Pasar Bersiap Sambut Berakhirnya Kebijakan Longgar the Fed

Washington, Beritasatu.com - The Federal Reserve diperkirakan akan memberi sinyal pada pertemuannya minggu ini bahwa mereka siap untuk menaikkan suku bunga segera setelah Maret dan akan mempertimbangkan pengetatan kebijakan lainnya. Perubahan arah kebijakan ini menandai berakhirnya era kebijakan longgar yang diberlakukan untuk memerangi pandemi.

The Fed memulai pertemuan dua harinya pada hari Selasa (25/1/2022), dan pada Rabu sore (26/1/2022). Bank sentral diperkirakan akan mengeluarkan pernyataan baru yang menunjukkan keputusannya untuk memerangi inflasi. Dengan latar belakang koreksi pasar saham yang dalam, pejabat Fed diperkirakan akan mengatakan bahwa mereka siap untuk menaikkan suku bunga pada bulan Maret.

Sejumlah analis memperkirakan the Fed akan mulai menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak 2018. Kenaikan pertama diperkirakan terjadi pada Maret, seiring dengan berakhirnya program stimulus. The Fed juga diperkirakan bakal menaikkan suku bunga empat kali tahun ini.

Baca Juga: The Fed Bakal Perketat Kebijakan, Wall Street Terkoreksi

The Fed tengah berjuang mengendalikan inflasi yang semakin tinggi. Indeks harga konsumen pada Desember naik 7%, tertinggi sejak 1982.

Aksi jual pasar saham membuat pekerjaan Fed lebih sulit. S&P 500 merosot ke wilayah koreksi Senin, turun 10% dari rekor penutupannya. Dengan berlanjutnya pandemi dan Rusia mengancam aksi militer terhadap Ukraina, The Fed harus mewaspadai risiko ini.

Pejabat Fed juga telah membahas pengurangan neraca hampir $9 triliun, yang meningkat lebih dari dua kali lipat selama pandemi. Pada pertemuan Desember mereka, pejabat bank sentral membahas neraca, dan beberapa ahli strategi memperkirakan penurunan akan dimulai pada bulan Juni, atau bahkan pada awal Mei.

Program pembelian aset bank sentral, yang dijadwalkan berakhir pada Maret, telah menjadi kontributor utama membengkaknya neraca. The Fed telah membeli US$ 120 miliar Treasury dan sekuritas hipotek sebulan tetapi telah mengurangi posisinya.

Setelah program itu berakhir, pejabat Fed diharapkan untuk mulai memeriksa bagaimana mereka akan menyusutkan neraca.



Penulis: Faisal Maliki Baskoro / FMB
Sumber: CNBC.com

#The Federal Reserve #Fed Funds Rate #Tapering #Suku Bunga AS #Beritasatu Bisnis

BAGIKAN

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI

2 Warga Jepang Meninggal selama Lockdown di Shanghai

Kebijakan People First Jadi Kunci Utama Pemulihan Ekonomi

Warga Jakarta dan Relawan Deklarasi Dukungan untuk Ganjar

Panitia: Biaya Penyelenggaraan Formula E Jakarta Rp 130 M

Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas ke Arah Barat Daya

Festival Kopi PDI Perjuangan Bakal Pecahkan Rekor MURI

Kartini Cup Ajang PCI Tingkatkan Kualitas Tim Kriket Putri U-19

Puan Maharani: Lakukan Aksi Nyata Mengatasi Kebencanaan

UMKM Binaan Bank Indonesia Catat Nilai Ekspor US$ 61 Juta

Panitia Dapat Sponsor Rp 100 Miliar untuk Formula E Jakarta

BERITA TERPOPULER