Perumnas Butuh PMN Nontunai untuk Bangun Rumah MBR

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) menilai, penyertaan modal negara (PMN) nontunai untuk Perumnas sangat dibutuhkan untuk meningkatkan pembangunan rumah MBR (masyarakat berpenghasilan rendah), sekaligus mendukung program sejuta rumah.

Untuk itu, Kementerian PUPR mendorong Perumnas dapat melakukan analisis lokasi pembangunan dan prospek pasar serta desain bangunan sehingga menarik masyarakat untuk menghuni Rusun yang akan dibangun.

“PMN Nontunai tentu akan mendorong Perumnas untuk lebih meningkatkan pembangunan rumah untuk masyarakat. Perseroan dapat memanfaatkan lahan yang ada di Kementerian/ Lembaga serta yang termasuk dalam pengelolaan Kementerian Keuangan sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto, dalam keterangannya, Selasa (28/6/2022).

Baca Juga: PUPR Dorong Perumnas Tingkatkan Pembangunan Rusun MBR

Menurut Iwan, peran Perumnas dalam memenuhi kebutuhan hunian layak bagi masyarakat sangat dibutuhkan. Selain itu, perseroan juga memiliki pengalaman dalam pengembangan kawasan sebagai lokasi hunian masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

"Kerja sama antara Kementerian PUPR dengan Perumnas dalam PMN Nontunai ini bisa berupa pemanfaatan lahan dari kementerian dan lahan milik perseroan sendiri. Namun perlu adanya kepastian mengenai prospek pembangunan serta memerlukan persetujuan dari Menteri PUPR berdasarkan perencanaan dari perseroan,” terangnya.

Baca Juga: Perumnas Targetkan Pendapatan Rp 1,6 Triliun pada 2022

Iwan menambahkan, proses PMN Nontunai ini ditargetkan bisa selesai bulan Juni dan akan segera disampaikan ke Menteri PUPR mengenai perkembangan di lapangan. Salah satu hal yang perlu menjadi bahan pertimbangan adalah lahan yang ada benar-benar clean and clear.

[#pagebreak#]

Selain itu, memastikan bahwa lahan yang akan digunakan tidak ada rencana pemanfaatan oleh pihak internal Kementerian PUPR misalnya untuk pembangunan kantor baru maupun pengembangan unit kerja yang ada.

“Perumnas perlu memberi pandangan dan berapa lokasi yang dibutuhkan serta analisis lokasi, kelompok sasaran serta prospek pengembangannya. Kami juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan dalam PMN nontunai ini,” kata Iwan.

Sementara itu, Direktur Utama Perum Perumnas, Budi Saddewa Soediro menjelaskan, perseroan saat ini perlu perhatian dari seluruh pihak terkait kondisi bisnis, proyek serta keuangan. Apalagi, perseroan juga mengalami pasang surut proyek akibat terdampak pandemi sehingga berpengaruh pada situasi bisnis dan proyek serta keuangan.

“Kami sangat mengapresiasi adanya dukungan dari berbagai pihak terkait PMN Nontunai ini. Hal itu juga bisa menjadi booster  untuk kembali membangun hunian bagi masyarakat sekaligus mendukung serta berkontribusi dalam program sejuta rumah,” kata Budi.



Penulis: Imam Muzakir / FER
Sumber: Investor Daily

#Perumnas #PMN #Program Sejuta Rumah #Rumah MBR #Beritasatu Bisnis

BAGIKAN

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI

Kasus Brigadir J, 4 Pamen Polda Metro Ditempatkan di Patsus

Georgia Tolak Ikut Perang Lawan Rusia dan Siap Sambut Turis

Langgar Kode Etik Kasus Brigadir J, 16 Polisi Ditempatkan di Tempat Khusus

Arsenal vs Leicester City: Meriam London di Atas Angin

Ujian Perdana AC Milan di Stadion San Siro Lawan Udinese

Tanpa Sekolah, Masa Depan Anak Perempuan Afghanistan Tak jelas

Koalisi Gerindra-PKB Pastikan Tak Ada Nama Selain Prabowo dan Cak Imin

Ekspansi, Interior Mobil Hardy Classic Buka Workshop di BSD

Jerman Tolak Paspor Baru, Imigrasi Koordinasi ke Kemenlu

Koalisi Gerindra-PKB Bawa Kesejukan bagi Rakyat Indonesia

BERITA TERPOPULER