Masyarakat Bekasi Bentuk Malidi sebagai Garda Terdepan Tumpas Hoax

Bekasi, Beritasatu.com – Sampai kapanpun, berita yang berisi informasi bohong (hoax), ujaran kebencian, kampanye hitam yang dengan nilai-nilai yang mengandung radikalisme akan tumbuh subur. Terlebih lagi, penggunaan media sosial saat ini telah menjadi sarana informasi tanpa batas bagi masyarakat Indonesia.

Untuk itu, masyarakat Kota dan Kabupaten Bekasi yang peduli terhadap pencegahan ataupun berkomitmen menumpas penyebarluasan informasi bohong, ujaran kebencian dan sebagainya, membentuk Masyarakat Peduli Literasi Digital (Malidi).

“Kapanpun bisa muncul berita hoax, kapanpun bisa muncul sikap intoleran. Organisasi Malidi sudah terstruktur dengan baik. Di daerah-daerah lain, relawan seperti ini sifatnya masih individual, komunitasnya hidup mati-hidup mati tergantung situasi yang berkembang dan tidak ada kemampuan sustainability sehingga yang tadinya ada, tiba-tiba hilang,” ujar anggota Dewan Pembina Malidi, Teguh Arifiyadi, usai pelantikan pengurus Malidi periode 2022-2025 di Kota Bekasi, Selasa (25/1/2022) malam.

Teguh Arifiyadi yang juga perwakilan dari Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) mendukung penuh pembentukan Malidi sebagai komunitas yang melek terhadap informasi hoax, ujaran kebencian, sikap radikalisme dan sebagainya.

Baca Juga: Jelang Pemilu 2024, Polri Antisipasi Penyebaran Hoax

“Kominfo selalu mendukung setiap organisasi masyarakat yang punya tujuan menjadi mitra pemerintah untuk berkolaborasi dalam pemberantasan informasi hoax ataupun sikap-sikap intoleransi,” ungkap Teguh.

Selain Malidi, Kominfo juga menggandeng komunitas serupa seperti Mafindo, Cyber Kreasi, Komunitas Cyber Hoax. Organisasi seperti Malidi sangat diperlukan pemerintah dalam menangkal berita hoax, ujaran kebencian, paham radikal dan sebagainya.

“Pemerintah punya program namanya literasi digital yang mencakup program edukasi dan diseminasi informasi terkait penggunaan internet di seluruh Indonesia. Kominfo siap bekerja sama menggandeng komunitas untuk menjadikan mereka sebagai garda terdepan literasi kepada masyarakat,” tuturnya.

Baca Juga: Kemenkes Klarifikasi Hoax Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa

Sementara itu, Ketua Umum Malidi Heru Nugroho menambahkan, cikal bakal pembentukan Malidi ini bermula dari keresahan para anggota terhadap peredaran informasi hoax di media sosial.

“Sekitar empat tahun yang lalu, iklim dunia medsos mulai dibanjiri dengan hoax. Kita merasa gerah sekali dengan informasi yang sangat cepat sekali menyebar tetapi kebenarannya diragukan. Kita tidak yakin informasi ini benar tetapi menyebar dan dipercaya banyak orang,” kata Heru Nugroho.

Selanjutnya, dari kecil ini membentuk organisasi yang berupaya untuk mengklarifikasi informasi yang beredar di masyarakat dan berkoordinasi dengan sumber-sumber yang bisa memberikan kebenaran informasi seperti Pemerintah seperti Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Bekasi maupun pusat.

Baca Juga: Dinilai Sebar Hoax, Bahar Smith Laporkan Balik Husin Shihab

“Kita juga melakukan kerja sama dengan Polres Metro Bekasi Kota, kita memberikan training kepada anggota Polres Metro Bekasi Kota terkait dengan bagaimana mengidentifikasi hoax, menebang hoax yang beredar. Saat ini kita sudah ada kerja sama Forkopimda Kota Bekasi,” ungkap Heru.

Selain itu, Malidi juga kerja sama dengan Puspen TNI ikut membuat video penerangan TNI.

Malidi menggandeng Pemerintah Kota Bekasi dan sekitar, khususnya bagi pelajar dan ibu-ibu yang sering menyebarkan berita hoax tanpa melakukan "saring sebelum sharing".

