KSP Peringatkan KKB Hentikan Aksi Teror di Papua

Jakarta, Beritasatu.com - Kantor Staf Presiden (KSP) memberikan peringatan kepada kelompok kriminal bersenjata (KKB) untuk segera menghentikan aksi brutal yang tidak berperikemanusiaan di Papua. Terlebih lagi aksi-aksi kejahatan ini diarahkan kepada masyarakat sipil, fasilitas layanan publik, fasilitas kesehatan dan pendidikan.

Pernyataan ini disampaikan Deputi V KSP bidang Politik, Hukum, Keamanan dan HAM Jaleswari Pramodhawardani, Jumat (17/9/2021).

“KKB harus segera menghentikan tindakan yang sama sekali tidak memiliki rasa kemanusiaan ini. Aparat penegak hukum harus bertindak dan melakukan penegakan hukum secara tegas dan tuntas atas serangkaian aksi teror KKB,” kata Jaleswari.

Baca Juga: Pascapenyerbuan KKB di Kiwirok, IDI Papua: Seluruh Nakes Sudah Dievakuasi ke Jayapura

Peristiwa terakhir yang dilakukan oleh KKB adalah serangan dan pembakaran sejumlah fasilitas pelayanan publik seperti puskesmas, perumahan para tenaga kesehatan (nakes),SD dan SMP, perumahan bagi para guru serta balai-balai kampung. Penyerangan ini terjadi pada 14 September 2021 di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

Sehari sebelumnya, pada Senin (13/9/2021), KKB juga menyerang dan membakar kantor kas Bank Pembangunan Daerah Papua, pasar, puskesmas, dan SD Inpres di Kiwirok. Serangkaian aksi yang mengganggu dan menimbulkan ketakutan di masyarakat tersebut telah berdampak setidaknya pada 11 orang nakes. Dari jumlah tersebut, sebagian mengalami luka-luka, sebagian lagi meninggal dunia dan beberapa diantaranya dinyatakan hilang.

Kabar terakhir yang diterima KSP menyebutkan bahwa salah satu korban meninggal dunia adalah perawat Gabriella Meilani (22). Sementara, seorang nakes lain yang belum ditemukan adalah Gerald Sokoy (28).

Baca Juga: Nakes Jadi Korban, Gubernur Papua Soroti Tragedi Penyerangan Distrik Kiwirok oleh KKB

“Kantor Staf Presiden menyatakan dukacita sedalam-dalamnya atas gugurnya pahlawan kemanusiaan seperti Ibu Gabriella Meilani, dan hilangnya Bapak Gerald Sokoy yang telah mendedikasikan hidupnya melayani warga masyarakat pedalaman di Papua,” ujar Jaleswari.

Jaleswari menegaskan kekerasan oleh KKB merupakan tindakan pidana serius terhadap warga Papua yang harus segera dihentikan. Jaleswari menyayangkan jatuhnya korban nakes yang saat ini kehadirannya sangat dibutuhkan dalam menghadapi pandemi Covid-19 di wilayah-wilayah pedalaman di Papua.

Lebih lanjut, Jaleswari mengatakan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh KKB terhadap nakes ini merupakan pelanggaran serius Undang-Undang (UU) Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, UU 36/2009 tentang Kesehatan, UU 29/2004 tentang Praktik Kedokteran, UU 38/2014 tentang Keperawatan, UU 44/2009 tentang Rumah Sakit, dan UU 6/2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.



Penulis: Lenny Tristia Tambun / CAR
Sumber: BeritaSatu.com

#KKB #KSP #Aksi Teror #Papua #Distrik Kiwirok #Pegunungan Bintang #Gabriella Meilani

BAGIKAN

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI

Kembali Digugat PKPU, Ini Tanggapan Garuda Indonesia

Tabrakan Maut Antarbus, Wagub Riza Sebut Tidak Mudah Jadi Sopir Transjakarta

Asproksi Bekasi Diharapkan Berkontribusi Tingkatkan Standar Produk Kesehatan

Sejalan Mata Uang Asia, Awal Perdagangan Rupiah Melemah 20 Poin

Cerita Bima Arya Minta Tips Bangun Kota Bahagia ke Dubes Finlandia

Bisnis Makanan dan Minuman Rendah Kalori Mampu Bertahan Saat Pandemi

Pagi dan Sore Ini Jakarta Diguyur Hujan

BPBD Minta Warga Laporkan Bila Ada Bencana yang Terjadi di Kota Tangerang

Kemtan Raih Penghargaan Tertinggi Keterbukaan Informasi Publik 2021

Pemkot Tangerang Uji Coba Penerapan PeduliLindungi di Dua Pasar Tradisional

BERITA TERPOPULER