Melchor dan Medco Kelola Hutan di Papua

Jakarta, Beritasatu.comMelchor Group (PT Melchor Tiara Pratama) menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Medco Group. Ini setelah dikeluarkannya Perpres 98 tahun 2021 yang ditandatangani Presiden dan diundangkan pada tanggal 29 Oktober 2021 tentang penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon dan penetapan Capaian Target Kontribusi Nasional dalam pengendalian emisi gas rumah kaca.

Penandatanganan tersebut merupakan kesepakatan pengelolaan hutan mineral seluas 180.000 hektare yang berlokasi di Pulau Papua, yang akan diverifikasi kemampuan serapan karbonnya, penelitian teknis dengan membuat Studi Uji Kelayakan sesuai standar internasional, dan juga melalui pendanaan ekonomi baru secara digital melalui teknologi ROXI yang sedang
dalam tahap penyelesaian di dalam Group perusahaan Melchor.

Baca Juga: Ilham Habibie dan Cyril Noerhadi Jadi Komisaris Melchor Group

Teknologi ROXI berbasis teknologi blockchain, maka perhitungan potensi karbon tersebut akan menjadi salah satu yang
pertama di Indonesia bahkan di dunia oleh karena teknologi tersebut berbasis aset yang ada nilainya.

Penandatangan MoU tersebut dilakukan oleh Rudi Poespoprodjo selaku Direktur Utama PT Melchor Tiara Pratama dan Hilmi Panigoro sebagai pimpinan Medco Group disaksikan oleh Arifin Panigoro, pendiri Medco Group, dan Peter Gontha sebagai pendiri
Melchor Group yang bersama ingin mewujudkan komitmen Indonesia yang telah disampaikan oleh Presiden Joko Widodo di depan para pimpinan dunia pada konferensi iklim COP26 di Glasgow, Skotlandia.

“Kita sebagai kalangan swasta terpanggil untuk ikut serta melihat capaian pemerintah Indonesia yang telah berhasil dan sangat sukses melestarikan alam dan lingkungan selama periode kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Bahkan Pak Jokowi sendiri sampai terjun langsung dalam penanaman bakau dan gambut,” ujar Arifin dalam siaran pers, Jumat (3/12/2021).

Baca Juga: Medco Group Tinjau Bitung untuk Investasi

“Dengan luasnya lahan hutan di Indonesia, lahan bakau, dan gambut terbesar di dunia yang bisa mencapai 70-120 juta hektare, maka inisiatif kami hanya merupakan bagian kecil daripada aktivitas yang harus dikerjakan untuk memenuhi komitmen Presiden kepada dunia dan terutama pengentasan kemiskinan. Kita mengharapkan banyak lagi perusahaan lain yang akan memulai inisiatif yang sama,” lanjut Arifin.

Arifin Panigoro, sebagai sosok yang selalu mengedepankan kepentingan masyarakat kecil menyatakan bahwa seluruh aktivitas ini tentunya akan memerlukan pendanaan yang tidak kecil untuk memenuhi ketentuan yang dapat diterima oleh industri besar berskala internasional yang diwajibkan secara mandatory melakukan offset emisi karbonnya sesuai kesepakatan COP.

Baca Juga: Peduli Hutan Papua, Indonesia Journalist Network Tanam 1.000 Pohon

Melchor Group telah memulai inisiatif pembicaraan dengan verifikator dan organisasi internasional nirlaba terkenal seperti Verra, yang berlokasi di Washington, dengan Gold Standard, serta dengan KPMG tanpa mengesampingkan ketentuan Standar Nasional Indonesia seperti yang selalu diamanatkan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar.

KLHK mengharapkan bahwa segalanya harus dapat terwujud dengan tatanan yang baik, legal, serta keikutsertaan masyarakat adat dan penduduk di sekitar lingkungan hutan tersebut.



Penulis: Iman Rahman Cahyadi / CAH
Sumber: BeritaSatu.com

#Melchor Group #Medco Group #Hutan #Hutan di Papua #Pengelolaan Hutan di Papua

BAGIKAN

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI

Kapolri Sambut Baik Penandatanganan Perjanjian Ekstradisi Indonesia-Singapura

Raih Pendanaan US$ 72 Juta, Darwinbox Kini Jadi Unicorn

Hoax, Permen Yupi Terbuat dari Minyak Babi

Kapuas Prima Coal Incar Penjualan Bertambah US$ 43 Juta

Kembangkan Layanan, Bank Aladin Dilatih Tim Google

Optimistis Pandemi Berlalu, Komunitas Sepak Bola Gelar Nobar Keliling

IPO, Saham Net TV Tercatat di BEI

IHSG Berbalik Melemah di Akhir Sesi I

Sudah Lebih 10.000 Kasus, Ini yang Baru Diketahui tentang Subvarian BA.2

2021, KPK Tangkap 123 Tersangka dengan Pengembalian Negara Rp 416,9 M

BERITA TERPOPULER