Kemdagri Minta Pemda Tingkatkan Alokasi Belanja Modal

Jakarta, Beritasatu.com- Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) mendorong pemerintah daerah (pemda) agar proporsi belanja modal bisa ditingkatkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Sebab penggunaan belanja modal akan dirasakan langsung masyarakat.

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengatakan dari kunjungan yang dilakukan ke sejumlah daerah ditemukan bahwa banyak pemerintah daerah yang mengalokasikan belanja modal dalam jumlah kecil dan lebih banyak menggunakan alokasi dana untuk belanja pegawai.

“Sebagian besar, hampir 70% bahkan ada yang 80% untuk belanja operasional dan belanja pegawai. Belanja modal tinggal 12%, itu pun masih digunakan untuk rapat pegawai sekitar 3-4%, jadi yang sampai ke masyarakat sekitar 7-8%,” ucap Tito dalam acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional 2021 pada Selasa (4/5/2021).

Baca Juga: Belanja Modal Tumbuh 9,3% Jadi Rp 22,8 Triliun

Tito menekankan agar kepala daerah membuat tim khusus yang bertugas mengawasi penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan APBD. Pemerintah akan menjalankan model penganggaran money follow yakni kebutuhan dana mengikuti program yang ada. “Eksekusi tahun depan (2022) prinsipnya programnya mengikuti uang, berapa uang yang ada itu yan dikerjakan. Jadi porsi belanja modal ini ditambah kalau bisa 30% sampai 40% dari total alokasi belanja,” ucap Tito.

Saat ini pemerintah terus melakukan pembenahan sistem informasi pemerintah daerah agar meningkatkan transparansi penggunaan anggaran. Kemdagri juga terus memberikan bimbingan teknis terhadap aparatur di daerah. Dengan sistem informasi pemerintah daerah yang baik, maka akan terlihat besarnya penggunaan anggaran hingga jumlah dana yang masih ada di pemerintah daerah. Kami tidak ingin membuat repot teman-teman di daerah, tetapi inilah tanggung jawab kita dalam membuat sistem yang bisa meminimalisir penyimpangan moral hazard,” ucap Tito.

Baca Juga: Sri Mulyani: Defisit Februari Rp 63,6 T

Menurut Tito sistem ini akan mempermudah kepala daerah untuk menyampaikan penggunaan anggaran kepada masyarakat. Pemerintah daerah juga bisa terus melakukan monitoring anggaran. Dalam era otonomi daerah ini, mesin pemerintah pusat bekerja saja hanya 50%. Oleh karena itu 548 kepala daerah harus bekerja sama secara paralel termasuk dalam rangka membuat perencanaan dan eksekusi anggaran tepat sasaran. “Insyaallah dengan kebersamaan pusat dan daerah sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah kita bisa betul betul melompat jadi lebih makmur dan sejahtera,” ucap Tito.

Genjot Belanja di Kuartal II
Tito juga mendorong pemerintah daerah untuk merealisasikan anggaran dengan cepat pada kuartal II 2021 ini. Hal ini tidak lain untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Pemerintah pusat tidak bisa bergerak sendiri untuk mendorong pertumbuhan ekonomi domestik. “Tolong di kuartal II ini digenjot, diatur ritme belanja di daerah. Jangan seperti business as usual seperti saat sebelum pandemi yang belanjanya banyak di akhir tahun untuk membayar proyek-proyek. Dimana proyeknya selesai baru dibayar,” ucap Tito.

Ia menyarankan agar pemerintah daerah membuat target belanja per kuartal. Kemdagri akan meminta ke Kementerian Keuangan untuk menggunakan sistem transfer berbasis kinerja. Dalam hal ini pemerintah pusat akan melihat dulu kemampuan belanja daerah baru melakukan transfer dana daerah. “Jadi kalau kinerja belanja gak bergerak lebih baik transfernya ditahan dulu. Supaya dia belanja dulu. Kalau dana belanja daerah sudah berkurang baru pemerintah pusat transfer,” pungkas Tito.



Penulis: Arnoldus Kristianus / WBP
Sumber: BeritaSatu.com

#Pemda #Tito Karnavian #Belanja Modal #Belanja Pemda #APBD

BAGIKAN

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI

Mancini Yakin Italia Bakal Kian Bersinar

Bunuh Diri Hummels Antar Prancis Tundukkan Jerman

Portugal Menang, Ronaldo Buat 4 Rekor

Ronaldo Dua Gol, Portugal Bungkam Hungaria 3-0

Menit 87 Ronaldo Perbesar Keunggulan Portugal

Menit 83, Raphael Guerreiro Bawa Portugal Unggul

Video Viral Pecah Kaca Truk Ternyata Keributan Antar Sopir

Setelah 17 Tahun, Perang Dagang AS- Uni Eropa Mereda

Bank Dunia dan Uni Afrika Distribusikan Vaksin Covid-19

Korban Mafia Tanah 45 Hektare Berharap Hakim Tolak Pembelaan Dua Tersangka

BERITA TERPOPULER