Soal Kejadian Tidak Diinginkan Uji Coba Vaksin Nusantara, Ini Penjelasan Pakar

Jakarta, Beritasatu.com, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memaparkan hasil uji klinis fase I vaksin Nusantara terdapat kejadian tidak diinginkan grade tiga pada enam subjek dengan perincian yaitu satu subjek mengalami hipernatremi, dua subjek peningkatan Blood Urea Nitrogen (BUN), dan tiga subjek mengalami peningkatan kolesterol.

Baca Juga: Hindari Embargo Vaksin Covid-19, Terawan Ajak Semua Pihak Bantu Pemerintah

Merespons hal tersebut, Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman Amin Soebandrio mengatakan, temuan BPOM ini karena adanya kesepakatan bersama protokol penelitian antara peneliti dan BPOM, dan Komisi Etik. Amin menjelaskan, ketika penelitian akan dimulai, maka harus mengajukan nama proposal. Selain itu, peneliti mengusulkan untuk mengevaluasi keberhasilan suatu pengobatan termasuk vaksin, yakni hal apa saja yang akan diukur.

“Itu bisa beda-beda tergantung dari protokolnya dan apa yang sedang diteliti. Nah, itu semua akan tertulis di protokol dan protokol itu telah disepakati antara peneliti dengan BPOM, Komisi Etik, vaksin sudah disepakati dan semuanya harus mengacu kepada dokumen yang sama,” kata Amin pada pada acara dialog virtual Polemik Trijaya tentang Siapa Suka Vaksin Nusantara, pada Sabtu (17/4/2021).

Baca Juga: Ini Penjelasan Kepala Eijkman tentang Sel Dendritik Jadi Bahan Pengembangan Vaksin Nusantara

Khusus untuk penelitian vaksin Nusantara ini, Amin mengaku tidak membaca isi protokol tersebut. Namun pada prinsipnya hal yang ditulis protokol akan dievaluasi dan mengacu pada dokumen yang sama. Misalnya, di awal para peneliti sudah mengusulkan yang akan dievaluasi a, b, c, d, dan e, maka asesor hanya menilai a, b, c, d, dan e.

Untuk itu, Amin menyebutkan, hal yang tidak masuk dalam protokol kesepakatan tidak akan dievaluasi. “Maka apa yang diterima BPOM yang dilaporkan oleh parpeneliti, dan yang menilai apakah itu ada atau tidak para peneliti juga, hasilnya disampaikan kepada BPOM,” ucapnya.

Amin menyebutkan, dalam protokol juga menjelaskan perekrutan subjek menjadi relawan dengan syarat- syarat detail seperti usia, jenis kelamin, dan lain sebagainya.



Penulis: Maria Fatima Bona / WBP
Sumber: BeritaSatu.com

#Vaksin Nusantara #Vaksin Covid-19 #Covid-19

BAGIKAN

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI

Lusa, MKD DPR Gelar Pleno Bahas Azis Syamsuddin

Tahanan BNN Sumut Kabur Setelah Siram Petugas dengan Air Cabai

Pengganti Zidane, Nama Raul dan Joachim Low Masuk Daftar

Puncak Pergerakan Pengguna KRL Masa Libur Lebaran pada Siang Hari

Enam Desa di Aceh Tenggara Diterjang Banjir Bandang

Lima Gol di Selhurst Park, Palace Tumbangkan Villa

Menengok Penampilan Masa Muda Crazy Rich asal Malang

Babak I, West Bromwich vs Liverpool Bermain Imbang

Banjir di Nagan Raya, Ratusan Rumah di 6 Desa Masih Terendam

23.455 Wisatawan Kunjungi Pantai Glagah Kulon Progo Saat Libur Lebaran

BERITA TERPOPULER