Honduras dan Guatemala Jajaki Legalkan Aset Kripto Jadi Alat Pembayaran

Jakarta, Beritasatu.com- Keputusan El Salvador mengadopsi aset kripto bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah diikuti sejumlah negara lainnya. Negara tetangganya seperti Honduras dan Guatemala tengah menjajaki upaya tersebut. Bank sentral kedua negara yang berlokasi di Amerika Tengah tersebut mengatakan mereka sedang mempelajari kemungkinan mata uang digital ini bisa diadopsi sebagai mata uang legal dan bisa dijadikan alat pembayaran sah.

Baca Juga: Kenapa El Salvador Pakai Bitcoin? Apa Kabarnya Sekarang?

“Tidak cuma Honduras dan Guatemala sebenarnya. Kuba, Panama, serta Paraguay sudah lebih dulu berencana melegalkan kripto sebagai mata uang di negaranya. Mereka melakukan hal tersebut untuk mengurangi ketergantungan terhadap mata uang dolar. Setahu saya, kebanyakan warga di Honduras dan Guatemala bergantung dengan uang kiriman dari keluarga mereka yang bekerja di Amerika Serikat. Setiap kiriman uang ada biaya potongan cukup besar yang sudah ditentukan pemerintah. Dengan rencana melegalkan kripto sebagai mata uang, tentu ini bisa dijadikan alternatif dan keuntungan untuk mereka,” kata CEO Indodax Oscar Darmawan dalam keterangan tertulis, Kamis (16/9/2021).

Beralih ke negara di Eropa, rancangan undang-undang yang melegalkan dan mengatur aset kripto di Ukraina telah disahkan parlemen negara tersebut dalam pembacaan kedua pada 8 September. Sebanyak 276 anggota parlemen memberikan suara tanda setuju dan hanya enam anggota parlemen tidak menyetujui. "RUU yang memperbolehkan warga Ukraina untuk memiliki komoditas aset kripto merupakan hal yang patut disyukuri dan diacungi jempol," kata Oscar.

Baca Juga: Jelang Seminggu Gunakan Bitcoin, Begini Kondisi El Salvador

Pasalnya sebelum adanya RUU ini, Ukraina tidak memiliki UU apa pun yang mengatur jual beli aset kripto, sehingga posisi kripto di Ukraina kurang begitu jelas. “Dengan Undang-undang tersebut, jalannya akan seperti apa bisa menjadi lebih jelas. Tidak hanya itu, dengan undang undang ini, akan menumbuhkan rasa percaya berinvestasi aset kripto dan menyimpannya sebagai suatu komoditas karena sudah didukung secara legal oleh negara,” kata Oscar.

Legalisasi aset kripto di Ukraina tidak sama seperti apa yang dilakukan oleh El Salvador yang melegalkan bitcoin sebagai mata uang. Sama seperti di Indonesia, aset kripto di Ukraina hanya bertindak sebagai komoditi dan tidak dapat digunakan sebagai alat pembayaran atau pertukaran barang atau jasa.



Penulis: Lona Olavia / WBP
Sumber: Investor Daily

#Aset Kripto #Cryptocurrency #Hondruras #Bitcoin #Ukraina #Guatemala #Kripto Alat Pembayaran #Beritasatu Bisnis #Mata Uang #Mata Uang Digital

BAGIKAN

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI

Kembali Digugat PKPU, Ini Tanggapan Garuda Indonesia

Tabrakan Maut Antarbus, Wagub Riza Sebut Tidak Mudah Jadi Sopir Transjakarta

Asproksi Bekasi Diharapkan Berkontribusi Tingkatkan Standar Produk Kesehatan

Sejalan Mata Uang Asia, Awal Perdagangan Rupiah Melemah 20 Poin

Cerita Bima Arya Minta Tips Bangun Kota Bahagia ke Dubes Finlandia

Bisnis Makanan dan Minuman Rendah Kalori Mampu Bertahan Saat Pandemi

Pagi dan Sore Ini Jakarta Diguyur Hujan

BPBD Minta Warga Laporkan Bila Ada Bencana yang Terjadi di Kota Tangerang

Kemtan Raih Penghargaan Tertinggi Keterbukaan Informasi Publik 2021

Pemkot Tangerang Uji Coba Penerapan PeduliLindungi di Dua Pasar Tradisional

BERITA TERPOPULER