Rencana ke depan, Malidi akan terus berekspansi dengan melakukan workshop edukasi atau kunjungan-kunjungan ke sekolah, universitas dan juga menggandeng stakeholders untuk peningkatan kegiatan literasi demi NKRI dalam menebar berita-berita fakta. Ke depan kegiatan tersebut akan dilaksanakan secara nasional di beberapa kota di Indonesia dan juga kemungkinan yang bermukim di mancanegara, namun kegiatan dimulai dari Bekasi dan Jawa Barat.

Baca Juga: Dangkalnya Sungai dan Hoax Hambat Penanganan Semeru

Workshop ataupun kunjungan dan kerja sama akan diisi dengan edukasi bagaimana bermedia sosial yang baik dan bijak, serta memanfaatkan media sosial menjadi sarana kampanye nilai-nilai nasional dan kabar positif bagi publik serta memberi edukasi kepada masyarakat akan bahaya hoax, radikalisme, pornografi dan melawan segala bentuk gerakan memecah belah NKRI.

Malidi merupakan komunitas yang berfokus pada kegiatan edukasi dan kampanye literasi digital tentang penggunaan media sosial yang sehat, cerdas, anti-hoax dan antiradikalisme secara langsung atau tidak. Saat ini Malidi melakukan kegiatan di Kota dan Kabupaten Bekasi namun tidak menutup kemungkinan akan terus berafiliasi ke kota-kota lainnya.

Malidi memegang prinsip yaitu independensi (tidak terikat dengan pihak mana pun); transparan; dan membantu mencerdaskan generasi muda melalui media sosial serta menjunjung persatuan bangsa.

Baca Juga: Dinkes Pastikan Informasi Omicron di Jakarta Hoax

Para Malidian (sebutan bagi pengurus dan anggota Malidi) yang semakin banyak jumlahnya dan semakin solid akan terus bahu membahu mewujudkan program-program Pemerintah.

Walau Malidi saat ini masih bergerak aktif di Bekasi dan Jawa Barat namun kiprahnya sudah bisa diperhitungkan sebagai sebuah komunitas yang membela bangsa melalui gerakan bermedia sosial yang cerdas, sehat, anti-hoax dan antiradikalisme. Pun demikian Malidi telah tercatat secara resmi berbadan hukum dan telah didukung penuh oleh 3 Pilar Bekasi.

Rencana ke depan, Malidi turut mendorong peran serta masyarakat yang masing-masing berkegiatan sesuai apa yang menjadi isu di wilayahnya, baik dalam waktu tersendiri maupun yang diadakan serempak di semua wilayah.

Salah satu contoh kegiatan yang dilakukan secara berkala adalah Ngobras (Ngobrol Asyik) ala Malidi, dengan mengusung berbagai tema, mencakup kerohanian, kesehatan, pendidikan, perekonomian, perlindungan anak, hukum, wirausaha yang semuanya akan dibalut dalam satu tema berkaitan dengan komunikasi dan informasi positif melalui media sosial.



Penulis: Mikael Niman / JAS
Sumber: BeritaSatu.com

#Malidi #Tumpas Hoax #Masyarakat Peduli Literasi Digital

BAGIKAN

BERITA TERKINI

Guardiola Ingin Manchester City Fokus Lawan Aston Villa

Cristiano Ronaldo Terancam Absen Lawan Crystal Palace

Data Kasus Positif dan Kematian Covid-19 di Jakarta sampai 21 Mei 2022

Data Penerima Vaksin Covid-19 sampai 21 Mei 2022

Kominfo Dorong Generasi Muda Kembangkan UMKM Melalui Platform Digital

Data Kasus Aktif Covid-19 sampai 21 Mei 2022

Ali Ghufron: Achmad Yurianto Berkontribusi Besar pada JKN

Data Prevalensi Tertinggi Covid-19 di 10 Provinsi pada 21 Mei 2022

Data Positivity Rate Covid-19 sampai 21 Mei 2022

Data Kesembuhan Terendah Covid-19 di 10 Provinsi pada 21 Mei 2022

BERITA TERPOPULER