Sudah Lebih 10.000 Kasus, Ini yang Baru Diketahui tentang Subvarian BA.2

Jenewa, Beritasatu.com - Lebih dari 10.000 kasus turunan varian Omicron, BA.2 telah dilaporkan di 47 negara, menurut data oleh cov-lineages.org. Inilah yang baru kita ketahui tentang subvarian BA.2.

Menurut WHO, garis keturunan BA.2 berbeda dari varian Omicron asli BA.1 dalam beberapa mutasi, termasuk protein lonjakan.

Garis keturunan BA.2 memiliki banyak kesamaan dengan BA.1 tetapi menunjukkan perbedaan, termasuk dalam beberapa mutasi yang dapat mempengaruhi transmisibilitas, deteksi dan kemungkinan kekebalan, kata Anne Genier, juru bicara Badan Kesehatan Masyarakat Kanada (PHAC).

Baca Juga: 10.000 Lebih Kasus, Turunan Varian Omicron BA.2 Terdeteksi di 47 Negara

Analisis awal menunjukkan, BA.2 memiliki tingkat pertumbuhan yang meningkat dibandingkan dengan BA.1, kata Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA).

Di Denmark, kasus BA.2 meningkat pesat, terhitung hampir setengah (45 persen) dari semua kasus Omicron di negara tersebut.

Norwegia juga mengalami lonjakan dari tujuh deteksi pada 4 Januari 2022 menjadi 611 pada 19 Januari 2022.

[#pagebreak#]

“Varian virus Omicron ini berkembang pesat dibandingkan dengan virus Omicron asli, BA.1,” kata Institut Kesehatan Masyarakat Norwegia dalam laporan mingguannya.

“Sifat virus tidak diketahui selain itu lebih menular daripada BA.1 dan juga meningkat di Denmark dan Swedia, dan mungkin tampaknya sudah mengambil alih BA.1.”

Namun, para ahli mengatakan penelitian tambahan diperlukan untuk lebih memahami seberapa jauh subvarian ini dapat ditularkan daripada Omicron asli.

Baca Juga: WHO Mulai Selidiki Karakteristik Turunan Varian Omicron, BA.2

“Sepertinya itu menginfeksi lebih agresif dibandingkan dengan Omicron biasa, tetapi masih dalam penyelidikan dan terlalu dini untuk diceritakan,” kata Dr. Horacio Bach, pakar penyakit menular di University of British Columbia.
“Jika lebih menular, masyarakat rentan akan lebih terkena dampaknya,” tambahnya.

WHO mengatakan penyelidikan karakteristik BA.2, termasuk sifat lolos kekebalan dan virulensi, harus diprioritaskan secara independen untuk BA.1.



Penulis: Surya Lesmana / LES
Sumber: Global News

#Omicron #Subvarian Omicron #Turunan Omicron #BA.2

BAGIKAN

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI

Guardiola Ingin Manchester City Fokus Lawan Aston Villa

Cristiano Ronaldo Terancam Absen Lawan Crystal Palace

Data Kasus Positif dan Kematian Covid-19 di Jakarta sampai 21 Mei 2022

Data Penerima Vaksin Covid-19 sampai 21 Mei 2022

Kominfo Dorong Generasi Muda Kembangkan UMKM Melalui Platform Digital

Data Kasus Aktif Covid-19 sampai 21 Mei 2022

Ali Ghufron: Achmad Yurianto Berkontribusi Besar pada JKN

Data Prevalensi Tertinggi Covid-19 di 10 Provinsi pada 21 Mei 2022

Data Positivity Rate Covid-19 sampai 21 Mei 2022

Data Kesembuhan Terendah Covid-19 di 10 Provinsi pada 21 Mei 2022

BERITA TERPOPULER