Pegawainya Terlibat Korupsi Impor Baja, Ini Respons Kemendag

Jakarta, Beritasatu.com - Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan (Kemendag) Suhanto menyampaikan, Kemendag menghargai proses hukum yang tengah berlangsung dalam kasus dugaan korupsi perizinan impor besi atau baja, baja paduan, dan produk turunannya yang ditetapkan Kejaksaan Agung terjadi pada 2016–2021.

Pernyataan ini disampaikan menyusul ditetapkannya salah satu pegawai di Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan oleh Kejaksaan Agung sebagai tersangka kasus korupsi impor baja.

Baca Juga: Perkara Jiwasraya, Kejagung Sita Aset Tambang Heru Hidayat

Pegawai Kemendag berinisial TB tersebut merupakan Kasubag Tata Usaha periode 2017-2018 dan sebagai Kasi Aneka Industri Periode 2018-2020 pada Direktorat Impor, Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag.

“Tentunya kami merasa sangat prihatin dengan kondisi saat ini. Namun, Kementerian Perdagangan mendukung proses hukum yang tengah berlangsung dan siap untuk selalu memberikan informasi yang diperlukan dalam proses penegakan hukum,” tegas Suhanto dalam keterangan resminya, Sabtu (21/5/2022).

Baca Juga: Pengamat Ungkap Kondisi Banjir Impor Baja di Tanah Air

Mengutip apa yang selalu ditegaskan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, Suhanto menyampaikan jajaran Kemendag wajib menjalankan pelayanan perizinan di bidang perdagangan sesuai ketentuan dan secara transparan. Untuk itu, Suhanto mendukung proses hukum jika terbukti terjadi penyalahgunaan wewenang.

“Seperti yang selalu dipesankan oleh Menteri Perdagangan, kami selalu menginstruksikan para pegawai Kementerian Perdagangan untuk selalu bekerja sesuai ketentuan dan secara transparan. Kemendag selalu siap membantu proses penegakan hukum yang tengah berlangsung, karena tindak korupsi dan penyalahgunaan wewenang menimbulkan kerugian negara dan berdampak terhadap perekonomian nasional serta merugikan masyarakat,” kata Suhanto.

Baca Juga: Kemendag Ungkap 4 Strategi Gernas BBI untuk Pulihkan Ekonomi

Ia juga memastikan bahwa perizinan di bidang perdagangan sudah dilaksanakan melalui sistem elektronik. Digitalisasi perizinan ini dimaksudkan untuk mempercepat pelayanan dan sekaligus menghindari pertemuan dengan pelaku usaha. Sistem ini dapat mencegah terjadinya korupsi.

“Salah satu tujuan digitalisasi perizinan adalah mencegah terjadinya korupsi dalam proses perizinan. Kemendag sangat serius membangun sistem anti korupsi,” ujar Suhanto yang juga mengimbau pelaku usaha untuk ikut serta mendukung upaya Kemendag menjalankan sistem ini dengan baik.



Penulis: Herman / FER
Sumber: BeritaSatu.com

#Impor Baja #Kemendag #Korupsi Impor Baja #Beritasatu Bisnis

BAGIKAN

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI

Ratusa Tenaga Kesehatan Profesional Ditempatkan di Arab Saudi

Sawit Sumbermas Sarana Raih Sindikasi Pinjaman Rp 3,6 T

Berantas Korupsi di BUMN, Langkah Erick Thohir Tuai Pujian

Legalisasi Ganja di Indonesia, Ini Respons Mabes Polri

Nikita Sebut Kepolisian Berbohong Terkait Penggerebekan Rumahnya

Singapura Laporkan Kasus Harian Covid-19 Tertinggi dalam 3 Bulan

Ganja Medis, Legislator: Sikapi dengan Kehati-hatian

Bukalapak Perkirakan EBITDA 2022 Datar Dibanding 2021

KSP: Kuota Hampir Habis, Pertalite dan Solar Harus Dibatasi

Kasus Korupsi E-KTP, KPK Panggil Eks Mendagri Gamawan

BERITA TERPOPULER