Bulog Tunggu Penugasan Pengelolaan Cadangan Minyak Goreng

Jakarta, Beritasatu.com - Untuk mengakselerasi percepatan distribusi minyak goreng dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp 14.000 per liter atau Rp 15.500 per kilogram, pemerintah memberikan penugasan kepada Perum Bulog sebagai pengelola cadangan minyak goreng sebesar 10% dari total kebutuhan minyak goreng dalam bentuk kemasan sederhana.

Terkait hal ini, Sekretaris Perusahaan Perum Bulog Awaludin Iqbal menegaskan, Bulog siap menjalankan tugas yang diberikan oleh pemerintah. Namun, sejauh ini Bulog masih menunggu regulasi dari pemerintah terkait penugasan tersebut dan juga mekanismenya.

"Untuk mekanisme teknisnya, saat ini masih didiskusikan. Tetapi pada prinsipnya Bulog siap menjalankan apa yang ditugaskan Pemerintah. Kita selama ini juga sudah berpengalaman menjaga stok beras, artinya sudah ada sistemnya. Tinggal menunggu regulasi terkait penugasan tersebut dan mekanismenya saja,” kata Awaludin kepada Beritasatu.com, Sabtu (21/5/2022).

Baca Juga: Bulog Pastikan Daging Kerbau Beku dari India Tidak Bawa PMK

Awaludin menambahkan, saat ini Perum Bulog juga turut membantu pendistribusian minyak goreng curah dalam rangka menjaga ketersediaan, keterjangkauan serta stabilitas harga di tingkat konsumen.

Pendistribusian minyak goreng tersebut diberikan kepada konsumen, usaha kecil, dan usaha mikro yang dilakukan melalui jaringan agen atau pengecer dan ritel binaan Perum Bulog di seluruh Indonesia.

“Untuk membantu pendistribusian, ini sudah kita lakukan bersama ID Food. Kita ambil dari produsen dengan tangka-tangki, kemudian kita distribusikan ke beberapa titik. Tetapi ini bukan penugasan, masih mekanisme biasa seperti yang sebelumnya diatur dalam Permenperin Nomor 8 tahun 2022," kata Awaludin.

Baca Juga: Harga Minyak Goreng Turun Jelang Larangan Ekspor Dicabut

"Itu kan dilakukan oleh semuanya, oleh BUMN dan pelaku usaha yang lain. Kalau untuk penugasan khusus, ini belum. Rencananya kan mau ada penugasan yang langsung kepada penerima manfaat dengan HET, itu juga sudah dibahas tetapi belum ada keputusan,” tambahnya.

[#pagebreak#]

Seperti diketahui, pemerintah akhirnya membuka kembali keran ekspor seluruh produk CPO dan turunannya mulai 23 Mei 2022.

Kebijakan tersebut akan diikuti dengan upaya untuk tetap menjamin ketersediaan bahan baku minyak goreng melalui penerapan aturan domestic market obligation (DMO) dan domestic price obligation (DPO) yang saat ini tengah disusun oleh Kementerian Perdagangan.

“Jumlah DMO ini kita menjaga sebesar 10 juta ton minyak goreng yang terdiri dari 8 juta ton minyak goreng dan 2 juta ton untuk cadangan,” jelas Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.



Penulis: Herman / FER
Sumber: BeritaSatu.com

#Bulog #Minyak Goreng #Minyak Goreng Curah #Ekspor CPO #Beritasatu Bisnis

BAGIKAN

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI

Tiba di Kyiv Ukraina, Misi Perdamaian Jokowi Dimulai

Airlangga Hartarto Bahas Sepak Bola Bersama Ronaldinho

Bantuan untuk Korban Banjir Pamijahan Terkendala Medan

Analis Bloomberg Prediksi Pendapatan SILO Terus Tumbuh pada Tahun Ini

Ke Ukraina Bawa Misi Perdamaian, Jokowi: Semoga Dimudahkan

Konstitusi Uzbekistan Jamin Perlindungan Hak Warga Negara

Malaysia Open: Tekuk Duet Tiongkok, Ahsan/Hendra ke 16 Besar

KPK Usut Dugaan Penggunaan Tanah Warga untuk IMB Summarecon

Unik! Pedagang Hewan Kurban di Depok Jual Domba Tanduk Empat

Tarif ke Taman Nasional Komodo Rp 3,75 Juta Bikin Resah

BERITA TERPOPULER