Kempupera Rehabilitasi Jaringan Irigasi Bendo dan Madiun

Ponorogo, Beritasatu.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) melakukan rehabilitasi bendung dan jaringan irigasi di daerah irigasi Bendo dan Madiun.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera), Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan bendungan harus diikuti dengan ketersediaan jaringan irigasi.

"Dengan demikian bendungan yang dibangun dengan biaya besar dapat segera dimanfaatkan karena airnya dipastikan mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani,” kata Basuki saat meninjau daerah irigasi (DI) Kori di Desa Coper, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, Selasa (7/9/2021).

Baca Juga: Jokowi: Bendungan Bendo Akan Irigasi 7.800 Hektare Sawah

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo Agus Rudyanto mengatakan, daerah irigasi Kori merupakan salah satu dari tiga derah irigasi yang berada di bawah DI Bendo, Kabupaten Ponorogo seluas 3.330 hektare (ha).

"Bendungan Bendo ini akan menambah pasokan air ke irigasi seluas 7.800 ha, dimana seluas 3.330 ha untuk DI Bendo dan 4.500 ha untuk DI Saluran Induk Madiun," kata Agus.

Untuk mengoptimalkan pemanfaatan air dari Bendungan Bendo ke semua jaringan irigasi tersebut, dikatakan Agus saat ini BBWS Bengawan Solo tengah melakukan rehabilitasi lima bendung di DI Bendo dan DI Madiun.

Baca Juga: Jokowi: Bendungan Bendo Akan Irigasi 7.800 Hektare Sawah

"Rehab bendung ini dilaksanakan secara bertahap sejak 2019 dan direncanakan hingga tahun 2023. Total anggara yang dibutuhkan hingga 2023 diperkirakan sebesar Rp135 miliar," tuturnya.

Agus menuturkan, untuk rehabilitasi bendung di DI Bendo pekerjaannya mencakup rehabilitasi Bendung Ngindeng dan saluran sekundernya sepanjang 6,6 kilometer (km), rehabilitasi Bendung Kori dan saluran sekundernya sepanjang 7,5 km, rehabilitasi bendung Wilangan dan saluran sekundernya sepanjang 18,5 km, dan rehabilitasi Bendung Tambakwatu serta saluran sekunder sepanjang 5,2 km. Total alokasi kebutuhan anggarannya hingga tahun 2023 sebesar Rp110 miliar.

Sedangkan untuk di DI Saluran Induk Madiun, lingkup pekerjaannya berupa Rehabilitasi Bendung Jati, saluran primer 28,4 km, saluran sekunder (SS) Sumber Batang 12,9 km, SS Ulo 11,5 km, SS Purwodadi 20,2 km, dan SS Ngabean 7,4 km. Total alokasi kebutuhan anggarannya hingga tahun 2023 sebesar Rp233 miliar.

Baca Juga: Kempupera Lanjutkan Pembangunan Jaringan Irigasi di NTT

Agus menyatakan, untuk rehabilitasi jaringan irigasi, pelaksanaannya juga dilakukan melalui metode Padat Karya Tunai P3TGAI dimana pekerjaan perbaikan/rehabilitasi/peningkatan jaringan irigasi secara partisipatif yang melibatkan masyarakat, untuk mendukung kedaulatan pangan. Petani pekerja diberikan upah harian atau mingguan, sehingga menambah penghasilan petani atau penduduk desa terutama di antara musim tanam dan panen.

Berdasarkan data, pelaksanaan P3-TGAI oleh BBWS Bengawan Solo pada tahun 2021 tersebar di 190 lokasi untuk di Provinsi Jawa Tengah dan 452 lokasi di Provinsi Jawa Timur. "Khusus di DI Kori panjang saluran irigasi yang dibangun sepanjang 691,82 m dan total luas daerah irigasi 58 ha. Dengan target penerima manfaat sebanyak 40 Kepala Keluarga (KK)," ujarnya.



Penulis: Indah Handayani / FER
Sumber: Investor Daily

#Kempupera #Bendungan Bendo #Menpupera #jaringan irigasi #Basuki Hadimuljono #Madiun #Bendungan #Beritasatu Bisnis

BAGIKAN

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI

Sejalan Mata Uang Asia, Awal Perdagangan Rupiah Melemah 20 Poin

Cerita Bima Arya Minta Tips Bangun Kota Bahagia ke Dubes Finlandia

Bisnis Makanan dan Minuman Rendah Kalori Mampu Bertahan Saat Pandemi

Pagi dan Sore Ini Jakarta Diguyur Hujan

BPBD Minta Warga Laporkan Bila Ada Bencana yang Terjadi di Kota Tangerang

Kemtan Raih Penghargaan Tertinggi Keterbukaan Informasi Publik 2021

Pemkot Tangerang Uji Coba Penerapan PeduliLindungi di Dua Pasar Tradisional

IHSG Cenderung Flat di Sekitar Garis Datar pada Awal Sesi

Pilih Tiongkok, 5 Pesepakbola Top Ini Rela Hengkang demi Uang

IHSG Rawan Koreksi, Pantau AGRO, SAME, FREN, dan ACES

BERITA TERPOPULER