Kemdagri: Juknis PPDB DKI Akan Disesuaikan dengan Regulasi Kemdikbud

Jakarta, Beritasatu.com - Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemdagri Muhammad Hudori mengatakan Pemprov DKI Jakarta akan segera menyesuaikan petunjuk teknis penerimaan peserta didik baru (PPDB) DKI Jakarta Tahun Ajaran 2020/2021 dengan Permendikbud Nomor 44 Tahun 2019. Menurut Hudori, dengan penyesuaian tersebut, maka persoalan PPDB DKI jalur zonasi telah selesai.

Petunjuk teknis PPDB DKI diatur dalam SK Kepala Dinas Pendidikan Nomor 670 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Keputusan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nomor 501 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Pelajaran 2020/2021.

"Intinya juknis yang saat ini ada nanti kan menyesuaikan Permendikbud Nomor 44. Jadi sudah selesai ya (persoalan PPDB DKI Jakarta jalur zonasi)," ujar Hudori usai melakukan rapat koordinasi dengan Pemprov DKI dan Kemendikbud untuk penyelesaian persoalan PPDB DKI di Kantor Kemdagri, Jakarta, Senin (6/7/2020). 

Baca JugaSekda DKI: Kuota PPDB Jalur Zonasi Sesuai Regulasi Kemdikbud

Dalam rakor tersebut, hadir Plt. Irjen Kemndikbud, Chatarina Muliana Girsang, serta Sekda DKI Jakarta, Saefullah beserta jajarannya.

Menurut Hudori, juknis PPDB DKI sebagaimana tertuang dalam SK Kepala Dinas Pendidikan DKI Nomor 670 Tahun 2020, masih menyebutkan kuota jalur zonasi sebesar 40 persen. Padahal, kata dia, faktanya di lapangan sudah mencapai angka lebih dari 50 persen.

"Sebenarnya di lapangannya realitanya sudah sampai 51 persen. Jadi sebenernya sudah (sesuai Permendikbud 44 Tahun 2019). Hanya saja di juknisnya itu masih tertulis 40 persen (kuotanya). Maka nanti akan direvisi," ungkap dia. 

Baca JugaSoal PPDB, Pemprov DKI Sebut Daya Tampung Sekolah Negeri Terbatas

Karena itu, lanjut Hudori, Kemdagri meminta orang tua murid tidak perlu khawatir lagi karena kuota jalur zonasi DKI sudah sesuai Permendikbud Nomor 44 Tahun 2019. Menurut dia, salah satu kekhawatiran orang tua murid selama ini adalah pengurangan kuota di jalur zonasi.

"Bicara pendidikan kan adalah layanan dasar, itu nggak boleh terabaikan. Jadi orang tua murid tak perlu khawatir sebab kenyataannya kan sudah 51 persen," pungkas Hudori.

Sebelumnya, Sekda DKI Jakarta Saefullah mengatakan pihaknya siap merevisi dan menyesuaikan juknis PPDB DKI dengan Permendikbud Nomor 44 Tahun 2019. Pasalnya, kuota jalur zonasi di DKI Jakarta sudah mencapai angka 50 persen, mengalami penambahan 10 persen lebih dari hasil seleksi jalur zonasi untuk bina RW sekolah.

"Per hari ini kita catat bahwa untuk zonasi yang sudah existing diterima di SMP itu sudah 51 persen lebih. Kemudian untuk SMA-nya itu sudah 50,07 persen. Artinya bahwa jalur zonasi di DKI Jakarta ini sudah sesuai dengan regulasinya yaitu Permendikbud Nomor 44," kata Saefullah. 



Penulis: Roberth Wardhy / CAH
Sumber: BeritaSatu.com

#Kemdagri #PPDB DKI #Kemdikbud

BAGIKAN

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI

Sepi Penghuni di Masa Pandemi, Asrama UI Direnovasi

Perluasan Ancol Diharapkan Sediakan Akses Pantai Publik

Ganjil Genap Dinilai Tak Efektif Kurangi Mobilitas Warga

Tiga Sektor Ini Paling Diminati Investor Asing

RSUD Depok Berlakukan Screening Ketat Pasien Rawat Inap Non Covid-19

Data Pergerakan Kasus Positif Harian Covid-19 sampai 8 Agustus 2020

Data Kumulatif Covid-19 sampai 8 Agustus 2020

Data Kasus Positif Kumulatif dan Suspect Covid-19 sampai 8 Agustus 2020

Data Harian Covid-19 sampai 8 Agustus 2020

Gagal Menjambret, Sejoli Dikeroyok Massa

BERITA TERPOPULER