Muncul Klaster PTM, Ini Respons Kemendikbudristek

 

Jakarta, Beritasatu.com - Pelaksana Tugas (Plt) Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Anang Ristanto mengatakan munculnya klaster Covid-19 pada pembelajaran tatap muka (PTM) di Yogyakarta dan Medan telah dikoordinasikan dengan Kemendikbudristek.

Anang menyebutkan, Kemendikbudristek telah berkoordinasi dengan dinas pendidikan (diknas) di kedua wilayah itu.

“Koordinasi selalu dilakukan jika terdeteksi adanya kasus warga satuan pendidikan yang terkonfirmasi positif Covid-19 untuk konfirmasi. Pemantauan kasus dilakukan melalui dashboard sekolah aman,” kata Anang saat dihubungi Beritasatu.com, Kamis (2/12/2021).

Baca Juga: Klaster PTM Buktikan Transmisi Covid-19 Masih Ada

Ketika ditanya terkait sumber penyebab muncul klaster PTM terbatas di kedua wilayah tersebut, Anang enggan menjawab. Selanjutnya, Anang menuturkan, upaya pencegahan penularan Covid-19 pada PTM terbatas dilakukan melalui kerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Satgas Penanganan Covid-19 sesuai aturan di dalam SKB 4 Menteri.

Dikatakan Anang, strategi pemerintah saat ini adalah surveilans yg lebih aktif. Salah satunya adalah random testing di sekolah. “Ini bagus agar dapat dilakukan pencegahan penularan lebih masif,” ucapnya.

Ia menambahkan, pengawasan penerapan protokol kesehatan (prokes) harian dengan daftar tilik dan pelaporan hasil observasi temuan gejala Covid-19 harian dilakukan oleh satgas Covid-19 satuan pendidikan melalui aplikasi survei PTM yang sudah ada.

Baca Juga: Bertambah 24 Kasus Positif Covid-19 Saat PTM Kota Bogor

Selain itu, dilengkapi dengan fitur pelaporan kasus suspect yang terhubung dengan puskesmas, dinkes, dan disdik, serta juga dengan pusat yakni Kemendikbudristek dan Kemenkes.

Anang menuturkan, dalam sistem pendataan Kemendikbudristek yang baru saat ini, seluruh warga satuan pendidikan datanya sudah terintegrasi dengan aplikasi Peduli Lindungi. Di mana satuan pendidikan akan mendapatkan notifikasi melalui WhatsApp jika ada warga sekolahnya yang masuk dalam daftar hitam.

“Kami juga menekankan bahwa PTM terbatas dilakukan atas seizin orang tua tanpa adanya paksaan maupun sanksi. Kunci pencegahan penularan adalah disiplin penerapan dan pelaksanaan protokol kesehatan dari semua pihak,” pungkasnya.

 



Penulis: Maria Fatima Bona / JEM
Sumber: BeritaSatu.com

#Klaster PTM #Klaster Covid-19 #Medan #Yogyakarta #Kemendikbudristek

BAGIKAN

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI

East Ventures Berpartisipasi dalam Pendanaan Inteluck US$ 15 Juta

Kapolri Sambut Baik Penandatanganan Perjanjian Ekstradisi Indonesia-Singapura

Raih Pendanaan US$ 72 Juta, Darwinbox Kini Jadi Unicorn

Hoax, Permen Yupi Terbuat dari Minyak Babi

Kapuas Prima Coal Incar Penjualan Bertambah US$ 43 Juta

Kembangkan Layanan, Bank Aladin Dilatih Tim Google

Optimistis Pandemi Berlalu, Komunitas Sepak Bola Gelar Nobar Keliling

IPO, Saham Net TV Tercatat di BEI

IHSG Berbalik Melemah di Akhir Sesi I

Sudah Lebih 10.000 Kasus, Ini yang Baru Diketahui tentang Subvarian BA.2

BERITA TERPOPULER