aktivitas ekonomi di blok tersebut tetap dalam kontraksi. "Zona Euro menghadapi kemungkinan jatuh kembali ke resesi, bukan berarti pemulihan sebelumnya sangat berarti," kata ekonom VTB Capital, Neil MacKinnon.

Data ekonomi yang masuk baru-baru ini menunjukkan bahwa risiko resesi tidak hanya di blok selatan yang terbebani utang, tetapi juga di Jerman.

Kinerja pendapatan pada Selasa (2/3/2021) berasal dari Vivendi, Stellantis, Prudential dan Persimmon. Emiten properti menerima dorongan dari skema jaminan hipotek baru yang diumumkan dalam anggaran Inggris, mengirim saham Bellway, Barratt Developments, dan Taylor Wimpey menguat.

Stellantis, yang dibentuk dari penggabungan Peugeot dan Fiat Chrysler, mengumumkan akan menargetkan margin laba operasi antara 5,5% dan 7,5% pada tahun 2021 seiring pulihnya industri otomotif. Saham Stellantis turun sedikit setelah sebelumnya naik 1%.

Induk British Airways IAG naik 6,8% di tengah janji dukungan bisnis lebih lanjut dari pemerintah Inggris. Perusahaan transportasi Jerman Kuehne + Nagel melonjak 7,1% memimpin Stoxx 600 setelah pendapatan yang kuat. Sementara perusahaan asuransi Inggris Hiscox merosot 11,8% setelah mengalami kerugian setahun penuh karena beban klaim saat pandemi.



Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo / WBP
Sumber: CNBC

#Bursa Eropa #Bursa Saham #Anggaran Inggris

BAGIKAN

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI

Jasa Marga Perbaiki Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Ini Titiknya

Dubes Eropa untuk Inggris: Tak Ada Perang Vaksin

Menkes Imbau Pemda Prioritaskan Vaksinasi Lansia

Asosiasi Rumah Sakit Apresiasi Kecepatan Aparat Usut Kasus Penganiayaan Perawat

Pasang Target Rp 320 T, Kemperin Pacu Investasi Sektor Elektronik

LSI: 25,4% PNS Anggap Korupsi di Indonesia Menurun

Waskita Rombak Jajaran Dewan Komisaris dan Direksi

AS dan Tiongkok Setuju Atasi Segera Krisis Iklim

Umat Islam di Beijing Rayakan Ramadan dengan Bakti Sosial

PDIP Minta Pemerintah Revisi PP 57/2021

BERITA TERPOPULER