Perbasi Dukung Menpora Bentuk Tim Bebaskan LADI dari Sanksi WADA

Jakarta, Beritasatu.com - Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PP Perbasi) mendukung penuh langkah Menpora Zainudin Amali membentuk Tim Akselerasi dan Investigasi. Sebagaimana tugasnya, tim ini dibentuk untuk memperlancar komunikasi antara Badan Anti-Doping Dunia (WADA) dengan Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI).

Mengingat, keluarnya sanksi WADA kepada LADI lebih karena seretnya komunikasi antarkeduanya. Imbasnya, bendera Indonesia tidak bisa berkibar saat kontingen Indonesia juara Piala Thomas.

"Kami dukung respons cepat Pak Menpora. Dengan dibentuknya Tim Akselerasi dan Investigasi diharapkan bisa menyelesaikan bekunya komunikasi sehingga LADI terbebas dari baned WADA. Bendera merah putih bisa berkibar lagi saat pahlawan olahraga Indonesia berjaya dan menjadi tuan rumah event internasional," jelas Sekjen PP Perbasi Nirmala Dewi, Jumat (22/10/2021).

Baca Juga: Mantan Ketua LADI Sebut Presiden WADA Pernah Puji Kinerja Menpora Amali

Sebab, imbuh Nirmala, jika tidak bergerak cepat, perpotensi berimbas pada kegiatan internasional lainnya. Apalagi, Nirmala menyebut, dalam waktu dekat Indonesia akan menjadi tuan rumah event besar bola basket. Diawali dengan dipercaya menyelenggarakan FIBA Asia Cup 2021 tahun depan. Kemudian pada 2023, giliran Indonesia menjadi tuan rumah FIBA World Cup 2023.

Karena itu, Nirmala mengajak publik memberikan dukungan langkah yang diambil Menpora Zainudin Amali. Bahwa langkah ini jangan disalahartikan sebagai bagian dari intervensi pemerintah. Mengingat, dampak dari hukuman WADA berimbas pada lambang negara.

Sehingga wajar jika Menpora bergerak cepat mengoordinasikan semua pihak agar permasalahan segera selesai. Diharapkan hukuman WADA dicabut, bendera Merah Putih kembali berkibar. "Pembentukan Tim Akselerasi dan Investigasi menumbuhkan optimisme kami dalam mensukseskan FIBA Asia Cup dan FIBA World Cup 2023," terang Nirmala.

Baca Juga: Kasus LADI, ISORI: Ada Aroma Tak Sedap Terkait Sanksi Doping WADA

Sebelumnya, Ketua Asosiasi Profesor Keolahragaan Indonesia (Apkori) Djoko Pekik Irianto pada Selasa (19/10/2021) mengapresiasi gerak cepat Menpora Amali membentuk Tim Akselerasi dan Investigasi untuk menyelesaikan masalah hukuman WADA kepada LADI. Dia yakin persoalan akan selesai. Apalagi, kata Djoko Pekik, LADI pernah memiliki ketua hebat.

Namanya Hapmi Sari Ambarukmi. Komunikasinya dengan WADA luar biasa bagus. Sehingga kalaupun ada hal-hal semacam ini akan terjadi sanksi dan sebagainya, biasanya sebelum berkirim surat, pihak WADA akan memberikan kabar terlebih dahulu atau setidaknya personal by phone. Kelebihan dari komunikasi intensif ini, kalau akan ada sanksi tentu bisa dikejar agar tidak di sanksi.

"Saat ini Indonesia sudah disanksi sudah dibuktikan dengan tidak berkibarnya Merah-Putih di Piala Thomas,” ucap Djoko Pekik.



Penulis: Hendro D Situmorang / JAS
Sumber: BeritaSatu.com

#Perbasi #Menpora #LADI #WADA #Antidoping #Sanksi Antidoping #Nirmala Dewi #Zainudin Amali

BAGIKAN

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI

Taliban Terbitkan Dekrit Perlindungan Hak Perempuan

Kapolri: Pertahankan Capaian Positif Penanganan Covid-19

Wapres Resmikan Monumen Pahlawan Covid-19 Jawa Barat

Meski Diadang Pandemi, Exquise Patisserie Tambah Gerai Baru

ERT Putra Perkasa Abadi Juara Umum IFRC 2021

PB ISSI Kirim Atlet Berlatih ke Swiss

Varian Omicron Mengancam Pemulihan Ekonomi Dunia

Mine Perfumery Kembali Berinovasi Abadikan Momen 2021

Prima Protect Plus Bagikan Paket Sanitasi untuk Mitra Grab

Brasil Sudah Vaksinasi Covid 90% Populasi

BERITA TERPOPULER