Polisi Selidiki KSP Pinjol Ilegal Dijual ke WNA

 

Jakarta, Beritasatu.com - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, sedang menyelidiki dugaan koperasi simpan pinjam (KSP) yang juga menaungi pinjaman online ilegal (pinjol), buatan tersangka Julie Sindy alias JS dan kawan-kawan, dijual ke warga negara asing (WNA).

"Jadi tersangka JS berhubungan dengan pihak luar juga. Dia sebagai fasilitator dan pemodal untuk membuat KSP. KSP-KSP yang sudah dia buat ini dijual ke investor lain. Bagaimana komunikasinya, bisa melalui medsos maupun email yang sudah dia promosikan di luar. Masih kami dalami, di dalamnya apakah berkaitan dia punya agen khusus di luar negeri untuk memasarkan produknya atau bagaimana. Masih terus kami dalami," ujar Kasubdit Industri Keuangan Non-Bank Dittipideksus Bareskrim Polri Kombes Pol Ma'mun, Senin (25/10/2021).

Dikatakan Makmun, koperasi simpan pinjam yang juga menaungi pinjaman online ilegal itu, diduga dijual kepada WNA untuk menjadi pemodal atau investor.

Baca Juga: Bekuk 3 Tersangka Kasus Pinjol Ilegal, Polisi Sita Rp 21 Miliar

"KSP-KSP ini nanti oleh yang bersangkutan dijual kepada WNA yang akan jadi investor pinjolnya. Ini nanti diubah. Maka masih kami dalami, karena ada 90-an KSP dan sebagian besar sudah diubah kepemilikannya. Masih terus kami dalami agar kami dapat apakah pemodal ini masih di Indonesia atau sudah di luar," ungkapnya.

Sebelumnya, Dittipid Eksus Bareskrim Polri, menangkap tiga tersangka terkait pengungkapan kasus pembuatan koperasi simpan pinjam fiktif yang diduga menaungi pinjaman online ilegal. Termasuk, menyita barang bukti sekitar Rp 21 miliar, perangkat komputer, ratusan akta pendirian koperasi simpan pinjam, ratusan stampel, dan lainnya.

Tiga orang yang ditangkap itu atas nama Julie Sindy alias JS, Danu Aditya alias DN dan Samsul Rizal alias RS.

Kasus ini merupakan lanjutan dari pengungkapan kasus pinjol ilegal di sejumlah titik beberapa waktu lalu. Ada tujuh tersangka yang diamankan ketika itu yang berperan sebagai operator penagih maupun penyebar pesan pendek atau SMS blasting. Mereka semua sudah dilakukan penahanan.

Penyidik kemudian melakukan pendalaman untuk bisa mengetahui siapa layer di atas, siapa yang mendanai, siapa yang memfasilitasi, siapa yang mengurus perizinan, dan lain sebagainya. Lalu ditemukan ada petunjuk beberapa aplikasi pinjaman online ilegal yang berbadan hukum. Berdasarkan pendalaman ini polisi menemukan setidaknya ada 34 pinjol ilegal atau berbentuk koperasi simpan pinjam yang diduga fiktif.

Baca Juga: Pelaku Pinjol Ilegal Diduga Kerja Sama dengan Fintech Ilegal, Ini Jawaban Satgas Waspada Investasi

Kemudian, pada waktu bersamaan, penyidik juga mendalami peristiwa seorang perempuan berinisial WI (38), yang nekat mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri, di kediamannya Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogori, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. Belakangan diketahui WI ternyata memiliki utang dan diduga tidak kuat menghadapi teror dari pinjol.

Setelah dilakukan pendalaman ternyata, setidaknya ada 23 pinjol yang terkait dengan korban meninggal di Wonogiri. Akhirnya, polisi berhasil melakukan penangkapan dan penahanan terhadap ketiga tersangka itu.

Sementara ini, polisi mencatat ada sekitar 95 KSP yang diduga dibuat oleh tersangka JS dan kawan-kawan.

 

 



Penulis: lorem ipsum / JEM
Sumber: BeritaSatu.com

#Pinjol #Pinjaman Online #Pinjol Online #KSP #WNA #Bareskrim #Bareskrim Polri

BAGIKAN

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI

Varian Omicron Mengancam Pemulihan Ekonomi Dunia

Prima Protect Plus Bagikan Paket Sanitasi untuk Mitra Grab

Brasil Sudah Vaksinasi Covid 90% Populasi

Pemberdayaan Masyarakat, PT TCM Gandeng ISSF

Bus Terbakar di Tol Semarang-Solo

Pemerintah Siapkan Bonus untuk Tim Piala Thomas 

Iran Nyatakan Tuntutan Kesepakatan Nuklir

Kongres JKPI Tetapkan 8 Ibu Kota Kebudayaan

Airlangga Apresiasi Polri Dukung Kebijakan Pemerintah

Usut Pelanggaran HAM di Piniai, Kejagung Harus Transparan

BERITA TERPOPULER