Pemuda Meninggal Setelah Divaksin, Komnas KIPI dan BPOM Uji Sterilitas dan Toksisitas Astrazeneca

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (Komnas KIPI) bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sedang menguji sterilitas dan toksisitas vaksin Astrazeneca. Ini dilakukan untuk membuktikan pengaruh vaksinasi terhadap kasus wafatnya Trio Fauqi Virdaus sehari setelah menerima vaksin Astrazeneca.

"Sekarang sedang diuji vaksinnya dari segi sterilitas dan toksisitas, apakah vaksin yang disuntikkan itu steril atau tidak. Kami juga cek apakah ada kandungan toksisitasnya atau tidak," kata Ketua Komnas KIPI, Hindra Irawan Satari,Minggu (16/5/2021).

Baca Juga: Ketua MPR Minta Komnas KIPI Investigasi Pemuda Meninggal Setelah Divaksin Astrazeneca

Toksisitas adalah sifat suatu zat yang merusak bila dipaparkan terhadap struktur organisme, seperti sel atau organ tubuh. Sementara sterilitas diuji untuk mengetahui apakah vaksin tersebut bersih dari kuman atau mikroorganisme lain.

Hindra mengatakan, kajian terhadap kandungan vaksin itu sedang dilakukan oleh BPOM.

"Uji BPOM biasanya dua sampai tiga pekan. Itu meliputi toksisitas dan sterilitas," ujarnya.

Komnas KIPI juga telah berupaya menginvestigasi wafatnya Trio Fauqi Virdaus berdasarkan riwayat penyakit atau komorbid yang mungkin berkaitan dengan KIPI.

Namun berdasarkan rekam medis dari pihak dokter yang pernah melayani Trio, kata Hindra, Komnas KIPI menemukan ada penyakit kronis yang diderita. Namun Hindra memastikan kejadian Trio wafat tidak dipicu oleh penyakit kronis tersebut.

"Kalau terkait penyakit kronisnya apa dan bagaimana, itu rahasia medis yang tidak bisa kami ungkapkan," katanya.

Baca Juga: Anggota DPR: Masyarakat Tunggu Hasil Investigasi Komnas KIPI Soal Vaksin Astrazeneca

Menurut Hindra, investigasi terhadap kejadian yang dialami Trio bisa dinyatakan selesai apabila BPOM telah melaporkan hasil uji terhadap sterilitas maupun toksisitas dari vaksin yang disuntik kepada almarhum.

Namun investigasi juga memungkinkan bisa berlanjut melalui proses otopsi jenazah almarhum dengan seizin keluarga.

Proses otopsi jenazah, kata Hindra, diperlukan oleh Komnas KIPI menyusul ketiadaan data pendukung proses otopsi.

"Data yang dihimpun KIPI tidak ada sama sekali, sebab almarhum tiba di rumah sakit sudah wafat. Dokter juga tidak sempat memeriksa lebih jauh. Datanya tidak ada sama sekali," katanya.

Menurut Hindra, keluarga maupun Trio sebenarnya memiliki peluang untuk menjalani diagnosis medis saat terjadi keluhan penyakit.

"Padahal almarhum mengeluh sehari sebelumnya sejak jam 15.30 WIB. Lalu besoknya datang ke rumah sakit pukul 12.45 WIB sudah meninggal. Padahal kalau diperiksa cek laboratorium dan CT scan itu bisa. Kami memeriksa saat jenazah sudah dimakamkan," katanya.

Baca Juga: Penggunaan Vaksin Astrazeneca, Anies: Belum Ada Perubahan Kebijakan

Komnas KIPI berencana mengonfirmasi keluarga almarhum terkait kesediaan mereka untuk membongkar makam almarhum untuk kepentingan otopsi.

"Kita akan konfirmasi. Kalau keluarga mau, ya alhamdulillah. Nanti dokter forensik yang mengotopsi. Itu masih memungkinkan seperti kejadian-kejadian kriminal," ujarnya.

Trio Fauqi Virdaus (22) meninggal dunia setelah menjalani vaksinasi AstraZeneca pada Rabu (5/5). Pemuda asal Buaran, Duren Sawit, Jakarta Timur yang bekerja di Pegadaian itu meninggal sehari setelah melakukan vaksinasi, Kamis (6/5/2021).

Sementara proses investigas Komnas KIPI baru dimulai pada Jumat (7/5/2021).



Penulis:  / IDS
Sumber: ANTARA

#Komnas KIPI #BPOM #Astrazeneca #Vaksin Covid-19 #Vaksinasi Covid-19

BAGIKAN

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI

Bunuh Diri Hummels Antar Prancis Tundukkan Jerman

Portugal Menang, Ronaldo Buat 4 Rekor

Ronaldo Dua Gol, Portugal Bungkam Hungaria 3-0

Menit 87 Ronaldo Perbesar Keunggulan Portugal

Menit 83, Raphael Guerreiro Bawa Portugal Unggul

Video Viral Pecah Kaca Truk Ternyata Keributan Antar Sopir

Setelah 17 Tahun, Perang Dagang AS- Uni Eropa Mereda

Bank Dunia dan Uni Afrika Distribusikan Vaksin Covid-19

Korban Mafia Tanah 45 Hektare Berharap Hakim Tolak Pembelaan Dua Tersangka

Babak Pertama, Hungaria vs Portugal Masih Tanpa Gol

BERITA TERPOPULER