Gugus Tugas Paparkan Tiga Langkah Menuju Zona Aman Covid-19

Jakarta, Beritasatu.com - Penularan Covid-19 masih menjadi ancaman hingga saat ini. Sejumlah daerah dengan cepat berubah dari zona risiko rendah menjad risiko sedang hingga tinggi. Perubahan atau dinamika zona risiko ini sangat tinggi, terutama dipengaruhi perilaku ketidakpatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan. Oleh karena itu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 nasional dan daerah bersinergi untuk mengajak semua komponen bangsa untuk menjadikan wilayah-wilayah aman Covid-19.

Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Gugus Tugas Nasional dr. Reisa Broto Asmoro mengatakan, dinamika perubahan zonasi berdasarkan tingkat risiko sangat dipengaruhi berbagai indikator. Gugus Tugas Nasional menetapkan pemetaan zonasi dengan warna hijau, kuning, oranye dan merah.

Baca JugaGugus Tugas Ingatkan Protokol Kesehatan Saat Imunisasi Anak

Kategorisasi warna tersebut mewakili pencapaian indikator epidemiologi, dan data kesehatan masyarakat. Warna hijau menunjukkan wilayah tanpa penularan Covid-19 atau tidak ada kasus baru, sedangkan warna lain menunjukkan tingkat risiko penularan rendah, sedang hingga tinggi. Daerah yang menuju zona hijau ini menunjukkan pemerintah daerah dan masyarakat berhasil menurunkan penularan. Namun mesti diingat, perubahan atau dinamika zonasi kabupaten-kota sangat tinggi.

“Bisa saja sebuah wilayah berpindah dari zona risiko rendah menjadi zona risiko tinggi. Biasanya, apabila ada yang tidak lagi disiplin menerapkan protokol kesehatan,” kata Reisa pada konferensi pers di Media Center Gugus Tugas Nasional, Jakarta, Senin (6/7/2020).

Reisa mengatakan, minggu lalu ada 53 kabupaten/kota dengan risiko kenaikan kasus yang tinggi. Sedangkan berisiko sedang berjumlah 177 kabupaten/kota dan berisiko rendah 185 kabupaten/kota dengan risiko rendah. Selain itu, 99 kabupaten/kota tidak terdampak atau tidak ada kasus baru.

Baca JugaSalon dan Sejenisnya Berpotensi Jadi Sumber Penularan Covid-19

Menurutnya, angka-angka itu dapat berubah dan data terkini akan diumumkan oleh Tim Pakar Gugus Tugas Nasional. Kabar baiknya, data Gugus Tugas juga mencatat perubahan peta zonasi risiko rendah dan tidak terdampak per akhir bulan lalu meningkat tajam. Jumlah wilayah tersebut pada 31 Mei 2020 berjumlah 46,7 persen dari setengah kabupaten dan kota di Indonesia. Jumlah ini terus bertambah hingga per 28 Juni 2020 menjadi 55,25 persen. Ini merupakan kabar baik dalam penanganan Covid-19 di Tanah Air.

Menurutnya, ada tiga langkah kunci untuk menuju zona aman Covid-19. Pertama, pengawasan ketat oleh pemerintah daerah. Kedua, kedisiplinan seluruh anggota masyarakat mulai dari para tokoh agama dan budaya, akademisi, dunia usaha, serta media massa.

Ketiga, visi bahwa daerah yang lebih sehat akan membuat masyarakat lebih produktif, dan wilayah tersebut jauh lebih kompetitif. Baik dari sisi kualitas sumber daya manusia maupun dari sisi persepsi positif citra daerah tersebut.

Reisa menegaskan, keberhasilan bersama dalam pandemi ini hanya bisa diraih lewat gotong royong. Bekerja bersama mendisiplinkan diri, melakukan perubahan, menerapkan adaptasi kebiasaan baru.

“Ingat, jaga jarak aman 1 sampai 2 meter, pakai masker dengan benar, cuci tangan minimal 20 detik, dan menjalankan perilaku hidup bersih dan gaya hidup sehat,” ujar Reisa.



Penulis: Dina Manafe / CAH
Sumber: BeritaSatu.com

#Covid-19 #Corona #Zona Aman Covid-19

BAGIKAN

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI

Mondelez Salurkan Bantuan Covid-19 Senilai Belasan Miliar

Sampai Akhir Juli, Pembebasan Lahan Tol Probolinggo-Banyuwangi Seksi I Capai 18,76%

Frank Lampard Tak Kecewa Bila Willian Hengkang

Agar Pengadaan Barang dan Jasa Lebih Transparan, Kemidikbud Luncurkan Aplikasi SIPLah

Universitas Pancasila Gelar Wisuda Secara Daring

Ketum VIU dan Pendeta HKBP Serukan Kebangkitan Ekonomi Kerakyatan

Sepi Penghuni di Masa Pandemi, Asrama UI Direnovasi

Perluasan Ancol Diharapkan Sediakan Akses Pantai Publik

Ganjil Genap Dinilai Tak Efektif Kurangi Mobilitas Warga

Tiga Sektor Ini Paling Diminati Investor Asing

BERITA TERPOPULER