Pengosongan Lahan Sengketa Tidak Bisa Atas Kemauan Sepihak

Bogor, Beritasatu.com - Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bogor menegaskan, cara penggusuran atau pengosongan lahan sengketa harus melalui pengadilan dan tidak dilakukan sepihak.

Kepala Kantor BPN Kabupaten Bogor Sepyo Achanto mengatakan, dalam kasus sengketa lahan bila tidak ditemui titik kesepakatan melalui musyawarah maka harus diputuskan melalui pengadilan.

Berdasarkan keputusan pengadilan nantinya, penggugat atau tergugat yang dimenangkan meminta ke pengadilan untuk mengosongkan tanah sengketa terlebih dahulu.

Baca Juga: Pengacara Rocky Gerung Pertanyakan Proses HGB Sentul City

"Nantinya pengadilan yang akan mengeksekusi dan eksekusi tidak bisa dilakukan secara sepihak maupun dilakukan paksa dengan mengarahkan Satpol PP ataupun preman," tutur Sepyo, kepada Beritasatu.com, Kamis (14/10/2021).

Ia pun berpesan kepada masyarakat untuk menghindari kasus sengketa lahan ketika akan membeli tanah dengan lebih teliti, apakah tanah tersebut bersengketa atau tidak agar kedepannya tidak akan terjadi permasalahan hukum yang tidak diinginkan.

Baca Juga: Sentul City dan Rocky Gerung Berdamai

Ia mengatakan, saat ini di Kabupaten Bogor memang masih banyak persoalan sengketa lahan selain yang terjadi pada Rocky Gerung dan Sentul City.

Dengan luas wilayah Kabupaten Bogor yang mencapai 298.838.304 hektare, kata Sepyo, kasus sengketa lahan juga terjadi pada area yang sudah bersertifikat.

Sepyo mengungkapkan, alasan utama maraknya kasus sengketa lahan dikarenakan antara pemegang sertifikat kepemilikan tanah dengan penguasaan lahan secara fisik merupakan pihak yang berbeda.

Oleh sebab itu, ia berpesan agar para pemegang hak milik atas tanah untuk dapat benar-benar merawat dan menggarap lahan tersebut.

Baca Juga: Rocky Gerung Beri 3 Syarat Kesepakatan Damai dengan Sentul City

Sepyo pun meminta agar pemilik sah lahan juga dapat menguasai lahan secara fisik dan tidak menelantarkan lahan tersebut.

Ia tidak menampik mengenai persoalan makelar tanah yang banyak ditemukan di wilayah Bogor. Ia mengakui memang selama ini ada makelar yang suka memperjualbelikan lahan tanpa sertifikat.

Kendati demikian, menurut Sepyo, persoalan makelar tersebut berada di luar kendali BPN.  "Kalau permasalahan makelar itu di luar BPN. Kita mendengar informasi itu, tapi di luar kendali BPN," sanggahnya.



Penulis: Vento Saudale / EHD
Sumber: BeritaSatu.com

#Lahan Sengketa #Sentul City #Rocky Gerung #Sentul City Versus Rocky Gerung #BPN #BPN Kabupaten Bogor #Sepyo Archanto

BAGIKAN

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI

Tabrakan Maut Antarbus, Wagub Riza Sebut Tidak Mudah Jadi Sopir Transjakarta

Asproksi Bekasi Diharapkan Berkontribusi Tingkatkan Standar Produk Kesehatan

Sejalan Mata Uang Asia, Awal Perdagangan Rupiah Melemah 20 Poin

Cerita Bima Arya Minta Tips Bangun Kota Bahagia ke Dubes Finlandia

Bisnis Makanan dan Minuman Rendah Kalori Mampu Bertahan Saat Pandemi

Pagi dan Sore Ini Jakarta Diguyur Hujan

BPBD Minta Warga Laporkan Bila Ada Bencana yang Terjadi di Kota Tangerang

Kemtan Raih Penghargaan Tertinggi Keterbukaan Informasi Publik 2021

Pemkot Tangerang Uji Coba Penerapan PeduliLindungi di Dua Pasar Tradisional

IHSG Cenderung Flat di Sekitar Garis Datar pada Awal Sesi

BERITA TERPOPULER