P2G: Target Bantuan Kuota Internet Tahap Terakhir Meleset

Jakarta, Beritasatu.com - Bantuan kuota internet gratis dari Kemdikbud untuk tahap terakhir atau bulan November dan Desember 2020 tidak semuanya sampai ke tangan guru dan siswa. Padahal subsidi tahap pertama sudah disalurkan sejak 22-24 November 2020 kemarin. Sementara pencairan tahap kedua berlangsung 28-30 November 2020.

Koordinator Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G), Satriwan Salim menyatakan artinya target Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (pemerintah) memberikan subsidi kuota internet kepada 58 juta pendidik dan peserta didik, meleset dan tidak memenuhi pencapaian.

"Kemdikbud tidak mencapai target memberikan 58 juta pendidik dan peserta didik. Pada bulan pertama, kuota terdistribusi sebanyak 28 juta. Bulan kedua mengalami kenaikan dan terserap 35 juta. Kami menduga di bulan 3-4 ada kenaikan penerima yang berhak mendapat kuota, tetapi sayangnya tak sampai 58 juta. Ini artinya dana anggaran APBN dari Kemdikbud tak maksimal terserap,” ujar Satriawan ketika dihubungi Suara Pembaruan, Minggu (29/11/2020) malam.

Berdasarkan laporan P2G, di kota-kota besar saja pembagian kuota tidak merata, apalagi daerah pendalaman. Contohnya saja di Jakarta Selatan dan Blitar, 2 bulan terakhir belum menerima. Kota Bogor bahkan bulan ke-4 belum. Lalu wilayah Kabupaten Bekasi, Padeglang Banten, Kabupaten Kepulauan Sagehe Sulawesi Utara, Kab. Kepulauan Simeulue Aceh, Pacitan Jawa Timur, Berau Kalimantan Timur, Kab Kutai Kertanegara, Mimika Papua belum terima. Begitu juga dengan Kab. Tanah Datar Sumatera Barat.

"Jadi saya katakan bantuan kuota itu tidak merata karena ada yang bulan 1 dan 2 dapat, lalu bulan 3 dan 4 tidak. Ada yang bulan 1 dan 2 tak dapat, tetapi 3 dan 4 dapat. Ada juga yang parah bulan 1 hinga 4 belum dapat sama sekali,” ungkapnya.

Baca Juga: Terus Berjuang di Tengah Pandemi Covid-19, Guru Dapatkan Apresiasi dari Presiden

Sebelumnya, berdasarkan Peraturan Sekretaris Jenderal (Persesjen) Nomor 14 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Kuota Data Internet Tahun 2020, distribusi kuota bulan ketiga berlangsung pada November dan bulan keempat, Desember didistribusikan sekaligus pada bulan November.

Kepala Pusat Data dan Informasi, Muhammad Hasan Chabibie, di Jakarta, Minggu (29/11/2020) mengatakan bahwa bantuan kuota data intenet bulan Desember dibagikan sekaligus pada akhir November. Untuk itu, bagi seluruh peserta didik dan tenaga pengajar mohon dimanfaatkan bantuan kuota data internet ini untuk keperluan belajar.

Diterangkan dalam petunjuk teknis bahwa bentuk bantuan yang diberikan Kemdikbud berupa kuota data internet dengan rincian dibagi atas kuota umum dan kuota belajar. Kuota umum dimaksud adalah kuota yang dapat digunakan untuk mengakses seluruh laman dan aplikasi, dan Kuota Belajar adalah kuota yang hanya dapat digunakan untuk mengakses laman dan aplikasi pembelajaran, dengan daftar yang tercantum pada http://kuota-belajar.kemdikbud.go.id/.

"Paket kuota internet untuk peserta didik PAUD mendapatkan 20 GB per bulan dengan rincian 5 GB untuk kuota umum dan kuota belajar 15 GB. Peserta didik jenjang pendidikan dasar dan menengah mendapatkan 35 GB per bulan dengan rincian 5 GB untuk kuota umum dan kuota belajar 30 GB,” terang Muhammad Hasan.

Baca Juga: Jokowi Tegaskan Covid-19 Tak Boleh Turunkan Kualitas Pembelajaran

Sementara itu, paket kuota internet untuk pendidik pada PAUD dan jenjang pendidikan dasar dan menengah mendapatkan 42 GB per bulan dengan rincian 5 GB kuota umum dan 37 GB kuota belajar. Paket kuota internet untuk mahasiswa dan dosen mendapatkan 50 GB per bulan dengan rincian 5 GB kuota umum dan 45 GB kuota belajar.

Penyaluran kuota data internet dilakukan selama 4 (empat) bulan dari September sampai dengan Desember 2020. Bantuan kuota data internet untuk bulan ketiga dan keempat yang dikirim secara bersamaan di bulan November akan berlaku selama 75 hari terhitung sejak kuota data internet diterima oleh nomor ponsel pendidik dan peserta didik.

Pandemi
Sementara Wakil Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Mansur mengatakan sistem belajar mengajar saat ini sudah disesuaikan dengan situasi dan kondisi terakhir terkini seperti model penugasan dan learning management system (LMS).

"Jadi tidak semua guru maupun siswa membutuhkan lagi bantuan kuota internet karena saat ini sudah menyesuaikan sistem pembelajaran. Ini mengartikan tidak semua sasaran pemerintah mendapat subsidi kuota internet belajar,” jelasnya.

Diakui, yang sering menjadi persoalan adalah kartu nomor sim card (operator) yang terkadang menjadi biang masalah. Kasus tersebut hampir merata di berbagai kota maupun pendalaman. Akhirnya membuat pendidik dan tenaga pendidik mengubah pembelajaran dan tidak lagi seperti awal pandemi sepenuhnya menggunakan kelas online.

"Makanya kebutuhan kuota tidak sebesar waktu awal pandemi Covid-19. Mereka tak terlalu membutuhkan, karena banyak penugasan dari guru-guru, kirim tugas juga pakai LMS. Namun tentu yang sangat butuh pasti akan memburu kuota itu,” jelasnya.

Tetapi pihaknya berterima kasih kepada Kemdikbud yang sudah berupaya maksimal untuk memfasilitasi pendidik dan peserta didik, meski tidak semua mendapat bantuan kuota.



Penulis: Hendro D Situmorang / EAS
Sumber: Suara Pembaruan

#Kuota belajar #Subsidi kuota #Covid-19

BAGIKAN

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI

Percepat Vaksinasi, Kemkes Tambah 80.000 Vaksinator

Petugas Lapas Lowokwaru Ungkap Penyelundupan 50 Paket Diduga Tembakau Gorilla dan Ganja

Ini Alasan Ibrahimovic Sebut Lukaku "Voodoo".

Anggota DPRD PSI Kota Manado Sumbangkan Gaji untuk Korban Banjir

Sekjen MUI: Ulama Dapat Dilibatkan dalam Mendeteksi Dini Radikalisme

Insentif Harga Gas Dongkrak Utilisasi Industri Kaca Lembaran

Osaka Bedding Buka Lowongan Kerja untuk Para Penjahit di Masa Pandemi

Curhat Biaya Transfer Antarbank, Bintang Emon Coba Suarakan Isi Hati Warganet

Istri Edhy Prabowo Diduga Kecipratan Aliran Dana Suap

Bio Farma Distribusikan 1,8 Juta Dosis Vaksin Tahap Dua untuk 900.000 Nakes

BERITA TERPOPULER