Khofifah: Capaian Vaksinasi Jawa Timur Tertinggi di Indonesia

Surabaya, Beritasatu.com - Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa mengklaim capaian vaksinasi Covid-19 di Jatim tertinggi dibandingkan dengan provinsi lainnya di Indonesia.

Mengutip data Kementerian Kesehatan (Kemkes), sampai Selasa (2/3/2021) terdapat 510.027 orang di Jatim yang sudah melakukan vaksinasi. Angka itu lebih tinggi dari provinsi lain seperti Jawa Tengah 435.059 orang, Jawa Barat 300.410 orang dan DKI Jakarta 251.179.

"Kami harap ke depan cakupannya semakin luas, terutama kalangan masyarakat yang termasuk dalam prioritas vaksinasi Covid-19,” ujar Khofifah di Surabaya, Rabu (3/3/2021).

Baca Juga: Khofifah: Surabaya Barometer Kebangkitan Ekonomi di Jatim

Menurut Khofifah, berdasarkan data Gugus Tugas Covid-19 nasional sampai Selasa (2/3/2021), terdapat 16 kabupaten/kota di Jatim atau 42 persen dari 38 kabupaten/kota yang ada di Jatim menjadi zona kuning atau risiko rendah penularan Covid-19.

Adapun 16 kabupaten/kota tersebut yaitu, Kabupaten Malang, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten dan Kota Probolinggo, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Sampang, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Jember, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Bojonegoro, dan Kabupaten Lamongan.

"Sisanya, sebanyak 22 kabupaten/kota masuk zona oranye, dan saat ini sudah tidak ada yang masuk zona merah Covid-19,” tegasnya.

Baca Juga: 2,2% Petugas Pelayanan Publik Sudah Divaksin Covid-19

Khofifah mengapresiasi kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan selama PPKM 1 dan 2 yang dilanjutkan PPKM Mikro jilid 1 dan jilid 2 yang sedang berlangsung. Penerapan PPKM ini juga ikut menurunkan penyebaran Covid-19 di Jatim. Sebelum PPKM 1 terdapat 8 daerah di Jatim dengan zona merah.

Status Covid-19 di Jatim juga turun signifikan dibandingkan sebelum PPKM. BOR Ruang Isolasi dan ICU Covid-19 sebelum PPKM mencapai 79 persen dan 72 persen. Saat ini BOR menjadi 37 persen untuk Ruang Isolasi biasa dan 54 persen untuk ruang ICU yang ada.

"Tentu kita bersyukur dengan hasil yang baik ini. Akan tetapi zonasi ini bukan sebuah pencapaian. Zonasi adalah alat ukur apakah intervensi yang kita lakukan sudah berada di jalur yang benar,” tegas Khofifah.

 

 



Penulis: Amrozi Amenan / FER
Sumber: BeritaSatu.com

#Khofifah Indar Parawangsa #Vaksinasi Covid-19 #Covid-19 #Jawa Timur #Protokol Kesehatan

BAGIKAN

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI

Jasa Marga Perbaiki Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Ini Titiknya

Dubes Eropa untuk Inggris: Tak Ada Perang Vaksin

Menkes Imbau Pemda Prioritaskan Vaksinasi Lansia

Asosiasi Rumah Sakit Apresiasi Kecepatan Aparat Usut Kasus Penganiayaan Perawat

Pasang Target Rp 320 T, Kemperin Pacu Investasi Sektor Elektronik

LSI: 25,4% PNS Anggap Korupsi di Indonesia Menurun

Waskita Rombak Jajaran Dewan Komisaris dan Direksi

AS dan Tiongkok Setuju Atasi Segera Krisis Iklim

Umat Islam di Beijing Rayakan Ramadan dengan Bakti Sosial

PDIP Minta Pemerintah Revisi PP 57/2021

BERITA TERPOPULER