Mendikbudristek Nadiem Makarim Menginap di Rumah Guru untuk Belajar

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim, bermalam di rumah seorang guru di Plaosan RT 08/RW 18, Tlogoadi, Mlati, Sleman, DI Yogyakarta, Senin (13/9/2021).

Menurut Nadiem, selain ingin merasakan langsung keseharian para guru ia juga bermaksud belajar dari Guru Penggerak.

Seperti dikutip dari laman Kemdikbud, Selasa (14/9/2021), rumah yang dijadikan tempat bermalan adalah milik calon Guru Penggerak angkatan ketiga, Khoiry Nuria Widyaningrum, atau biasa disapa Bu Nuri.


Nadiem berbincang dengan keluarga guru. (Kemdikbud)

Dari Kota Surakarta, Nadiem ketika  itu langsung melanjutkan kunjungan kerja ke DI Yogyakarta guna meninjau implementasi pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas dan berdialog dengan sejumlah kepala sekolah.

Sebelum memulai agenda resmi, Nadiem menginap di rumah Bu Nuri, guru di SDN Jetisharjo, Kabupaten Sleman.

Keluarga tempat Nadiem menginap adalah keluarga guru. Suami Bu Nuri juga berprofesi sebagai guru di SD Muhammadiyah Domban 3. Kedua orang tua Bu Nuri adalah pensiunan guru sekolah Muhammadiyah.

Baca Juga: Nadiem Tinjau Pelaksanaan PTM Sekolah di Surakarta

Baik Bu Nuri maupun suami tidak menyangka akan dikunjungi Mendikbudristek. Mereka mengaku terkejut sekaligus bahagia.

“Mohon maaf mengganggu, Ibu. Saya ingin mampir, apakah boleh?” ucap Menteri Nadiem di teras kediaman keluarga Ibu Nuri.

Mendikbudristek Nadiem Makarim menjelaskan, maksud dan tujuannya tak lain adalah untuk belajar dari Guru Penggerak.


Nadiem dengan Khoiry Nuria dan suami. (Kemdikbud)

“Program Guru Penggerak itu adalah salah satu program terpenting Kemdikbudristek, karena program ini adalah regenerasi pemimpin-pemimpin sekolah. Kalau saya tidak lagi menjabat sebagai menteri, yang akan meneruskan transformasi pendidikan adalah para Guru Penggerak. Saya ingin merasakan langsung keseharian sebagai calon Guru Penggerak agar saya lebih memahami. Saya ingin tahu suka dan duka Ibu Nuri sebagai guru,” ujar Nadiem sambil meminta izin bermalam.

Tuan rumah dan tamunya pun akhirnya duduk mengobrol di ruang tamu. Nadiem mengaku bahwa dirinya menangkap ada benang merah ketika bertemu dengan para calon Guru Penggerak di berbagai daerah di Indonesia.

Baca Juga: Nadiem: Sekolah Penggerak Bukan Hanya untuk Sekolah Unggulan

Karakter calon Guru Penggerak itu lugas dalam menyampaikan pendapat dan gagasan. “Saya selalu melihat ada keresahan dalam diri guru-guru yang saya temui. Mereka semua ingin melakukan perubahan untuk meningkatkan kualitas pendidikan,” kata Nadiem.

Bu Nuri yang pernah mengenyam delapan tahun menjadi guru dan tiga tahun sebagai kepala sekolah di sekolah Muhammadiyah, kini memilih menjadi guru di sekolah negeri.

“Di sinilah (ketika mengajar di sekolah negeri) saya menemukan bahwa benar pendidikan memang harus ditransformasi. Kenapa sekolah negeri pinggiran tempat saya mengajar tidak sebagus sekolah swasta? Kemudian saya merasa tergerak,” katanya.


Berfoto bersama. (Kemdikbud)

Bercerita soal alasan memilih kembali menjadi guru padahal tadinya sudah menyandang status kepala sekolah, Bu Nuri menyinggung beban administrasi yang dialami sebagai kepala sekolah membuatnya tidak leluasa mengajar.

Nadiem sepakat bahwa administrasi pendidikan tidak sama dengan pembelajaran. Administrasi tidak ada hubungan langsung dengan murid dan hanya mengikuti aturan.

Sementara, tugas guru yang sebenarnya adalah fokus memberikan pembelajaran yang bermakna bagi murid. Karena itu Nadiem dalam kebijakan Merdeka Belajar Episode Pertama telah menyederhanakan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) menjadi satu komponen dan satu halaman saja, dari yang tadinya belasan komponen.


Nadiem meninjau PTM Terbatas. (Kemdikbud)

“Saya juga suka kebijakan Mas Menteri menghapus UN. Saya senang sekali,” timpal Bu Nuri.

Pembicaraan Nadiem atau yang biasa disapa Mas Menteri dengan keluarga Bu Nuri berlangsung hangat hingga waktunya istirahat malam.

Sebelum memulai peninjauannya ke SD Muhammadiyah, SMP Taman Dewasa Jetis, SMA Ma’arif dan berdialog dengan kepala-kepala sekolah se-DIY, pada Selasa (14/9), Mendikbudristek menyempatkan berolahraga bersama dan mengunjungi taman wisata yang dikelola Bu Nuri beserta suami.



Penulis: Dwi Argo Santosa / DAS
Sumber: BeritaSatu.com

#Mendikbudristek #Nadiem Anwar Makarim #Guru Penggerak #Nadiem ke DIY #Nadiem Menginap di Rumah Guru

BAGIKAN

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI

Pilih Tiongkok, 5 Pesepakbola Top Ini Rela Hengkang Demi Uang

IHSG Rawan Koreksi, Pantau AGRO, SAME, FREN, dan ACES

Hapuskan Ketentuan Swab PCR Saat Naik Pesawat Menggema di Media Sosial

Piala Liga: Chelsea ke Perempat Final, Tuchel Lega

Fokus Pasar: Prospek CPO Curi Perhatian Investor

2035, Singapura Akan Impor 30% Energi dari Sumber Rendah Karbon

Harga PCR Sebaiknya di Bawah Rp 200.00 dan Diberlakukan di Semua Moda

Bertemu Gubernur Kalbar, Wanita Emas Bicarakan Sosialisasi Ekonomi Digital

Pertumbuhan Penjualan Lahan Industri LPCK Dongkrak Kinerja LPKR

Terima Dubes Prancis, Menkominfo Bahas Kerja Sama Infrastruktur TIK

BERITA TERPOPULER