Hapuskan Ketentuan Swab PCR Saat Naik Pesawat Menggema di Media Sosial

Tangerang, Beritasatu.com - Ketentuan melakukan swab PCR sebagai syarat perjalanan udara dengan pesawat udara yang telah diberlakukan Minggu (24/10/2021) lalu membuat sebagian masyarakat berkeberatan. Terlebih harga dan lamanya hasil swab PCR menjadi kendala.

Di mana sampai saat ini, sesuai Surat Edaran Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan nomor HK.02.02/I/2845/2021 tentang Batas Tarif Tertinggi Pemeriksaan Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) adalah ada di harga Rp 495.000.

Meski Presiden Joko Widodo telah meminta pemerintah dan pihak swasta menurunkan harga tes PCR menjadi Rp 300.000 dan berlaku selama 3x24 jam.

Reaksi atas munculnya aturan pemberlakuan swab PCR sebagai syarat perjalanan menggunakan pesawat udara itu lantas memunculkan reaksi di masyarakat.

Baca Juga: Jokowi Minta Harga Tes PCR Rp 300.000, Wamenkes: Kami Tindak Lanjuti

Di mana hingga saat ini ada 41.255 orang menandatangani petisi penghapusan syarat swab PCR untuk perjalanan udara yang muncul di media sosial change.org.

Di mana dalam unggahannya, pembuat petisi, Dewangga Pradityo Putra, menyatakan, pemberlakuan persyaratan swab PCR sebagai syarat perjalanan udara dinilai memberatkan para pelaku perjalanan dan bisa berpengaruh pada makin turunnya pengguna transportasi udara di masa Pandemi ini.

"Nasib kami benar-benar bergantung pada kedatangan teman-teman turis domestik. Lalu aturan wajib PCR sekonyong-konyong muncul dengan alasan yang dibuat-buat. Bubar jalan semua rencana para turis domestik untuk berlibur. Harga PCR masih sangat mahal, dan tidak semua klinik menawarkan hasil 1-2 hari selesai. oleh sebab itu, kami mohon hapuskan aturan wajib PCR untuk penerbangan atau turunkan harga PCR secara signifikan," ungkap Dewanto.

Sejumlah warganet langsung merespons petisi yang dibuat Dewangga dimana rata-rata berpendapat sama dengan sang pembuat petisi dimana rata-rata berkomentar tentang perlakuan yang tak adil bagi para pengguna transportasi udara.

"Kalau alasannya kesehatan, seharusnya semua bentuk transportasi umum juga diminta PCR. Kenyataannya transportasi darat seperti kereta dan bis tidak, padahal karena durasi perjalanan lebih lama dan kualitas filtrasi udara lebih rendah, moda transportasi darat jauh lebih berisiko. Kereta dan bus yang perjalanannya relatif lebih lama aja bisa antigen aja kenapa pesawat yang perjalanan relatif lebih cepat harus PCR tidak masuk di akal," ucap pemilik akun Imansyah.

Baca Juga: Kemenkes: Pemerintah Kaji Kembali Harga Tes PCR

Senada dengan Imansyah, pemilik akun juga mempertanyakan keselamatan perjalanan pesawat dimana hampir semua pesawat kini sudah menggunakan teknologi HEPA Filter termasuk mempertanyakan fungsi pengetatan protokol kesehatan dan juga pemberlakuan aturan vaksin.

"Pesawat telah terpasang HEPA FILTER. More safe than we used a bus or car," lanjutnya.

"Karena PCR menurut saya tidak diperlukan kembali, karena kita semua sudah divaksin," ucap pemilik akun lainnya.

Tak hanya dikeluhkan masyarakat, para pekerja yang bekerja di bandara dan juga di maskapai udara, lantaran terkait aturan penggunaan persyaratan wajib PCR dalam untuk pelaku perjalanan.

"Saya petugas bandara yg terkena phk karena jumlah penumpang makin sedikit semenjak aturan PRC di berlakukan....Dan saya hanya mempertanyakan apa guna vaksin ?," tulis seorang warganet yang mengaku bekerja di Bandara.

"Kita yang kerja di dunia penerbangan lama-lama kelaparan pak. Alasannya gak logis, yang pesawat di ketatin yang dara bebas pemerintah gak masuk akal," tandas warganet lainnya.



Penulis: Chairul Fikri / EHD
Sumber: BeritaSatu.com

#Swab PCR #Warganet #Media Sosial #Ketentuan Tes Swab PCR

BAGIKAN

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI

Salah Amputasi Kaki Pasien, Ahli Bedah Didenda Rp 43 Juta

Meterai Elektronik Tawarkan Solusi Mudah Bayar Pajak

Turnamen IYC dan Soft Launching JIS Ditunda

PN Jaksel Tolak Adili Gugatan Sri Untari Bisowarno

Taliban Terbitkan Dekrit Perlindungan Hak Perempuan

Kapolri: Pertahankan Capaian Positif Penanganan Covid-19

Wapres Resmikan Monumen Pahlawan Covid-19 Jawa Barat

Meski Diadang Pandemi, Exquise Patisserie Tambah Gerai Baru

ERT Putra Perkasa Abadi Juara Umum IFRC 2021

PB ISSI Kirim Atlet Berlatih ke Swiss

BERITA TERPOPULER