Harga Emas Menguat 1% karena Kenaikan Permintaan

Chicago, Beritasatu.com - Harga emas naik hampir 1% pada Jumat (3/12/2021) karena ketidakpastian yang dipicu varian virus corona omicron dan penurunan imbal hasil obligasi AS yang meningkatkan daya tarik logam safe-haven.

Harga emas di pasar spot naik 0,9% jadi US$ 1.785,29 per ons. Sementara emas berjangka AS menguat 1,2% pada US$ 1.783,90.

"Emas diuntungkan dari pengalihan aset berisiko ke aset lebih aman karena investor khawatir penurunan suku bunga Federal Reserve (the Fed) lebih cepat dari jadwal dan situasi Covid-19 varian omicron," kata analis pasar OANDA, Edward Moya.

Baca Juga: Kenaikan Harga Emas Dibatasi Sikap Hawkish Fed

Sentimen positif lain yakni imbal hasil obligasi AS 10 tahun turun di bawah 1,4% untuk pertama kalinya sejak September, sehingga mengurangi biaya memegang emas tanpa bunga.

Namun, emas masih melemah secara mingguan ketiga berturut-turut, turun 0,4%, karena pejabat Fed memberikan nada hawkish pengurangan stimulus dan suku bunga.

Sementara data Jumat menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja AS melambat di bulan November, tetapi tingkat pengangguran turun ke level terendah 21 bulan di 4,2%, menunjukkan pasar tenaga kerja dengan cepat mengetat.

Pembuat kebijakan Fed tampaknya akan mempercepat penghentian program pembelian obligasi pada pertemuan akhir bulan ini merespons ketatnya pasar tenaga kerja yang membuka pintu kenaikan suku bunga lebih awal dari yang diproyeksikan.

Baca Juga: Wall Street Jatuh Dihantam Varian Omicron

Emas sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga AS, karena hal ini meningkatkan biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Di tempat lain, harga perak di pasar spot naik 0,6% menjadi US$ 22,51 per ons. Platinum melemah 1,1% menjadi US$ 927.07, sementara paladium naik 1,2% menjadi US$ 1.802,51



Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo / WBP
Sumber: CNBC

#Harga Emas #Imbal Hasil Obligasi #Omicron #Beritasatu Bisnis

BAGIKAN

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI

2021, KPK Tangkap 123 Tersangka dengan Pengembalian Negara Rp 416,9 M

KSP Harus Optimalkan Lahan Perumahan Krakatau Steel Menjadi Lebih Modern

KIPI pada Anak Cenderung Lebih Rendah Dibanding Dewasa dan Lansia

Singapura Dukung Presidensi G-20 Indonesia

Digelar 14 Februari 2024, Ketua DPR Harap Persiapan Pemilu Bisa Lebih Matang

10.000 Lebih Kasus, Turunan Varian Omicron BA.2 Terdeteksi di 47 Negara

Bentrok di Maluku Tengah, 1 Polisi Alami Luka Tembak di Pipi

DPP PDIP Tak Pecat Arteria Dahlan, Ini Alasannya

30 Tahun Berselisih, Arab Saudi dan Thailand Pulihkan Hubungan Diplomatik

Epidemiolog: Negara Perlu Perkuat Pembatasan Sosial Cegah Peningkatan Covid-19

BERITA TERPOPULER