DPR Minta Pemerintah Evaluasi Program Food Estate

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua DPR Abdul Muhaimin Iskandar meminta pemerintah mengevaluasi program food estate. Muhaimin pun mengajak pemerintah lebih serius mendalami bencana banjir belakangan ini dalam kaitannya dengan politik pembangunan berbasis sumber daya alam (SDA) yang keliru.

Menurut Muhaimin, rentetan banjir dan bencana alam lainnya belakangan ini dituding karena pola pembangunan SDA yang keliru. Tanpa terkecuali, proyek food estate dan reforma agraria yang tidak optimal di sejumlah daerah di Indonesia. Muhaimin mengatakan fakta menunjukkan banjir bandang kerap melanda kawasan yang tak jauh dari lokasi proyek food estate.

Baca Juga: Siswono Sebut Indonesia Masih Jadi Importir Pangan Besar

“Saya kira perlu dievaluasi, ditinjau ulang dulu. Kita semua melihat banjir yang terjadi itu tidak jauh titik-titik food estate. Kalau dibiarkan tanpa adanya evaluasi dan kajian mendalam jelas itu merugikan warga sekitar,” kata Muhaimin, Sabtu (20/11/2021).

Merujuk Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, seharusnya program food estate menggunakan nomenklatur Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP). Menurutnya, jauh lebih elok KSPP tersebut yang dioptimalkan daripada membuka ratusan hingga jutaan lahan baru dengan membabat hutan berdalih mewujudkan kemandirian pangan.

“Lahan pertanian kita yang masuk dalam KSPP itu sangat luas, kalau itu digarap pemerintah dengan baik tanpa membuka lahan baru apalagi membabat hutan saya yakin bisa mewujudkan kemandirian pangan,” tutur Muhaimin.

Baca Juga: Jokowi Ungkap Penyebab Banjir di Sintang

Tanpa evaluasi dan kajian mendalam, ketua umum PKB tersebut memprediksi ke depan masalah banjir akan terus terjadi di berbagai wilayah seperti Sintang, Kota Batu dan lainnya. Karena itu, Muhaimin mendorong pemerintah segera mengevaluasi program itu serta memperhatikan masalah reforma agraria lainnya.

“Dengan tidak hanya mengakomodasi pembabatan hutan atas nama pembangunan dan kemandirian pangan. Jika nanti tetap dilanjutkan, saya minta skemanya bagi petani setempat diperjelas. Mereka itu nanti dapat apa, sebagai pemilik lahan, sebagai pekerja atau bagaimana. Saya berharap manfaatnya jelas dirasakan oleh petani sekitar, bukan malah ketiban bencananya saja," ujar Muhaimin.



Penulis: Markus Junianto Sihaloho / CAR
Sumber: BeritaSatu.com

#Food Estate #Muhaimin Iskandar #DPR #Banjir #Bencana Alam

BAGIKAN

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI

Hoax, Permen Yupi Terbuat dari Minyak Babi

Kapuas Prima Coal Incar Penjualan Bertambah US$ 43 Juta

Kembangkan Layanan, Bank Aladin Dilatih Tim Google

IPO, Saham Net TV Tercatat di BEI

IHSG Berbalik Melemah di Akhir Sesi I

Sudah Lebih 10.000 Kasus, Ini yang Baru Diketahui tentang Subvarian BA.2

2021, KPK Tangkap 123 Tersangka dengan Pengembalian Negara Rp 416,9 M

KSP Harus Optimalkan Lahan Perumahan Krakatau Steel Menjadi Lebih Modern

KIPI pada Anak Cenderung Lebih Rendah Dibanding Dewasa dan Lansia

Singapura Dukung Presidensi G-20 Indonesia

BERITA TERPOPULER