BNN Hadiri Pertemuan Internasional Asod

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) menghadiri pertemuan internasional The 42nd ASEAN Senior Official Meeting on Drug Matters (Asod) 2021 di Laos. Pertemuan digelar secara virtual.

Delegasi yang mewakili pemerintah Indonesia pada pertemuan tersebut, antara lain dari BNN RI yaitu Deputi idang Hukum dan Kerja Sama beserta Direktur Kerja Sama, Kapuslitdatin, dan Kepala BNNP Jawa Barat serta Direktur Polkam ASEAN Kementerian Luar Negeri dan beberapa instansi terkait lainnya. Kegiatan tersebut secara virtual diikuti dari Hotel The Trans Bandung, Selasa (14/9/2021).

Pada pertemuan Asod kali ini, dibahas beberapa agenda antara lain terkait capaian dan ringkasan dari forum-forum pertemuan ASEAN yang dilaksanakan sepanjang 2021 serta persiapan pelaksanaan forum-forum tersebut pada 2022 oleh masing-masing negara tuan rumah.

Baca Juga: Kepala BNN Apresiasi Penanggulangan Narkoba di Karangasem Bali

Di samping itu, dibahas pula pertukaran cara pandang negara ASEAN dalam menghadapi narkoba di situasi pandemi Covid-19 dan aktivitas yang dilakukan negara Indonesia selama menjabat sebagai Chairman 41st Asod, Mid-Term Review of the ASEAN Work Plan on Securing Communities Against Illicit Drugs 2016-2025, Mid-Term Review of the ASEAN Cooperation Plan to Tackle Illicit Drug Production and Trafficking in the Golden Triangle 2020-2022 (ASEAN Cooperation Plan), Russia's Proposal for Statement of ASEAN and the Russian Federation on Cooperation in the Field of Addressing and Countering the World Drug Problem, as Outcome Document of the 4th ASEAN-Russia Summit in October 2021.

Pada sesi presentasi country report, dibahas mengenai keberadaan sabu-sabu, ganja, ekstasi dan kokain yang merupakan jenis narkoba yang banyak beredar di kawasan Asia Tenggara. Kemudian, tren metode penyelundupan mulai mengandalkan platform internet dan media sosial dalam melakukan transaksi dan mendistribusikan melalui jasa logistik dan ekspedisi.

Baca Juga: Kelebihan Kapasitas Lapas, BNN: Pengguna Narkoba Direhabilitasi

Dalam pertemuan Asod ini, Indonesia mendapat banyak dukungan dan pujian atas pelaksanaan Mid Term Review ASEAN Securing Against Illicit Drug Trafficking 2016-2025 serta pengajuan proposal Rusia terhadap ASEAN and the Russian Federation on Cooperation in The Field Of Addressing And Countering The World Drug Problem.

Deputi Hukum dan Kerja Sama BNN RI Puji Sarwono, menyampaikan tentang tiga pendekatan BNN dalam menanggulangi narkoba, yaitu melalui pendekatan soft power approach, hard power approach, dan smart power approach.

Selain itu, disampaikan bahwa angka prevalensi Indonesia pada 2019 hampir mencapai 1,8%, dan peredaran narkoba di Indonesia sebesar 80% melalui jalur laut. Di lain sisi, pemenuhan rehabilitasi mencapai 10,5% dari angka ideal adalah 18-22%. Kemudian terdapat pembaruan regulasi yang mengatur zat-zat terlarang.

Baca Juga: BNN Gandeng Bintang Toedjoe Gelar Pelatihan Budi Daya Jahe Merah

Kapuslitdatin BNN RI Agus Irianto menyampaikan tentang perkembangan dari draf laporan Mid-Term Review berdasarkan masukan empat negara, untuk final report akan dilaporkan pada pertemuan ketujuh AMMD pada 13-14 Oktober 2021.

Direktur Kerja Sama BNN RI Achmad Djatmiko juga menyampaikan, Indonesia mendorong ASEAN Member States untuk tetap berkomitmen mewujudkan zero tolerance terhadap narkoba di kawasan ASEAN termasuk ganja.



Penulis: Bernadus Wijayaka / BW
Sumber: BeritaSatu.com

#BNN #Asod #pertemuan internasional

BAGIKAN

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI

Program Cetak Sawah Libatkan TNI AD Gagal, Ini Pandangan Pengamat

Polisi Sudah Periksa 5 Orang Terkait Kecelakaan Bus Transjakarta

Pemerintah Dorong Digitalisasi untuk Akselerasi Pemulihan UMKM

DKI Kembali Raih Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik

Adhi Karya Terima Financial Close Rp 420 Miliar untuk Preservasi Jalintim Riau

Ekonomi Jakarta Mulai Pulih, Anak Buah Anies Usulkan Rancangan APBD 2022 Senilai Rp 80,15 Triliun

KPK Patahkan Klaim Azis Syamsuddin Pinjami Uang Stepanus Robin untuk Pengobatan Covid-19

Priscilla Hertati Jagokan Stamp Fairtex Menangkan Grand Prix

Musim Penghujan Kabupaten Bogor Keadaan Awas Bencana

Kembali Digugat PKPU, Ini Tanggapan Garuda Indonesia

BERITA TERPOPULER