Besok, KPK Bakal Periksa Azis Syamsuddin Terkait Kasus Suap Penanganan Perkara

 

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan memeriksa Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin, Rabu (9/6/2021) besok. Azis bakal diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap penanganan perkara yang menjerat mantan penyidik KPK, Stepanus Robin Pattuju.

"Benar, Rabu, 9 Juni 2021 dijadwalkan pemanggilan oleh Tim penyidik KPK atasnama Azis Syamsuddin (Wakil Ketua DPR) sebagai saksi dalam perkara atas nama tersangka SRP (Stepanus Robin Pattuju) dan kawan-kawan," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri, dalam keterangannya, Selasa (8/6/2021).

Ali memastikan, surat panggilan pemeriksaan terhadap Azis Syamsuddin telah dilayangkan secara patut menurut hukum. Untuk itu, KPK mengimbau Azis Syamsuddin kooperatif dengan hadir memenuhi panggilan tersebut. Azis diketahui mangkir atau tidak memenuhi panggilan pemeriksaan pada Jumat (7/5/2021) lalu.

"Saksi merupakan pihak yang diduga mengetahui rangkaian peristiwa perkara tersebut sehingga keterangannya diperlukan agar menjadi lebih terang dugaan perbuatan para tersangka dalam perkara ini," kata Ali.

 

Baca Juga: Penuhi Panggilan Dewas KPK, Azis Syamsuddin: Saya Ikuti Proses yang Ada

Dalam kasus ini, KPK menduga Stepanus bersama seorang pengacara Maskur Husain bersepakat dengan Wali Kota nonaktif Tanjungbalai, M Syahrial terkait proses penanganan dugaan korupsi di Pemkot Tanjungbalai agar tidak ditindaklanjuti oleh KPK dengan menyiapkan uang Rp 1,5 miliar. Kemudian, Syahrial menyetujui permintaan Stepanus dan Maskur tersebut dengan mentransfer uang secara bertahap sebanyak 59 kali melalui rekening bank milik Riefka Amalia/swasta atau teman dari Stepanus serta secara tunai dengan total mencapai Rp 1,3 miliar. Dari uang yang telah diterima oleh Stepanus dari Syahrial, kemudian diberikan kepada Maskur sebesar Rp 325 juta dan Rp 200 juta.

Selain itu, Maskur juga diduga menerima uang dari pihak lain sekitar Rp 200 juta, sedangkan Stepanus dari Oktober 2020 sampai April 2021 diduga menerima uang dari pihak lain melalui transfer rekening bank milik Riefka sebesar Rp 438 juta.

Pemanggilan terhadap Azis dilakukan penyidik lantaran politikus Partai Golkar tersebut diduga memiliki peran dalam sengkarut kasus ini. Azis diduga sebagai pihak yang memfasilitasi pertemuan antara Stepanus dan Syahrial di rumahnya pada Oktober 2020.

Selain di Tanjungbalai, Stepanus dan Azis diduga pernah berkongkalikong dalam penanganan perkara korupsi lainnya yang dilakukan KPK. Dalam pertimbangan putusan Majelis Etik Dewan Pengawas (Dewas) KPK yang menangani pelanggaran etik Stepanus disebutkan Azis memberikan uang sebesar Rp 3,15 miliar kepada Stepanus. Uang itu terkait penanganan perkara di Lampung Tengah yang terkait dengan kader Partai Golkar, Aliza Gunado. Dari uang Rp 3,15 miliar yang diterimanya dari Azis, Stepanus memberikan Rp 2,55 miliar kepada Maskur Husain.

Baca Juga: Kasus Suap Penanganan Perkara, KPK Tak Segan Jerat Azis Syamsuddin

 

Seusai diperiksa penyidik pada hari ini, Stepanus Robin Pattuju meralat pernyataannya saat sidang etik terkait uang dari Azis Syamsuddin.

"Itu sudah saya ubah, enggak ada (pemberian uang), sudah saya ralat semua," kata Stepanus.

Selain dari Azis Syamsuddin, pertimbangan putusan Majelis Etik Dewas menyebut Stepanus menerima uang dari sejumlah pihak yang berperkara di KPK. Stepanus disebut menerima uang secara bertahap sebesar Rp 5,1 miliar dari mantan Bupati Kutai Kertanegara Rita Widyasari terkait penyusunan memori Peninjauan Kembali Peninjauan Kembali (PK) kasusnya. Dari uang itu, Stepanus memberikan Rp 4,8 miliar kepada Maskur Husain.

Kemudian, Stepanus turut menerima uang secara bertahap sejumlah Rp525 juta dari Usman Efendi dalam perkara suap Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Sukamiskin tahun 2019. Stepanus lantas memberikan sekitar Rp 272,5 juta di antaranya kepada Maskur.

Baca Juga: Dipecat, Stepanus Robin Minta Maaf ke KPK dan Polri

 

Tak hanya itu, Stepanus juga menerima uang dari eks Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna sebanyak Rp505 juta. Sebanyak sekitar Rp425 juta di antaranya diberikan Stepanus kepada Maskur Husain.

Namun, Stepanus mengeklaim perbuatan rasuah hanya dilakukannya bersama pengacara Maskur Husain.

"Intinya ini perbuatan saya bersama Maskur Husain, kami akan bertanggung jawab atas perbuatan kami dan tidak ada orang lain," kata Robin.



Penulis: Fana F Suparman / WM
Sumber: BeritaSatu.com

#Suap Penanganan Perkara #KPK #Aziz Syamsuddin #Stepanus Robin Pattuju #Ali Fikri #Tanjungbalai

BAGIKAN

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI

Uganda Cabut Sejumlah Pembatasan Covid-19

Menlu: Pemerintah Amankan Pengadaan Vaksin bagi Masyarakat

Ditopang Sentimen Global, Harga SUN Diproyeksikan Menguat Sepekan ke Depan

Kompetisi Liga 1 Belum Jelas, Robert Minta Pemain Persib Jaga Motivasi

BMKG Pastikan Gelombang Panas Tidak Terjadi di Indonesia

Kejar Target Vaksinasi di Hari Kemerdekaan, Ini Strategi Kapolri

Ayahanda Terpapar Covid-19, Vicky Prasetyo Mohon Doa Kesembuhan

Narasi Mafia Tanah Rusak Kemajuan di Pantura Tangerang

Kebakaran Hutan Meluas, Turki Umumkan Status Bencana

Raffi Ahmad Ungkap Rafathar Pernah Terpapar Covid-19

BERITA TERPOPULER