Masyarakat Tidak Perlu Takut ke Rumah Sakit di Masa Pandemi

Jakarta, Beritasatu.com - Di tengah pandemi Covid-19, banyak masyarakat yang enggan ke rumah sakit. Alhasil, banyak pasien yang tidak mendapatkan penanganan yang tepat sehingga kondisinya semakin memburuk.

Padahal, masyarakat tidak perlu takut ke rumah sakit saat emergensi. Pasalnya, saat ini rumah sakit telah menerapkan prosedur tetap (protap) penanganan Covid-19 sesuai dengan ketetapan pemerintah melalui Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes) Nomor 1591/2020.

Ketua Umum Koalisi Perlindungan Kesehatan Masyarakat (Kopmas), Rita Nurini mengatakan, salah satu aturan yang ditetapkan dalam pemberlakuan protap pelayanan di rumah sakit di masa pandemi Covid-19 adalah pelaksanaan swab test untuk semua pasien di unit gawat darurat (UGD).

"Hal ini juga menjadi bentuk perlindungan terhadap tenaga kesehatan," kata Rita di sela webinar Prosedur Tetap Penanganan Pasien UGD di Masa Pandemi Covid-19, Senin (30/11/2020).

Baca Juga: Basis Data Covid-19 Perlu Disempurnakan

Sayangnya, kata Rita, dalam implementasinya, masih ada celah bagi oknum memanfaatkan kebijakan tersebut untuk mengabaikan kewajibannya. Dampaknya, citra buruk rumah sakit, tenaga kesehatan hingga keengganan masyarakat datang ke rumah sakit.

"Mulai dari rasa kekhawatiran tertular hingga dikhawatirkan dinyatakan Covid-19 saat berada di RS, terutama saat mendapatkan perawatan di UGD," tandasnya.

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr Daeng Muhammad Faqih menjelaskan, masyarakat tidak perlu khawatir ataupun takut untuk datang ke rumah sakit selama pandemi ini, terutama di saat mengalami kondisi emergensi.

"Setiap rumah sakit telah menerapkan protap tidak hanya untuk melindungi tenaga medis, tapi juga masyarakat yang tengah berobat. Terutama, adanya potensi penularan dari penderita Covid-19 yang orang tanpa gejala (OTG)," jelas Daeng Faqih.

Baca Juga: IDI: Bantu Kami Tidak Perberat Situasi Covid-19

Sedangkan bagi masyarakat yang khawatir dinyatakan positif Covid-19 oleh Rumah Sakit, Daeng Faqih menilai, hal itu tidak mungkin dilakukan. "Sebab, untuk menyatakan positif diperlukan beberapa pemeriksaan, baik berdasarkan pemeriksaan secara diagnosa klinis maupun diagnosa laboratorium, termasuk PCR swab, dan penunjang lainnya seperti rontgen," paparnya.

Belum lagi, kata Daeng Faqih, hal ini pun akan di cek ulang atau verifikasi dengan diteliti, sangat ketat dan seksama oleh pihak BPJS. Apabila tidak sesuai dana perawatan pasien Covid-19, tidak akan dibayarkan sepeserpun. Pihak BPJS akan melihat mulai dari gejala, hasil laboratorium, pemeriksaan penunjang lanya, obat-obatan, hingga tindakan lainnya dalam menangani pasien tersebut.

"Apabila tidak sesuai, tentu saja tidak akan diganti biaya tersebut. Tentu saja yang akan merugi adalah pihak rumah sakit. Mengingat biaya perawatan pasien Covid-19 tidaklah murah," tandasnya.

Baca Juga: Daewoong Gandeng Gandasari Pasok Alat Uji Diagnostik Covid-19

Sementara itu, Bidang Advokasi Kopmas, Yuli Supriati memberikan beberapa tips agar tidak takut ke UGD di saat emergensi. Pertama, gunakan kendaraan pribadi atau ambulan membawa pasien bila berada di zona merah. Untuk pasien di zona hijau dan kuning pastikan mengetahui kebutuhan di rumah sakit, seperti lihat rekam medisnya apakah ada atau sudah menjalani pengobatan sebelumnya di rumah sakit.

"Kedua, datang ke UGD sebaiknya dengan keluarga terdekat atau yang mengetahui kondisi pasien dan bawa rekam medis pasien. Terakhir, selalu terapkan protokol kesehatan 3M, yaitu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak,” tutupnya.

 



Penulis: Indah Handayani / FER
Sumber: BeritaSatu.com

#IDI #Daeng Faqih #Covid-19 #Rumah Sakit

BAGIKAN

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI

Percepat Vaksinasi, Kemkes Tambah 80.000 Vaksinator

Petugas Lapas Lowokwaru Ungkap Penyelundupan 50 Paket Diduga Tembakau Gorilla dan Ganja

Ini Alasan Ibrahimovic Sebut Lukaku "Voodoo".

Anggota DPRD PSI Kota Manado Sumbangkan Gaji untuk Korban Banjir

Sekjen MUI: Ulama Dapat Dilibatkan dalam Mendeteksi Dini Radikalisme

Insentif Harga Gas Dongkrak Utilisasi Industri Kaca Lembaran

Osaka Bedding Buka Lowongan Kerja untuk Para Penjahit di Masa Pandemi

Curhat Biaya Transfer Antarbank, Bintang Emon Coba Suarakan Isi Hati Warganet

Istri Edhy Prabowo Diduga Kecipratan Aliran Dana Suap

Bio Farma Distribusikan 1,8 Juta Dosis Vaksin Tahap Dua untuk 900.000 Nakes

BERITA TERPOPULER