Studi: Vaksin Berbasis mRNA Beri Efek Booster Terbesar

London, Beritasatu.com - Vaksin Covid-19 buatan Pfizer dan Moderna yang berbasis mRNA memberikan efek pendorong terbesar pada kadar antibodi saat diberikan 10-12 minggu setelah dosis kedua, menurut penelitian di Inggris yang dirilis pada Kamis (2/12/2021).

Penelitian “COV-Boost” itu pernah disebut oleh pejabat Inggris saat mengumumkan bahwa vaksin Pfizer dan Moderna lebih dipilih sebagai dosis booster di negara itu, namun datanya baru sekarang tersedia untuk publik.

Penelitian itu menemukan enam dari tujuh booster yang diuji mampu meningkatkan kekebalan setelah vaksinasi pertama dengan vaksin Pfizer-BioNTech dan ketujuh booster meningkatkan kekebalan saat diberikan setelah pemberian dua dosis vaksin Astrazeneca.

Dosis ketiga akan efektif untuk banyak vaksin yang telah kita uji dan dalam banyak kombinasi berbeda,” kata Profesor Saul Faust, pakar imunologi Universitas Southampton dan kepala penelitian, kepada awak media.

Baca Juga: Vaksinolog: Semua Vaksin Covid-19 Aman dan Efektif

Penelitian itu memperlihatkan bahwa satu dosis penuh atau setengah dosis Pfizer atau satu dosis penuh Moderna memberikan dorongan yang sangat efektif terhadap kadar antibodi dan sel T pada penerima vaksin Pfizer atau Astrazeneca.

Pemberian dosis booster v​​​​​​aksin Astrazeneca, Novavax, Johnson & Johnson dan Curevac meningkatkan antibodi, meskipun pada tingkatan kecil, pada penerima vaksin apapun.

Namun, meskipun vaksin Valneva mendorong kadar antibodi pada penerima vaksin Astrazeneca, hal itu tidak terlihat jika diberikan sebagai booster pada penerima vaksin Pfizer.

Penelitian itu juga menemukan suntikan booster membantu pembentukan respons sel T secara luas untuk melawan varian Beta dan Delta yang mungkin akan berperan penting dalam perlindungan jangka panjang.

“Respons sel T tampaknya bertambah untuk melawan semua varian yang memberi kita harapan bahwa varian virus itu kemungkinan bisa ditangani dengan vaksin terbaru, termasuk untuk mengurangi kasus rawat inap dan kematian...” kata Fraust.

Penelitian tersebut dilakukan sebelum Omicron menyebar secara global, tetapi Fraust mengatakan telah mengirimkan sampel kepada Badan Keamanan Kesehatan Inggris untuk penelitian tentang varian yang diwaspadai itu.



Penulis:  / LES
Sumber: ANTARA

#Vaksin Covid-19 #Vaksin mRNA #Dosis Booster #Antibodi

BAGIKAN

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI

Kapuas Prima Coal Incar Penjualan Bertambah US$ 43 Juta

Kembangkan Layanan, Bank Aladin Dilatih Tim Google

IPO, Saham Net TV Tercatat di BEI

IHSG Berbalik Melemah di Akhir Sesi I

Sudah Lebih 10.000 Kasus, Ini yang Baru Diketahui tentang Subvarian BA.2

2021, KPK Tangkap 123 Tersangka dengan Pengembalian Negara Rp 416,9 M

KSP Harus Optimalkan Lahan Perumahan Krakatau Steel Menjadi Lebih Modern

KIPI pada Anak Cenderung Lebih Rendah Dibanding Dewasa dan Lansia

Singapura Dukung Presidensi G-20 Indonesia

Digelar 14 Februari 2024, Ketua DPR Harap Persiapan Pemilu Bisa Lebih Matang

BERITA TERPOPULER