KPK Patahkan Klaim Azis Syamsuddin Pinjami Uang Stepanus Robin untuk Pengobatan Covid-19

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mematahkan klaim mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin yang menyebut memberikan uang kepada mantan penyidik Stepanus Robin Pattuju sebagai pinjaman. Azis mengeklaim Stepanus meminjam uangnya untuk membantu keluarga berobat lantaran terpapar Covid-19.

Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata mengatakan, klaim itu terasa janggal karena pasien Covid-19 ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah. Sebagai Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin seharusnya mengetahui mengenai hal tersebut.

"Rasa-rasanya kalau penyakit Covid-19 itu kan enggak usah dibantu karena  sudah menjadi beban negara kalau keluarga yang bersangkutan dirawat di rumah sakit," kata Alex, sapaan Alexander Marwata di Jakarta, Rabu (27/10/2021).

KPK menilai pinjaman uang untuk pengobatan keluarga Stepanus hanya upaya Azis untuk berkelit. Selain pasien Covid-19 ditanggung pemerintah, KPK juga sudah memberikan perlindungan asuransi kesehatan kepada pegawai, termasuk penyidik dan keluarganya.

"Di KPK, asuransi kesehatan sudah mengkover keluarganya Stepanus jika sakit, termasuk istri dan anaknya," ujar Alex.

Baca Juga: KPK Ingatkan Azis Syamsuddin Soal Keterangan Palsu di Persidangan

Dalam persidangan perkara dugaan suap penanganan perkara dengan terdakwa mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Senin (25/10/2021), Azis Syamsuddin yang dihadirkan sebagai saksi mengaku memberikan uang untuk Stepanus Robin Pattuju. Pemberian uang diklaim untuk membantu keluarga Stepanus Robin Pattuju.

"Uang ditransfer dari rekening saya ke rekening keluarganya. Butuh bantuan karena katanya ada orang tua dan keluarganya sakit," kata Azis.

Diketahui, jaksa KPK mendakwa Stepanus bersama-sama pengacara Maskur Husain menerima uang suap Rp 11,025 miliar dan US$ 36.000 atau total sekitar Rp 11,5 miliar. Suap itu diterima Stepanus dan Maskur dari lima pihak yang berperkara di KPK

Berikut rincian uang yang diterima Stepanus bersama dengan Maskur Husain:
1. Dari Wali Kota Tanjungbalai Muhamad Syahrial sejumlah Rp 1.695.000.000;
2. Dari Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin dan politikus Partai Golkar Aliza Gunado sejumlah Rp 3.099.887.000 dan 36.000 dolar AS;
3. Dari Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna sejumlah Rp 507.390.000;
4. Dari Direktur PT Tenjo Jaya Usman Effendi sejumlah Rp 525.000.000;
5. Dari mantan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari sejumlah Rp 5.197.800.000.

Selain memberikan suap, Azis Syamsuddin berperan mengenalkan Stepanus kepada Syahrial dan Rita Widyasari.

 



Penulis: Fana Suparman / RSAT
Sumber: BeritaSatu.com

#KPK #Azis Syamduddin #Alexander Marwata #Pengadilan Tipikor Jakarta #Klaim Azis Syamsuddin #Stepanus Robin Pattuju

BAGIKAN

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI

Meterai Elektronik Tawarkan Solusi Mudah Bayar Pajak

Turnamen IYC dan Soft Launching JIS Ditunda

PN Jaksel Tolak Adili Gugatan Sri Untari Bisowarno

Taliban Terbitkan Dekrit Perlindungan Hak Perempuan

Kapolri: Pertahankan Capaian Positif Penanganan Covid-19

Wapres Resmikan Monumen Pahlawan Covid-19 Jawa Barat

Meski Diadang Pandemi, Exquise Patisserie Tambah Gerai Baru

ERT Putra Perkasa Abadi Juara Umum IFRC 2021

PB ISSI Kirim Atlet Berlatih ke Swiss

Varian Omicron Mengancam Pemulihan Ekonomi Dunia

BERITA TERPOPULER