Jawa Barat Ekspor Ubi Jalar ke Pasar Singapura

Bandung, Beritasatu.com - Ubi jalar asal Jawa Barat berhasil menembus pasar ekspor Singapura untuk pertama kali. Ekspor perdana ubi jalar asal Jabar tersebut dilakukan oleh PT Bona Vista Hikmah di Desa Cilembu, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang dan disaksikan oleh Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum, Jumat (17/9/2021).

Ubi jalar varietas rancing ini akan dikirim bertahap setiap bulan dengan total ekspor mencapai 8.037 ton setara 6,6 juta dolar Amerika Serikat.

Baca Juga: Pemkab Lebak Diminta Tingkatkan Produksi Ubi Jalar

"Hari ini ekspor 10 ton dengan total ekspor 55 ton di bulan ini dan itu baru ke Singapura saja," ujar Uu Ruzhanul Ulum.

Wagub Uu bangga pangan Jabar bisa mendunia. Memang fokus Jabar saat pandemi adalah meningkatkan volume ekspor. Pada komoditas ubi jalar bagaimana meningkatkan pembibitan yang mengacu pasar ekspor.

Uu menjelaskan, produksi ubi jalar Jabar dalam setahun terakhir mencapai 468.743 ton. Adapun jenis ubi jalar yang jadi unggulan adalah ubi cilembu, ubi jepang, ubi ungu, ubi putih, dan ubi manohara.

Jabar sendiri memiliki cukup daerah sentra ubi jalar yakni Kabupaten Garut, Kuningan, Bogor, Bandung, Tasikmalaya, Sukabumi, dan Kabupaten Sumedang dengan ‘hui cilembu’ sebagai ikon.

Di Sumedang selain varietas rancing juga ada varietas nirkum dengan luas tanam per tahun sekitar 460 hektare.

Rata-rata produktivitas 17 ton per hektare dan total produksi 7.820 ton per tahun. Sentra ubi di Sumedang terutama ada di Kecamatan Pamulihan, Tanjungsari, Rancakalong, dan Kecamatan Sukasari.

Baca Juga: Pemprov Papua Segera Bangun Pabrik Pengolahan Ubi Jalar

Pak Uu berharap mendatang bukan umbinya saja yang diekspor tapi pangan berbasis ubi jalar lebih berkembang lagi.

Terbukti sudah ada permintaan 2.393 ton ubi jalar senilai USD 3,3 juta, tepung ubi jalar, tepung kasar, dan bubuk ubi jalar sebanyak 507,8 ton senilai USD166.499.

Wagub juga berharap koperasi menjadi mesin kesejahteraan petani dengan manajemen pemasaran yang bagus.

Cara- cara tradisional seiring kemajuan teknologi pertanian lambat laun harus diubah menjadi pertanian 4.0 misalnya menggunakan aplikasi sehingga produktivitas meningkat.

Menurut Uu Pemda Prov Jabar mendukung dan mendorong inovasi dan penguatan pertanian dari hulu ke hilir. Di tengah pandemi COVID-19 saat sektor lain menurun, pertanian justru meningkat dan menjadi penyelamat.

Selain ke Singapura, ubi jalar Jabar juga sudah diekspor ke Hongkong. Pada September 2020, Gubernur Ridwan Kamil melepas 30 ton ubi jalar asal Kabupaten Bandung.



Penulis:  / YUD
Sumber: ANTARA

#Ubi Jalar #Ekspor Ubi Jalar #Jawa Barat #Singapura

BAGIKAN

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI

Kembali Digugat PKPU, Ini Tanggapan Garuda Indonesia

Tabrakan Maut Antarbus, Wagub Riza Sebut Tidak Mudah Jadi Sopir Transjakarta

Asproksi Bekasi Diharapkan Berkontribusi Tingkatkan Standar Produk Kesehatan

Sejalan Mata Uang Asia, Awal Perdagangan Rupiah Melemah 20 Poin

Cerita Bima Arya Minta Tips Bangun Kota Bahagia ke Dubes Finlandia

Bisnis Makanan dan Minuman Rendah Kalori Mampu Bertahan Saat Pandemi

Pagi dan Sore Ini Jakarta Diguyur Hujan

BPBD Minta Warga Laporkan Bila Ada Bencana yang Terjadi di Kota Tangerang

Kemtan Raih Penghargaan Tertinggi Keterbukaan Informasi Publik 2021

Pemkot Tangerang Uji Coba Penerapan PeduliLindungi di Dua Pasar Tradisional

BERITA TERPOPULER