WHO: Varian Delta Bukan yang Terakhir, Waspadai Kemunculan Varian Baru

Jenewa, Beritasatu.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) masih mencoba memahami kenapa Covid-19 varian delta lebih menular dan lebih berbahaya daripada versi awal Covid-19.

"Ada mutasi dalam varian delta yang membuat virus lebih mudah menempel ke sel. Studi laboratorium juga menemukan indikasi bahwa varian delta memiliki tingkat replikasi lebih tinggi," kata Dr Maria Van Kerkhove, direktur teknikal WHO untuk Covid-19, Jumat (30/7/2021).

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengatakan bahwa riset terbaru mengindikasikan varian delta lebih menular dibanding flu babi, flu biasam dan polio. Tingkat penularannya menyerupai cacar, dan tampaknya, memiliki peluang penularan yang lebih lama dibanding Covid-19 varian orisinal. Varian delta juga lebih berbahaya bagi lansia, bahkan jika mereka sudah divaksinasi penuh.

Peringatan CDC berasal dari dokumen rahasia yang dikaji dan telah dikonfirmasi CNBC.

Baca Juga: Varian Delta Menyebar ke 15 Kota di Tiongkok

"Pada awalnya, virus itu sendiri adalah virus yang berbahaya dan sangat menular. Varian delta lebih berbahaya dan dua kali lebih menular daripada varian awalnya," kata Dr Maria.

WHO juga memperkirakan ada kemungkinan varian-varian lain yang berbahaya bakal muncul. 

"Virus menjadi lebih kuat seiring dengan peredaran mereka, dan akan menjadi lebih menular. Ini karena virus berevolusi, mereka selalu berubah," kata Dr Maria.

Dengan tren saat ini, WHO pesimistis akan perkembangan Covid-19. "(Varian delta) tidak akan menjadi varian terakhir," kata Dr Maria.

Baca Juga: CDC: Covid-19 Varian Delta Miliki Penularan Seperti Cacar Air

Dia menegaskan pentingnya negara-negara menerapkan kebijakan kesehatan publik, seperti pembatasan sosial, dan memakai masker, seiring dengan distribusi vaksin Covid-19 yang masih terus berjalan.

"Dibutuhkan vaksinasi kepada sekitar 70% populasi dunia, untuk memperlambat penularan dan mengurangi risiko munculnya varian-varian baru," kata Dr Bruce Aylward, penasihat seniro untuk dirjen WHO.



Penulis: Faisal Maliki Baskoro / FMB
Sumber: CNBC.com

#WHO #Covid-19 #Varian Delta #Maria Kerkhove

BAGIKAN

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI

Masterpiece Auction Lelang Karya-karya Maestro Asia Tenggara

Wagub DKI: Kelanjutan Bansos Tunai Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat

BNN Hadiri Pertemuan Internasional Asod

Olike Lebarkan Sayap ke Produk [italicLifestyle

Nadiem Ajak BEM Berkolaborasi Sukseskan Merdeka Belajar

Ditanya Uang Hadiah AS Terbuka Buat Apa, Ini Jawaban Cerdas Emma Raducanu

Pandemi Buat Keuangan Juventus Catat Rekor Kerugian

OJK dan SRO Dapat Penghargaan dari Pemkot Surabaya

Tenggelam di Perairan Nusakambangan, Kapal Kemkumham Angkut 2 Truk Proyek

Festival Foodpreneur Bersinar Dorong Potensi Bisnis Kuliner Perempuan Indonesia

BERITA TERPOPULER